alexametrics

Metode Jigsaw Tingkatkan Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran Materi Tumbuhan Sumber Kehidupan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah dasar merupakan mata pelajaran terpadu. Belum ada klasifikasi khusus ke dalam mata pelajaran kimia, biologi, dan fisika. Proses pembelajaran IPA di jenjang ini memberi pengalaman belajar secara langsung sehingga diharapkan siswa mampu memahami dan kreatif berpikir mengenai alam secara ilmiah. Tujuan pembelajaran akan tercapai apabila proses pembelajaran yang dilakukan menuntun siswa untuk aktif dan kreatif di dalam kelas.

Salah satu cara yang dapat mengondisikan siswa untuk mengikuti proses pembelajaran secara aktif yakni dengan mengembangkan kegiatan belajar-mengajar. Proses pembelajaran diarahkan berbasis student center learning sehingga siswa dibimbing untuk turut melakukan kegiatan pembelajaran. Metode pembelajaran yang dapat diimplementasikan untuk memberikan ruang aktif kepada siswa yaitu metode jigsaw. Metode pembelajaran jigsaw merupakan metode pembelajaran kooperatif yang menjembatani guru untuk mengaitkan materi yang disampaikan dalam pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari sehingga dapat memberikan kesan pembelajaran yang bermakna. Berdasarkan hasil pengembangan Elliot Aronson, dalam metode jigsaw siswa tidak saja memahami dan belajar materi yang disediakan oleh guru, namun juga dituntut untuk bisa menjelaskan materi yang disediakan kepada setiap anggota yang ada di grup belajar. Kunci dari pembelajaran model jigsaw adalah pada keaktifan siswa dalam pembelajaran dan pembuatan grup belajar kecil yang terdiri dari 3-5 siswa.

Baca juga:  Belajar Ekonomi Kreatif Membuat Bucket Bunga Menjadi Lebih Menarik dengan Group Investigation

Dalam pembelajaran IPA, metode jigsaw dapat dilakukan pada materi tumbuhan sumber kehidupan. Dalam materi tersebut siswa akan menelaah secara detail mengenai manfaat bagian-bagian dari tumbuhan berawal dari akar, batang, daun, buah, dan bijinya. Dalam penerapannya, bagian-bagian tersebut yang akan menjadi nama kelompok dan penyebutan manfaat bagian oleh kelompok tersebut. Di dalam pembelajaran hal yang perlu digarisbawahi oleh guru adalah menyelipkan pentingnya menjaga kelestarian tumbuhan agar tetap terjaga.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh guru dalam pembelajaran menggunakan metode jigsaw adalah sebagai berikut: pertama, guru membagi siswa ke dalam lima ‘tim ahli’ yaitu tim akar, batang, daun, buah, dan biji. Kedua masing-masing tim menunjuk salah satu rekannya untuk menjadi tuan rumah yang siap menerima tamu. Ketiga, siswa dalam satu tim mendiskusikan manfaat dari bagian tumbuhan yang menjadi nama tim mereka. Misalkan tim akar maka tim tersebut akan menyebutkan manfaat dari akar dalam kehidupan sehari-hari kepada tim lainnya. Keempat, apabila telah selesai melakukan diskusi siswa melakukan kunjungan ke tim lain, misalkan tim akar maka tim mereka akan berkunjung ke tim batang, daun, buah, dan biji dengan meninggalkan tuan rumah sebagai perwakilan tim ahli untuk menjelaskan hasil diskusi ke rekan yang mengunjungi tim tersebut. Kelima, apabila kunjungan ke tim lain telah selesai, rekan yang melakukan kunjungan memberikan penjelasan hasil kunjungan ke tim lain kepada tuan rumah. Keenam siswa memberikan hasil kunjungan berupa laporan dari manfaat bagian tumbuhan akar, batang, daun, buah, dan biji kepada guru.

Baca juga:  Menggairahkan Belajar IPA melalui PBL dengan Yel-Yel

Keaktifan siswa tersebut bermuara pada arahan dan bimbingan guru terhadap hasil diskusi dan hasil kunjungan kepada tim lain. Selain itu, guru juga memberikan ruang kepada siswa untuk saling bertukar pendapat atas hasil diskusi masing-masing tim ahli. Hal ini untuk melatih siswa belajar dan bekerja sama.

Sejatinya terdapat beragam cara yang dapat ditempuh oleh guru untuk mengondisikan kelas agar siswa aktif dan kreatif. Bahkan sebenarnya dengan kegiatan ceramah dan tanya jawab kelas dapat terasa aktif apabila guru dapat menstimulus siswa untuk bertanya dan menjawab berdasarkan pendapat mereka. Penerapan metode jigsaw dalam salah satu materi di jenjang sekolah dasar kelas 6 yakni tumbuhan sumber kehidupan hanyalah contoh kecil dari pengondisian kelas agar siswa turut aktif dalam proses pembelajaran. (ips1/lis)

Baca juga:  Pendidikan Karakter Ekstra Pramuka pada Pembelajaran PPKn

Guru SD Negeri Ngaliyan 01

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya