alexametrics

Supervisi dengan Bim-In Tingkatkan Kemampuan Guru dalam Pembelajaran PBL

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Berdasarkan kondisi riil yang ada di SDN 1 Pandu Senjaya Pangkalan Lada Kabupaten Waringin Barat, dari 8 rombongan belajar yang diampu oleh 10 guru kelas menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas hasilnya relatif masih rendah. Hasil kondisi awal menunjukkan dari 10 guru, 60% atau 6 orang kemampuannya masih kurang dan cukup dan yang 40% atau 4 orang cukup baik. Permasalahan tersebut menurut penulis sebagai kepala sekolah perlu dicarikan solusi pemecahannya. Karena itu, penulis mengupayakan pemecahan masalahnya melalui penelitian tindakan sekolah (PTS) di SDN 1 Pandu Senjaya Pangkalan Lada Kabupaten Waringin Barat.

Asumsi penulis adalah PBL dapat diterapkan dalam kurikulum pada semua mata pelajaran dan semua kelas. Pendekatan pembelajaran PBL secara garis besar langkah-langkahnya adalah : a) kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, dan mengkontruksi sendiri pengetahuan dan ketrampilan barunya b). laksanakan sejauh muyngkin kegiatan inquiri untk semua topik. c) kembangkan sifat ingin tahu siswa dxengan bertanya d) ciptakan masyarkat belajar e) hadirkan model sebagai contoh pembelajaran. f) melakukan penilaian yang sebenarny dengan berbagai cara. g) lakukan refleksi di akhir pertemuan. Dalam penerapannya guru memerlukan bibingan secara intensif dari kepala sekolah. Seperti dinyatakan Purwanto (2003: 170), bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada seorang individu dari setiap umur, untuk menolong individu dalam mengatur kegiatan-kegiatan hidupnya mengembangkan pendirian /pandangan hidupnya, membuat putusan-putusan, dan memikul beban hidupnya sendiri.

Baca juga:  Pembentukan Kepemimpinan Murid (Student Agency) dalam Pembelajaran

Dalam tahap perencanaan disiapkan hal-hal berikut: (1) menyiapkan bahan, inventarisasi kebutuhan, dan inventarisasi masalah/kesulitan guru di SDN 1 Pandu Senjaya, (2) Berdiskusi dengan guru di SDN 1 Pandu Senjaya tentang hal-hal yang dapat dilakukan untuk peningkatan kompetensi guru, komponen-komponen RPP, dan pembelajaran problem based learning, (3) menyiapkan jadwal pelaksanaan bimbingan intensif, (4) menyiapkan bahan dan alat yang dibutuhkan dalam pelaksanaan bimbingan intensif berupa RPP tematik.

Berdasarkan pelaksanaan tindakan empat langkah PTS di SDN 1 Pandu Senjaya yang meliputi perencaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi dapat disimpulkan hasilnya sebagai berikut: 1) Melalui pembelajaran PBL dengan bimbingan intensif secara kelompok dan individu dapat meningkatkan kompetensi guru secara signifikan dari kondisi awal tarap serap 63% ke siklus I tarap serapnya 77% dan pada siklus II meningkat menjadi 87% ada peningkatan dari kondisi awal ke siklus II sebesar 24%. 2) Dengan bimbingan intensif secara kelompok dan individu dapat meningkatkan kemampuan menyusun RPP berbasis PBL dari kondisi awal tarap serap 61% ke siklus I tarap serapnya 79% meningkat lagi pada siklus II sebesar 89% ada peningkatan dari pra siklus ke siklus II sebesar 28%. 3) Dengan bimbingan intensif secara kelompok dan individu dapat meningkatkan kemampuan guru melaksanakan pembelajaran berbasis PBL dari kondisi awal tarap serap 62% ke siklus I tarap serapnya 80% meningkat lagi pada siklus II sebesar 88% ada peningkatan dari kondisi awal ke siklus II sebesar 26%. (ips2.2/ton)

Baca juga:  Evaluasi Program Supervisi Kepala Sekolah

Kepala SDN 1 Pandu Senjaya, Kabupaten Waringin Barat

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya