alexametrics

Metode STAD Tingkatkan Belajar Materi Globalisasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, METODE yang mendorong siswa untuk semangat belajar dan termotivasi untuk memecahkan kesulitan dan ketidakpahaman adalah metode Student Team Achievement Divisions (STAD). Metode ini adalah model pembelajaran paling mudah dan simpel pada tipe kooperatif. Dalam prosesnya siswa dibentuk dalam grup belajar yang memiliki anggota 4 hingga 5 orang heterogen, mulai beda gender, suku, agama, atau lainnya.

Model STAD adalah ruang lingkup pada pembelajaran kooperatif yang amat simpel dan paling mudah untuk dijalankan. Tipe STAD cocok untuk guru yang baru mengenal model pembelajaran kooperatif. Terutama materi tematik globalisasi yang diajarkan pada kelas VI SD ini, terkait materi melestarikan budaya lokal dan bangga terhadap produk dalam negeri.

Indikator materi ini adalah siswa memahami pengertian globalisasi, pengaruh dan dampak globalisasi, sikap hidup terhadap globalisasi. Tujuan kegiatan pembelajarannya adalah siswa mampu melestarikan budaya lokal dan siswa dapat mencintai produk dalam negeri. Untuk mencapai tujuan tersebut, pembelajaran metode STAD diharapkan akan mudah dipahami dan bisa membentuk karakter siswa yang cinta terhdap jatidirinya.

Baca juga:  Memahami Globalisasi Lebih Nyata melalui Portofolio

Langkah–langkah penerapan metode STAD sebagai berikut, pertama, presentasi tujuan dan motivasi. Penyampaian kelas adalah penjelasan materi berkaitan dengan globalisasi oleh guru secara ceramah dengan menggunakan lisan dan teks. Ini berpusat pada teori dan konsep pada mata pelajaran sedang dilaksanakan. Kedua, membuat grup belajar (teams). Grup belajar adalah elemen paling urgen dalam model STAD. Grup belajar dituntut untuk proaktif agar setiap anggota bisa berkembang dan memahami materi globalisasi secara solid agar pada sesi kuis bisa berjalan dengan lancar. Ketiga, tes dan kuis. Sesudah melakukan presentasi kelas oleh guru dan membentuk grup belajar untuk menguasai materi. Siswa akan memasuki sesi kuis secara mandiri (individual). Sebelum memberikan kuis, siswa akan dijelaskan bahwa kuis mandiri akan diberi poin pada tiap individu dan poin akan dijumlah. Jadi setiap kuis yang dilakukan siswa sangat bermakna bagi kesuksesan suatu grup untuk menang. Keempat, poin penghargaan individual. Penghargaan sangat bermanfaat untuk motivasi siswa agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal dan bisa untuk evaluasi belajar dari hasil sebelumnya. Poin akan dihitung berlandaskan pada nilai kuis, nilai dasar bisa diperoleh dari nilai kuis yang terbaru dari siswa. Kelima, penghargaan grup. Setiap grup akan diberi sebuah penghargaan bila bisa melampaui standar tertentu yang sudah ditetapkan. Penghargaan ditetapkan berdasarkan kebijakan bersama atau bisa hal lain sesuai inisiatif dan kreativitas guru.

Baca juga:  Konsentrasi Anak Didik Meningkat Melalui Bermain Musik Angklung

Meski begitu, kelemahan metode ini adalah jika guru lalai meminta siswa untuk selalu proaktif dan saling bekerja sama dalam grup. Ini bisa menyebabkan grup, bahkan kelas akan pasif dan kacau. Maka guru perlu memantau selama pembelajaran sampai berakhirnya waktu pembelajaran agar kelas tetap kondusif dan menyenangkan. Namun demikian, metode ini banyak faedahnya, jika dilaksanakan sesuai kaidah di antaranya bisa meningkatkan hasil belajar siswa. Cakupan peningkatan bisa dilihat pada nilai pada kuis. Siswa bisa memotivasi diri dalam belajar. Sebab model pembelajaran STAD bisa menambah percaya diri siswa. Salah satu keunggulan pembelajaran kooperatif ini bisa membuat siswa luwes dalam bersosialisasi dan meningkatkan hubungan setiap siswa dalam satu kelas. (fbs1/ida)

Baca juga:  Pentingnya Unggah-Ungguh dalam Penguatan Karakter Siswa

Guru Kelas VI SD Negeri 02 Blacanan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya