alexametrics

Pembiasaan Bahasa Santun Bentuk Akhlak Siswa Generasi Z

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SISWA zaman now biasa disebut generasi Z. Ironisnya akhlak siswa generasi Z kerap dianggap kurang baik, salah satu penyebabnya pemakaian bahasa keseharian yang kurang santun. Baik bahasa siswa terhadap guru, siswa terhadap orang tua, dan siswa terhadap siswa lainnya.

Bahasa yang santun adalah bahasa yang bersifat positif, yang tidak menyinggung perasaan lawan bicara dan tata bahasanya pun diatur sedemikian rupa. Dalam keseharian, bahasa santun digunakan agar komunikasi dua orang atau lebih dapat berlangsung dengan baik. Jika tidak menggunakan bahasa santun, mustahil komunikasi akan terbangun dengan baik. Bahasa santun tersebut bisamenggunakan bahasa Indonesia, bahasa Jawa atau bahasa daerah setempat dan bahasa lainnya.

Sedangkan kata akhlak sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai muslim, akhlak adalah salah satu hal yang harus diperhatikan terutama dalam pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI dan BP). Siswa muslim senantiasa dianjurkan untuk memiliki akhlak yang baik dan menjauhi akhlak yang buruk. Sedemikian pentingnya akhlak dalam islam disebutkan juga dalam hadits bahwa Rasulullah SAW diutus kepada kaumnya dan seluruh umat di dunia adalah untuk memperbaiki akhlak manusia dimana saat itu akhlak masyarakat terutama masyarakat jahiliyah masih jauh dari perilaku akhlak yang terpuji.

Baca juga:  Meningkatkan Motivasi Belajar Munakahat Siswa melalui Video Akad Nikah

Salah satu tujuan PAI dan BP adalah mewujudkan siswa yang taat beragama, beraklak mulia, berpengetahuan, rajin ibadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, santun, disiplin, toleran dan mengembangkan budaya Islami dalam komunitas sekolah.

Bahasa yang santun di sekolah dapat dilakukan dengan cara: Pertama, penekanan pembinaan akhlak pada pelajaran Agama dengan menggunakan pendekatan yang mendorong siswa untuk menghayati nilai-nilai akhlak Islam termasuk berbahasa yang santun dan membiasakan penerapan dalam pergaulan sehari-hari. Kedua, peningkatan kualitas kegiatan ekstrakurikuler keagamaan melalui masjid/mushalla sekolah dengan memperbanyak materi akhlak, khususnya akhlak berbicara. Ketiga, pemberian materi bahasa santun pada materi pelajaran bahasa Indonesia, bahasa Jawa/bahasa Daerah dan bahasa Inggris. Keempat, Kegiatan ekstrakurikuler diberi tugas untuk mengembangkan komunikasi dengan bahasa santun. Kelima, peningkatan guru dan karyawan dalam berbahasa santun yang dapat diteladani siswa. Keenam, pemasangan plakat-plakat yang mendorong warga sekolah untuk menggunakan bahasa yang santun. Ketujuh, menciptakan kerjasama antara sekolah dengan masyarakat sekitaryang bertujuan untuk membiasakan siswa berbahasa yang santun mulai dari lingkungan sekitarnya.

Baca juga:  Metode KBM Online Menggunakan Whatsapp Group dan Video Call

Hambatan penggunaan bahasa santun lebih banyak disebabkan oleh faktor kurikulum yang sangat padat dan faktor luar yang sangat deras mempengaruhi siswa serta sebagian orang tua yang masih kurang memberikan perhatian pada sikap siswa.

Optimalisasi terhadap kegiatan keagamaan dengan fokus pembinaan berbahasa santun merupakan strategi yang baik dalam peningkatan kualitas pembiasaan berbahasa yang santun di kalangan siswa terutama di SMPN 2 Wonopringgo.

Pembiasaan bahasa yang santun di sekolah dapat dijadikan jembatan pertama menuju pembentukan siswa SMPN 2 Wonopringgo yang berakhlakul karimah. Sosok siswa yang beraklakul karimah ditampakkan secara nyata melalui pembiasaan penggunaan bahasa yang santun dalam keseharian mereka. (bp1/ida)

Guru PAI dan Budi Pekerti SMP Negeri 2 Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan

Baca juga:  Manfaatkan Media Youtube untuk Mendeklamasikan Puisi

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya