alexametrics

Tingkatkan Prestasi Belajar Siswa dengan MGF

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN daring saat ini diperlukan guna pencegahan Covid-19. Hal ini dimaksudkan agar tidak menular dan terjadi klaster baru yang makin membesar dan meresahkan masyarakat. Dinas pendidikan mengatur untuk belajar dari rumah. Pemilihan media pembelajaran online yang tepat untuk pembelajaran daring diperlukan kolaborasi antara sekolah, guru dan kepala sekolah dengan orang tua siswa. Di SMP Negeri 1 Brati Kabupaten Grobogan memilih media pembelajaran online dengan aplikasi WhatsApp Group (WAG).

Kegiatan pembelajaran daring di kelas IX SMP Negeri 1 Brati Kabupaten Grobogan dengan mengirim materi maupun penugasan melalui WAG kelas setiap hari. Materi dapat dikirimkan ke siswa dalam bentuk file Microsoft Office Word, berupa foto rangkuman atau foto sebagian bacaan dari buku paket, atau berupa video pembelajaran dari Youtube atau buatan guru mapel itu sendiri. Sedangkan penugasan khususnya pada mapel IPA menggunakan MGF (Media Google Form).

Baca juga:  Dengan Audio visual Tingkatkan Minat Belajar Siswa

Google Form atau Google Formulir adalah alat yang berguna untuk membantu merencanakan acara, mengirim survei, memberikan siswa atau orang lain kuis, atau mengumpulkan informasi yang mudah dengan cara efisien. Google Form dipilih karena tidak berbayar, mudah dibuka langsung melalui HP, dapat diakses kapan saja dimana saja dengan cepat, tidak memerlukan instalasi aplikasi tambahan, tidak membutuhkan banyak kuota data internet dan tidak perlu pengetahuan khusus untuk penggunaannya. Guru membagikan tautan formulir kepada siswa melalui WhatsApp, dan siswa mengikuti tautan yang diberikan guru, dengan klik tautan yang dimaksud, siswa bisa langsung mengerjakan tugas tersebut, dan klik kirim untuk mendapatkan nilai dari guru.
Media Google Form memberikan pilihan kepada guru untuk memberikan model penugasan yang disesuaikan dengan materi dan ketepatan serta kepraktisan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Model penugasan yang dapat dipilih antara lain pertanyaan dengan jawaban pilihan ganda, isian singkat, uraian, dan memilih jawaban satu/lebih dari satu berupa kuisoner. Tentu saja dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kekurangan penggunaan MGF pada pertanyaan bentuk jawaban singkat dan uraian adalah Google Form tidak dapat memeriksa jawaban siswa secara otomatis. Guru harus melakukan koreksi secara manual. Sedangkan pada tipe pilihan ganda, ada opsi kuis, sehingga jawaban siswa otomatis dicocokan dan nilai akhir akan muncul secara otomatis.

Baca juga:  Mendalami Sandhangan Swara melalui TGT

Dengan demikian guru harus pandai memilih model penugasan yang sesuai, selain itu guru harus membuat variasi soal yang baik. Walaupun hanya menjawab pertanyaan jawaban singkat, diharapkan kemampuan siswa menguasai suatu kompetensi dapat dicapai dengan baik. Pertanyaan dibuat dengan runtut sesuai dengan bab yang sedang dipelajari dan mampu menuntun siswa membaca secara urut materi yang ada di buku paket. Jawaban singkat dipilih, karena siswa harus membaca buku paket dan memahami materi yang diberikan melalui WAG untuk bisa menjawab. Siswa tidak bisa asal menjawab seperti pada soal pilihan ganda. Pada soal pilihan ganda, siswa dapat menjawab tanpa membaca buku bahkan tanpa tahu apa soalnya, jawaban dapat dipilih secara acak hanya untuk menggugurkan kewajiban mengerjakan tugas, tetapi tidak ada yang membekas dari tugas yang diberikan. Dengan menggunakan MGF, proses belajar IPA metode daring berjalan mudah, prestasi belajar siswapun dapat meningkat dengan pembelajaran yang bermakna. (dj2/ida)

Baca juga:  Pembelajaran IPA Menyenangkan selama Masa Pandemi

Guru IPA SMP Negeri 1 Brati Kabupaten Grobogan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya