alexametrics

Mudah Pahami Teks Tembang dengan Google Classroom

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN Teks Tembang merupakan salah satu materi bahasa Jawa. Materi ini memiliki tujuan peserta didik paham isi teks tembang. Perlu strategi tepat untuk mencapai tujuan tersebut.

Selama ini. pembelajaran materi ini di SMA Negeri 1 Cepu berlangsung lebih terpusat kepada guru. Peserta didik menjadi sangat bergantung kepada guru dan tidak terbiasa mencari alternatif penyelesaian masalah lain yang tidak disampaikan oleh guru. Apalagi pembelajaran daring yang sifatnya tanpa arahan guru. Perlu pemilihan aplikasi yang cocok agar tujuan pembelajaran tercapai.

Teks tembang (Zahra, S.Pd: 2018, 2 ) merupakan salah satu warisan budaya Jawa yang sangat terkenal. Tembang (macapat) merupakan puisi tradisional dalam bahasa Jawa yang disusun dengan menggunakan aturan tertentu. Tembang dapat bermakna ‘syair, gubahan, kidung’, atau ‘nyanyian’.

Untuk mencapai tujuan memahami teks tembang perlu tahapan pasti saat pembelajaran. Observasi pemakaian Google Classroom saat mempelajari teks tembang ini benar-benar menjawab soal. Kesulitan peserta didik saat memahami isi tembang dapat diatasi.

Baca juga:  Mengatasi Kesulitan Membaca dengan Membaca Tanpa Mengeja

Menurut Tim Detiknet Senin, 13 Juli 2020 menerangkan Google Classroom adalah aplikasi belajar dan mengajar. Semua orang yang berusia di atas 13 tahun dan memiliki akun Google dapat langsung menggunakannya. Aplikasi ini menjadi salah satu sarana untuk belajar dan mengajar. Aplikasi ini bisa meningkatkan produktivitas anak serta pengajar walaupun secara virtual. Pengajar bisa membuat kelas, memberikan tugas, mengirim masukan dan melihat semua dalam satu aplikasi. Dengan begitu komunikasi belajar dan mengajar bisa lancar.
Ada tiga pilihan akun yang diberikan, yakni akun sekolah, akun Google pribadi, atau akun G suite (perusahaan).Pertama-tama instal aplikasi Classroom di Play Store atau App Store. Di komputer, silakan kunjungi classroom.google.com lalu klik ‘Buka Classroom’.Selanjutnya, masuk Google Classroom dengan Gmail. Kemudian, jika ada pesan datang, klik ‘Terima’. Lalu, jika Anda menggunakan akun G Suite untuk Pendidikan, klik Saya Seorang Siswa atau Saya Seorang Pengajar. Terakhir klik ‘Mulai’Pengajar di sini dapat membuat kelas. Sedangkan, siswa hanya dapat bergabung ke kelas yang dibuat oleh sang pengajar.

Baca juga:  Bahasa Jawa sebagai Sarana Pendidikan Karakter Anak

Saat belajar tembang menggunakan google classroom seperti yang diterapkan di SMA Negeri 1 Cepu, pengajar dapat secara bertahap dan terkontrol mencapai tujuan peserta didik paham isi teks tembang (macapat). Pertama, pengajar akan memberikan materi berupa dokumen. Setelah itu diadakan topik diskusi dengan peserta didik. Segala masalah bisa diselesaikan di topik diskusi. Ketiga setelah diskusi pengajar dapat memberikan tugas agar peserta didik lebih paham materi. Terakhir diadakan penilaian dengan form. Pengajar akan langsung dapat melihat hasil penilaiannya dan dari respon form juga bisa didapatkan analisis hasli penilaiannya.

Suasana Google Classroom seperti saat pengajar berada di kelas nyata. Hal ini berpengaruh pula pada hasil pembelajaran yang agar sesuai dengan harapan atau sebagian peserta didik memenuhi nilai ketuntasan minimum.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Menulis Aksara Jawa dengan Estafet Writing

Setelah diterapkan motode pembelajaran dengan Google Classroom dalam ulangan harian nilai peserta meningkat secara drastis dibandingkan dengan penilaian awal, hal ini dibuktikan dengan nilai seluruh siswa berada di atas KKM.

Dapat disimpulkan pemakaian Google Classroom sebagai aplikasi yang tepat digunakan oleh guru/pengajar akan memudahkan peserta didik memahami isi teks tembang. (fbs1/zal)

Guru Bahasa Jawa SMA Negeri 1 Cepu

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya