alexametrics

Pembelajaran Matematika Bermakna dengan Metode Inkuiri Terbimbing

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Tujuan pendidikan antara lain memberikan bekal kemampuan membaca, menulis dan berhitung (Mikarsa, 2007;1.14). Berkaitan dengan keterampilan berhitung tidak lepas dengan pembelajaran matematika. Sayangnya, sebagian besar siswa di SD Negeri Pringapus, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung tidak berminat pada matematika. Mereka menganggap matematika adalah pelajaran yang sulit. Hal ini disebabkan karena keterampilan berhitung siswa kurang. Terlebihi bila mereka mendapat nilai di bawah rata-rata. Kalau keadaan ini berlarut-larut, maka sepanjang masa pendidikan mereka menganggap matematika menjadi pelajaran paling menyeramkan.

Secara umum ahli psikologi mengaitkan minat dengan motivasi. Minat merupakan aspek penting motivasi yang mempengaruhi perhatian, belajar, berpikir dan berprestasi (Pintrich dan Shuck, 1996 dalam Mikarsa, 2007;3.3) Peran pendidik dapat menentukan minat siswa terhadap matematika. Pada umumnya pendidik dalam pembelajaran matematika sasaran utamanya adalah target pencapaian materi pembelajaran dan kurang memperhatikan pada proses. Materi-materi dan keterampilan-keterampilan baru terus-menerus ditambahkan, tetapi konsep-konsep matematika kurang dikaitkan dan kurang diintegrasikan. Seharusnya pembelajaran bermakna diberikan untuk mengawali kegiatan belajar, dan selanjutnya latihan diberikan. Pembelajaran bermakna akan membuat materi pembelajaran menjadi menarik, bermanfaat dan menantang. Sehingga menimbulkan minat siswa untuk senang terhadap matematika. Sedangkan latihan akan membuat siswa terbiasa terhadap penerapan konsep, sehingga konsep dipahami dan tertanam dengan baik dalam pikiran siswa.

Baca juga:  Media Audio Visual yang Mengasyikkan bagi Siswa

Salah satu metode pembelajaran matematika yang bermakna adalah metode inkuiri terbimbing. Inkuiri terbimbing adalah suatu kegiatan pembelajaran di mana guru membimbing siswa-siswanya dengan menggunakan langkah-langkah yang sistematis. Sehingga mereka merasa menemukan sesuatu (Muksetyo, 2007;1.35). Apa yang diperoleh siswa di SD Negeri Pringapus bukanlah temuan-temuan baru bagi guru, tetapi bagi siswa dapat mereka rasakan sebagai temuan baru. Agar siswa dapat mengetahui, memahami proses penemuan, mereka perlu dibimbing antara lain dengan menggunakan pengamatan dan pengukuran langsung atau diarahkan untuk mencari hubungan dalam wujud pola.

Pengalaman penulis terbukti metode inkuiri terbimbing dan media sederhana dapat menumbuhkan minat serta meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika kelas VI di tempat penulis mengajar. Penulis memilih kompetensi dasar menghitung keliling dan luas lingkaran dengan materi pokok menghitung keliling lingkaran. Penulis melakukan dua pembelajaran untuk membuktikan pengaruh metode inkuiri terbimbing dan media sederhana dalam menumbuhkan minat serta meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Penulis menetapkan indikator lima aspek tolok ukur tumbuhnya minat siswa, yaitu siswa kurang antusias dalam pembelajaran, perhatian siswa dalam pembelajaran, aktifitas dalam pembelajaran, ketertarikan siswa dalam pembelajaran, peran serta siswa dalam pembelajaran.

Baca juga:  LMS Scholoogy di Era Pembelajaran Jarak Jauh

Pembelajaran pertama penulis memilih metode inkuiri terbimbing, tanya jawab, demonstrasi, latihan, diskusi, penugasan dan media bangun lingkaran dari kertas BC. Sengaja penulis memilih media tersebut sebagai perbandingan pada pembelajaran ke 1 dan ke 2. Ternyata hasil pengamatan menunjukkan bahwa hasil belajar siswa rata-rata kelas 53 di bawah KKM. Sedangkan KKM Matematika sebesar 60. Jumlah siswa kelas VI= 26 siswa, dengan persentase ketuntasan 54 persen tuntas sebanyak 14 siswa, sedangkan 12 siswa atau 56 persen belum tuntas.

Penulis memperbaiki pembelajaran kedua dengan metode inkuiri terbimbing, tanyajawab, demonstrasi, latihan, diskusi, penugasan dan penggunaan media sederhana seperti simbal, tampah yang penulis dapatkan di sekolah, kaleng biskuit monde besar, jam dinding, tutup panci, piring, tutup toples, mangkok, cetakan bolu, tutup teko, panci magic com, ember plastik, ceteng, piring anak, kertas BC berbentuk lingkaran dengan diameter=7 cm dan 28 cm penulis persiapkan dari rumah. Hasil belajar siswa mencapai rata-rata kelas 75 di atas KKM. Adapun KKM matematika 60, dengan persentase ketuntasan 92 persen. Artinya, dari 26 siswa yang tuntas sebanyak 24 siswa, sedangkan 2 siswa atau 8 persen belum tuntas. (ips2.2/aro)

Baca juga:  Strategi Peer Lesson Tingkatkan Hasil Belajar Matematika

Guru SD Negeri Pringapus, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya