alexametrics

Metode Picture by Picture dalam Memahami Benda-benda di Sekitar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Siswa sekolah dasar (SD) tergolong pada rentang umur usia dini. Dalam usia tersebut karakteristik dari masing-masing siswa berbeda. Keunikan tersebut akan menjadi lebih baik apabila didorong dengan optimalisasi dari potensi masing-masing siswa. Optimalisasi potensi siswa dapat dimulai dengan memberikan ruang kelas yang aktif sehingga siswa tidak hanya akan menerima asupan materi dari guru melainkan turut aktif mengolah asupan tersebut dengan berpikir kritis.

Dalam subtema 3 mengenai materi benda di sekitar yang ada di jenjang sekolah kelas tiga contohnya, dapat dikreasikan ruang aktif bagi siswa. Materi ini sarat akan implementasi dalam kehidupan sehari-hari. Pencapaian cara berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif akan tercapai dengan pengembangan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Ragam strategi pembelajaran akan menjadi penunjang bagi siswa memahami lebih jelas dan memberi pengalaman belajar menyenangkan.

Baca juga:  Kampanye Anti-HIV/ AIDS dengan Pembuatan Bookmark

Proses penyampaian materi yang dilakukan untuk materi benda yang ada di sekitar di kelas III SD Negeri Wonotingal Semarang selama ini dilakukan dengan metode ceramah. Dampaknya membuat siswa kurang tertarik untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar. Dalam jenjang sekolah dasar (SD) apalagi siswa berada dalam kelas 3, mereka akan menyukai pembelajaran yang interaktif dan memberi ruang gerak untuk turut serta. Hal ini sesuai dengan proses pembelajaran yang diharapkan dalam pendidikan masa kini. Keaktifan siswa akan memberikan pengaruh pemahaman yang lebih atas materi yang disampaikan.

Strategi yang dapat dilakukan oleh guru untuk mengondisikan kelas agar siswa turut aktif dalam proses pembelajaran yakni dengan menerapkan metode picture by picture. Metode picture by picture merupakan model belajar yang menggunakan gambar dimana gambar tersebut dipasangkan atau diurutkan. Dalam metode ini guru menggunakan gambar tersebut untuk membantu menjelaskan materi dan memfasilitasi siswa untuk aktif mengikuti pembelajaran. Keaktifan siswa tersebut terjadi ketika siswa diminta untuk menyebutkan benda yang ada di sekitar dan melakukan eksplorasi terhadap benda tersebut. Eksplorasi terhadap benda di sekitar akan dilakukan siswa dengan pendekatan saintifik. Pendekatan ini terdiri atas mengamati, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan.

Baca juga:  Pembelajaran Berbasis Masalah Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Mendiagnosa Sistem Rem

Langkah yang dapat dilakukan guru untuk menggunakan metode ini yaitu: (1) guru membuat atau menyediakan gambar benda di sekitar yang beragam, (2) siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok, masing-masing kelompok terdiri atas 3-4 siswa, (3) siswa diminta untuk mengelompokan gambar yang merupakan benda dan bukan benda secara berkelompok, (4) siswa diminta untuk memilih 2 benda yang telah dikelompokan tersebut untuk diamati terkait keberadaan, kebermanfaatan, adakah benda yang dapat menggantikan dan lain sebagainya yang merupakan kegiatan melatih siswa untuk berpikir kritis dan kreatif, (5) siwa diminta untuk membacakan hasil diskusi tersebut di depan kelas, di sini guru memberikan kesempatan kelompok lain untuk menyimak dan bertanya, dan (6) guru memberikan apresiasi terhadap hasil kerja dan diskusi siswa.

Baca juga:  E-Learning dalam Pembelajaran Jarak Jauh IPA saat Pandemi Covid-19

Penerapan metode picture by picture, pembelajaran mengenai benda yang ada di sekitar, sejatinya bertujuan untuk memberikan bekal kepada siswa kelas III SD Negeri Wonotingal untuk menemukan pengetahuan mengenai kepekaan dan pemahaman atas informasi benda tersebut dapat tercapai secara lebih efektif. (ips1/ton)

Guru SD Negeri Wonotingal Kota Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya