alexametrics

Hafalan Alquran Menyenangkan dengan Metode Takrir

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Membekali anak dengan pendidikan agama sejak dini dapat menjadikan seorang anak tetap kokoh pada pendiriannya dan tidak mudah goyah terhadap segala godaan perbuatan negatif. Dengan pengetahuan keagamaan yang dimiliki, anak dapat memilah-milah mana yang baik-buruk, benar-salah dalam bergaul dan bersosialisasi. Sekarang ini, banyak anak-anak terutama usia remaja yang belum memahami tentang ilmu pendidikan agama secara utuh sehingga banyak dari mereka kehilangan kontrol diri dalam lingkungan pergaulannya.

Pendidikan agama di dalam kelas harus dijadikan penguat bagi kegiatan ekstrakurikuler keagamaan sehingga nilai-nilai agama yang menjadi pondasi anak-anak semakin kokoh. Permasalahan yang dihadapi peserta didik kelas 1 SD Negeri 02 Pecakaran Wonokerto pada KD Melafalkan Q.S Al-Fatihah dan Q.S Al-Ikhlas dengan benar dan jelas masih sulit dipahami dan tirukan oleh anak. Karena mereka masuk kelas 1 berasal dari berbagai jenis sekolah, para murid baru memiliki riwayat hidup yang tidak sama (dalam masalah ngaji). Sehingga membelajarkan materi ini sangat sulit diterima anak dan berpengaruh pada hasil belajar mereka.

Baca juga:  Hasil Belajar Bahasa Indonesia Meningkat dengan PBL

Maka penulis menerapkan pembelajaran metode takrir. Metode takrir adalah mengulang, hafalan, baik masih menambah maupun sudah tidak menambah (Makhyaruddin, 2013: 257). Mentakrir yang benar adalah mendahulukan hafalan yang baru, kemudian hafalan yang lama. Maksud hafalan yang baru adalah hafalan yang selalu butuh untuk diingatkan. Mengulang yang baik bukanlah mengulang yang lancar, melainkan yang tidak putus atau terus-menerus karena lebih menunjukkan ikhlas. Adapun hafalan yang diulang dapat dikelompokkan menjadi hafalan yang baru dan hafalan yang lama. Membaca Alquran secara rutin dan berulang-ulang akan memindahkan surat-surat yang telah dihafal dari otak kiri ke kanan. Diantara karakteristik otak kiri adalah menghafal dengan cepat, tetapi cepat pula lupanya. Sedangkan karakteristik otak kanan adalah daya ingat yang memerlukan jangka waktu yang cukup lama guna memasukkan memori ke dalamnya. Sementara dalam waktu yang sama otak kanan juga mampu menjaga ingatan yang telah dihafal dalam jangka waktu yang cukup lama pula.

Baca juga:  Menarik Minat Belajar Siswa Kelas Rendah dengan Alat Peraga Kartu Huruf

Untuk menunjang keberhasilan dari penerapan metode takrir dalam menghafal Alquran, ada beberapa tahapan yang harus dilaksanakan, diantaranya adalah sebagai berikut: Satu, Baca satu ayat terlebih dahulu, lalu hafalkan satu ayat tersebut, Kedua, Ulangi sampai beberapa kali satu ayat tersebut sampai benarbenar hafal dan lancar. Ketiga, Jika sudah benar-benar hafal ayat yang pertama, maka lanjutkan ke ayat yang kedua. Keempat, Baca dan hafalkan lagi ayat yang kedua tersebut sampai benarbenar lancar. Kelima, Jika sudah benar-benar lancar, maka ulangi lagi ayat yang pertama dan kedua tersebut. Keenam, Lanjutkan ke ayat yang ketiga , baca dan hafalkan berulang-ulang sampai benar-benar lancar.

Membiasakan anak dengan model hafalan Alquran diatas secara menyenangkan akan mendorong aktifitas ini akan menjadi pembelajaran mempercepat hafalan bagi siswa. Bukan hal mudah, namun dengan memberi teladan dan sering melakukannya bersama- sama setiap hari akan memperingan pembelajaran hafalan, dan berpengaruh pada hasil belajar anak yang maksimal. (fbs1/aro)

Baca juga:  Belajar Menyenangkan dengan TTS Lempar

Guru Kelas 1 SD Negeri 02 Pecakaran, Kec. Wonokerto, Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya