alexametrics

Model Daring dan Luring Genjot Pembelajaran Masa Pandemi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MASA covid 19 sekarang ini banyak membuat kegiatan ekonomi masyarakat menjadi terhambat. Banyak orang tua yang menjerit karena diberhentikan dari pekerjaan dengan adanya pengurangan karyawan pabrik. Sebagian besar orang tua kebingungan sementara pembelajaran di sekolah semuanya membutuhkan biaya yang banyak. Terutama di masa pandemi covid 19 ini berdampak juga pada kegiatan belajar-mengajar di berbagai lembaga Pendidikan baik sekolah maupun madrasah yang semula tatap muka di kelas, bergeser menjadi pendidikan jarak jauh (PJJ) dalam jaringan (daring) dengan sistem online (langsung) maupun offline (tunda).

Hal ini juga membuat dunia kalangan pendidikan carut marut. Terutama para guru yang mengajar di pedesaan. Hal ini juga terjadi di SDN 2 Candiroto. Banyak guru yang resah bagaimana pembelajaran bisa berlangsung dan materi tersampaikan. Penulis sebagai guru kelas VI berusaha mencari solusi agar materi pembelajaran bisa tersampaikan tetapi tidak melanggar peraturan pemerintah yang berkaitan dengan protocol covid 19. Kemudian guru mengadakan kegiatan pembelajaran menggunakan Daring dan Luring untuk mensiasati pembelajaran masa pandemi covid 19.
Berdasarkan situasi covid ini kemudian pemerintah menyikapi pendidikan di sekolah dasar dan menengah diatur berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 119 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Bab I Pasal 1. (1) berbunyi Pendidikan Jarak Jauh yang selanjutnya disebut PJJ adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui penerapan prinsip-prinsip teknologi pendidikan/pembelajaran.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Teks Narasi dengan Model Pembelajaran Picture and Picture

Untuk mengantisipasi situasi pembelajaran ini guru kelas VI, utamanya di SDN 2 Candiroto, Kendal, mengembangkan kompetensi ketrampilan dalam menggunakan media Daring dan Luring. Daring artinya dalam jaringan. Guru bisa mengirimkan pembelajaran melalui video pembelajaran, atau rekaman suara (voice) atau bisa juga melalui Zoom kelas VI. Daring ini harus menggunakan media Handphone (HP) atau Laptop melalui Whatshapp (WA). Sedangkan Luring adalah Luar Jaringan., artinya bila tidak ada HP maka menggunakan penugasan berbentuk tugas yang di copi dan dibagikan dari guru ke siswa. Luring bisa dilaksanakan karena situasi dan kondisi misalnya tidak memiliki HP atau jauh dari jaringan.

Guru melaksanakan langkah-langkah Daring dan Luring sebagai berikut: Guru menjelaskan tentang pembelajaran Daring dan Luring. Guru mendata siswa yang memiliki HP sendiri, HP yang di pegang orang tua, ataupun lokasi rumah yang jaringan sinyal tidak terjangkau. Guru membentuk kelompok belajar siswa terdiri dari 3-4 orang. Guru Mengirimkan tugas melalui Group Whatshapp. Siswa mengumpulkan tugas tiap pagi ke sekolah dikumpulkan oleh ketua kelompok. Setelah dinilai guru menghubungi ketua kelompok untuk mengambil buku tugas atau guru langsung membagikan ke kelompok belajar sekalian home visit. Guru mengirimkan format nilai ke group sehingga semua siswa bisa melihat nilai yang diperoleh.

Baca juga:  Integrasi Literasi Sains Tingkatkan Hasil Belajar Siswa

Ternyata setelah guru melaksanakan proses pembelajaran melaui Daring dan Luring bisa menambah keakraban antara guru, siswa, dan orang tua. Terbukti banyaknya orang tua yang menanggapi adanya tugas Daring dan Luring secara baik. Orang tua yang tadinya resah tidak punya HP menjadi lega karena adanya belajar kelompok. Semoga Model Daring dan Luring di SDN 2 Candiroto bisa menginspirasi bagi semua kalangan guru dan orang tua. (ips2/zal)

Guru SDN 2 Candiroto, Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya