alexametrics

Tingkatkan Kejujuran Siswa melalui Infak Jumat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN Agama Islam dan Budi Pekerti, merupakan pendidikan yang memberikan pengetahuan, membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan siswa dalam mengamalkan ajaran agama Islam. Pendidikan Agama Islam di sekolah, diharapkan mampu membentuk kesalehan pribadi (individu) dan kesalehan sosial, sehingga Pendidikan Agama Islam diharapkan tidak menumbuhkan sikap fanatisme, sikap intoleran di kalangan peserta didik ataupun masyarakat, dan sikap memperlemah kerukunan hidup umat beragama. Dengan kata lain, Pendidikan Agama Islam diharapkan mampu menciptakan ukhuwah Islamiyah. Adapun salah satu tujuan penting Pendidkan Agama Islam dan Budi pekerti adalah mewujudkan peserta didik yang taat beragama, berakhlak mulia, berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, santun, disiplin, toleran, dan mengembangkan budaya Islami dalam komunitas sekolah.

Sejalan dengan arus perkembangan zaman yang semakin maju, saat ini siswa dituntut untuk memiliki pengetahuan luas, keterampilan yang mumpuni, pengalaman dan kepribadian yang mulia. Dalam rangka menyiapkan generasi yang demikian, pendidikan Agama Islam memiliki peran yang sangat penting.

Baca juga:  Bangkitkan Semangat Belajar Siswa dengan Role Playing

Salah satu sikap yang terus membutuhkan proses pembelajaran yang bermakna dan kreativitas guru yang inovatif untuk siswa sebagai generasi penerus yang diharapkan adalah sikap jujur. Temuan di SD Negeri 1 Montongsari Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, pada siswa kelas empat, tempat peneliti bertugas sebagai guru, menunjukkan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Hal ini dibuktikan dari hasil ulangan harian yang sudah dilakukan. Masih terdapat delapan belas siswa memperoleh nilai sama dengan pola yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa tersebut belum berani berkata jujur atau berkata apa adanya untuk menyampaiakan alasannya. Kejujuran itu ada pada setiap ucapan dan perbuatan. Sikap jujur merupakan sikap yang harus dimiliki oleh setiap manusia, meskipun kejujuran adalah hal yang sangat sulit. Sikap jujur adalah sikap terpuji yang sangat disukai oleh Alloh SWT.

Baca juga:  Hafal Ayat Cepat Strategi MH2T Hebat

Guru melakukan refleksi pembelajaran untuk melakukan perbaikan dengan cara yang tepat. Untuk itu guru berusaha untuk mengembangkan ketrampilannya dengan menggunakan media yang tepat untuk menghasilkan pembelajaran yang bermakna. Menurut Sadiman, dkk (2010:6) media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi. Guru menggunakan kotak kayu yang digunakan untuk tempat infak dari siswa. Langkah-langkah yang dilakukan sangat mudah dan tidak memberatkan siswa. Menjadikan kegiatan infak berjamaah sebagai pembiasaan yang dilakukan seminggu sekali. Setiap hari Jumat, siswa memasukan infak seikhlasnya ke dalam kotak, siswa mencatat sendiri jumlah infak yang sudah dilakukan ke dalam buku catatan khusus, ketua kelas dan guru bersama mengecek kebenarannya dengan mencocokkan catatan dengan jumlah sebenarnya.

Baca juga:  Kiat Sederhana Cakap Berbicara Bahasa Inggris

Pembiasaan berinfak ternyata menjadi sangat menyenangkan. Siswa terbiasa untuk berperilaku jujur pada diri sendiri maupun kepada orang lain. Infak Jumat menjadi salah satu praktik baik pembelajaran yang sangat bermakna. Tidak saja menumbuhkan pengetahuan semata, tetapi lebih menekankan pada pembentukan kepribadian dalam rangka membangun nilai-nilai agama yang bulat dan utuh. Dengan pembiasaan infak Jumat, siswa menjadi terbiasa untuk bersikap jujur, dan siswa semakin percaya diri. (bp1/zal)

Guru PAI SDN 1 Montongsari, Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya