alexametrics

Tingkatkan Aktivitas Belajar Bahasa Indonesia dengan Model Jigsaw

Artikel Lain

RADARRSEMARANG.ID, Pembelajaran secara umum adalah kegiatan yang dilakukan guru sehingga tingkah laku siswa berubah lebih baik. Pembelajaran adalah upaya guru menciptakan iklim dan pelayanan terhadap kemampuan, potensi, minat, bakat dan kebutuhan siswa yang amat beragam agar terjadi interaksi optimal antara guru dan siswa serta antarsiswa (Suyitno, 2004:2).
Peristiwa belajar yang disertai proses pembelajaran akan lebih terarah dan sistematik daripada belajar Yang hanya dari pengalaman dalam kehidupan sosial di masyarakat. Hal ini karena belajar dengan proses pembelajaran melibatkan peran serta guru, bahan belajar, dan lingkungan yang sengaja diciptakan. Dan mereka harus mengkoordinasikan.

Pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran oleh seorang siswa yang mampu mengajarkan kepada siswa lain. Mengajar teman sebaya memberikan kesempatan pada siswa untuk mempelajari sesuatu dengan baik pada waktu yang bersaman, ia menjadi nara sumber bagi siswa yang lain. Pengorganisasian pembelajaran dicirikan siswa yang bekerja dalam situasi pembelajaran kooperatif didorong untuk bekerjasama pada suatu tugas bersama, dan mereka harus mengkoordinasikan usahanya untuk menyelesaikan tugasnya. Mereka akan berbagi penghargaan bila mereka berhasil sebagai kelompok.

Baca juga:  Penilaian Teman Sejawat Tingkatkan Motivasi Pembelajaran Berpidato

Menurut Muslimin Ibrahim dkk (2000:6) ciri-ciri pembelajaran model kooperatif adalah siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajarnya. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Bilamana mungkin, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin berbeda-beda, penghargaan lebih berorientasi kelompok daripada individu.

Rendahnya aktivitas dan kreatifitas siswa dalam proses belajar mengajar dapat mengakibatkan proses pembelajaran menjadi kurang optimal. Sehingga materi yang disampaikan menjadi tidak tuntas. Hal itu juga terjadi pada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Kajen Kabupaten Pekalongan. Pada materi mengenali ciri fabel masih banyak siswa yang mendapat nilai di bawah KKM. Oleh karena itu guru harus bijak untuk mencari alternatif model pembelajaran yang lebih inovatif. Di sini penulis ingin menerapkan salah satu model pembelajaran kooperatif yang sesuai dengan materi yang disajikan yaitu model Jigsaw yang dapat meningkatkan aktivitas dan kreativitas belajar siswa, mau berlama-lama belajar dan tidak membosankan sehingga pembelajaran lebih bermakna dan menyenangkan.

Baca juga:  Mahir Menulis Puisi dengan Koreks

Langkah-langkah pembelajaran model Jigsaw sebagai berikut : kelompok cooperative (awal) siswa dibagi kedalam kelompok kecil yang beranggotakan 3-5 siswa, bagikan wacana atau tugas yang sesuai dengan materi yang diajarkan yaitu fabel alami dan fabel adaptasi. Masing-masing siswa dalam kelompok mendapatkan tugas yang berbeda-beda dan memahami informasi yang ada di dalamnya.

Kelompok ahli : kumpulkan masing-masing siswa yang memiliki wacana/tugas yang sama dalam satu kelompok sehingga jumlah kelompok ahli sesuai dengan wacana/tugas yang telah dipersiapkan oleh guru. Dalam kelompok ahli ini ditugaskan agar siswa belajar bersama untuk menjadi ahli sesuai dengan wacana/tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Tugaskan kepada semua anggota kelompok ahli untuk memahami dan dapat menyampaikan informasi tentang hasil dari wacana/tugas yang telah dipahami kepada kelompok cooperative; apabila tugas sudah selesai dikerjakan dalam kelompok masing-masing siswa kembali ke kelompok cooperative (awal) beri kesempatan secara bergiliran masing-masing siswa untuk menyampaikan hasil dari tugas dikelompok ahli. Apabila kelompok sudah menyelesaikan tugasnya secara keseluruhan masing-masing kelompok melaporkan hasilnya dan guru memberi klarifikasi.
Kesimpulan pada pembelajaran materi mengenali ciri fabel dengan menerapkan model pembelajaran jigsaw terlihat siswa kelas VII SMP Negeri 3 Kajen Kabupaten Pekalongan antusias dalam mengikuti pembelajaran. Siswa aktif dan asyik berdiskusi kelompok dan hasilnya sesuai dengan yang diharapkan, yaitu dapat meningkatkan aktivitas dalam belajar sehingga prestasi meningkat. (dj2/lis)

Baca juga:  Berpikir Kritis dan Kreatif dengan Penilaian Kinerja Berorientasi HOTS

Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 3 Kajen, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya