alexametrics

Ingat Pesan dari Bu Tejo : Dadi Guru Kui Mbok sing Solutif

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Terinspirasi dari semboyan Bu Tejo dalam film pendeknya yang fenomenal : Dadi wong kui mbok sing solutif. Artinya adalah jadi orang itu seharusnya bisa menyelesaikan masalah. Dari semboyan itu mengingatkan kita bahwa manusia pasti akan menemui banyak masalah, namun demikian kita tidak perlu mengeluh dalam menghadapinya. Berusaha lah yang keras dan cari solusinya agar masalah dapat diselesaikan.

Demikian pula dengan posisi guru di masa pandemi saat ini. Guru menghadapi banyak kendala dalam melaksanakan proses pembelajaran. Diharapkan guru tetap semangat dalam melaksanakan tugas mulianya di masa PJJ. Guru kui mbok sing solutif. Artinya guru jangan mudah menyerah dengan keadaan sulit saat ini.

Tugas mengajar yang biasanya dilakukan di depan kelas harus diganti di depan layar monitor. Pembelajaran virtual, guru harus belajar IT, belajar lagi cara menyajikan materi ajar melalui perangkat yang dipandang asing sebelumnya.

Baca juga:  Tingkatkan Keterampilan Speaking dengan Metode Demonstrasi

Berbagai usaha untuk menghadirkan suasana pembelajaran tatap muka telah dilakukan. Demikian pula yang dilakukan di SMP N 1 Kangkung. Pembelajaran virtual memaksa guru untuk kreatif menyajikann materi ajar, memilih media yang tepat serta metode yang sesuai dengan kondisi peserta didik. Dalam menyajikan materi, guru harus membuat media alternatif agar peserta didik tidak merasa bosan dalam belajar mandiri.

Pada materi keterampilan menulis to show the existence of things and people misalnya, peserta didik memerlukan penjelasan yang abstrak dari suatu benda. Untuk melatih keterampilan peserta didik dalam menunjukkan keberadaan benda dan manusia peserta didik umumnya diperintahkan oleh guru untuk melihat gambar-gambar yang tersedia di buku paket. Sementara itu kondisi buku paket umumnya dua dimensi dan imajinatif tidak mewakili kondisi benda nyata yang akan di bahas. Ditambah lagi dengan kualitas kertas buku yang kurang baik dan tidak berwarna. Ini menjadi permasalahan bagi sebagian peserta didik dalam belajar.

Baca juga:  Guru Membuat Video Pembelajaran Inovatif melalui IHT

Media rekaman video singkat menjadi solusi dalam menyelesaikan masalah ini. Media rekaman video pendek ini adalah media guru untuk mendukung materi nyata dan faktual sesuai tuntutan kurikulum saat ini. Guru menciptakan karya rekaman video sederhana untuk menambah imajinasi kondisi benda dan orang sungguhan yang dimaksud. Guru dapat menghadirkan berbagai benda dan manusia ke dalam pembelajaran virtual mereka dengan media bantu. Guru tidak perlu lagi mengajak peserta didik untuk jalan-jalan di pasar, di peternakan atau suasana lainnya yang sesungguhnya belum memungkinkan. Guru cukup merekamnya dengan durasi waktu dua hingga lima menit lalu memberikan keterangan sesuai materi ajar, pembahasan yang relevan dan contoh tulisan yang mendiskripsikan keberadaan benda-benda dan manusia yang ada didalam video singkat itu. Dengan perlakuan ini peserta didik tentu akan lebih memahami konteks faktual dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan selanjutnya. Indikator keberhasilannya adalah kemampuan peserta didik dalam menulis teks kalimat yang menunjukkan keberadaan benda dan orang dapat meningkat.

Baca juga:  Mudah Belajar Ungkapan Setuju dan Tidak Setuju melalui LT

Masih banyak permasalahan-permasalahan yang dihadapi namun demikian guru harus tetap solutif. Pemanfaatan rekaman video singkat itu diharapkan menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi. (pai1/ton)

Guru Bahasa Inggris SMP N 1 Kangkung

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya