alexametrics

Terampil Berbahasa Arab melalui Ruang Belajar WhatsApp

Artikel Lain

RADARRSEMARANG.ID, Belajar dari rumah adalah istilah yang tidak asing lagi di dunia pendidikan. Hal itu berawal dari kebijakan Kemendikbud dalam rangka mencegah penyebaran wabah Covid-19. Proses pembelajaran dilaksanakan secara jarak jauh melalui online yang disebut dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring).

Belajar daring (online) dapat menggunakan digital seperti google clasroom, rumah belajar, zoom, vidio converence, telepon, atau live chact, dan lainya. Melalui sistem daring, para guru tetap harus menjalankan pembelajaran di rumah. Proses pembelajaran ini ternyata menemui banyak kendala di antaranya koneksi yang tidak stabil, siswa harus menyediakan kuota, orang tua belum tentu memahami IT dll. Tetapi jangan cemas ada salah atu model pembelajaran online yang sangat mudah dan sudah familiar yaitu menggunakan WhatsApp.

Baca juga:  Media Game Edukasi Quiziz Meningkatkan Keaktifan Siswa Masa Pandemi Covid-19

Penerapan pembelajaran melalui WhatsApp grup dipandang efektif dalam kondisi darurat, tidak memberatkan siswa maupun wali siswa baik dari koneksi, kuota maupun kecanggihanya, karena sudah familiar. Menurut Wikipedia, WhatsApp Messenger adalah aplikasi pesan untuk ponsel cerdas. WhatsApp Messenger merupakan aplikasi pesan lintas platform yang memungkinkan kita bertukar pesan tanpa pulsa, karena WhatsApp Messenger menggunakan paket data internet, Aplikasi WhatsApp Messenger menggunakan koneksi internet 3G, 4G atau WiFi untuk komunikasi data. Dengan menggunakan WhatsApp kita dapat melakukan obrolan daring, berbagi file, bertukar foto, dan lain-lain (Wikipedia, https://id.wikipedia.org/wiki/WhatsApp, diakses pada 1 September 2020).

Langkah pembelajaran jarak jauh menggunakan WhatsApp adalah: pertama, guru membuat skenario pembelajaran, meliputi tahap persiapan pembelajaran, guru mengecek kesiapan dan memantau keikutsertaan siswa dalam grup WhatsApp.

Baca juga:  Pembelajaran Bahasa Arab dengan Kata dan Frasa

Langkah kedua adalah kegiatan pembelajaran, yaitu pendahuluan meliputi sapa, salam, doa, motivasi, review materi sebelumnya, menjelaskan tujuan dan kegiatan yang akan dilakukan. Pada kegiatan ini secara bertahap guru menyapa siswa dengan kirim pesan atau rekam suara (voice note) dengan berbahasa Arab, dan siswa memberi respon berbahasa Arab juga dan seterusnya.

Selanjutnya pada kegiatan inti siswa mendengarkan dan mencermati materi kalam (berbicara) melalui video atau langsung dibacakan guru dengan voice note. Agar setiap tanya jawab dalam kalam benar-benar dipahami siswa, maka setiap potongan dialog dipraktikkan oleh semua siswa dengan teknik tanya jawab berantai, contoh guru bertanya pada siswa A : هل أنت تحبين الرياضة ؟ (Hal anti tuhibbinar riyadhah ?), kemudian si A menjawab : نعم, أنا أحب الرياضة (Na’am, ana uhibbur riyadhah). Selanjutnya, setelah siswa A menjawab, lalu ia bertanya pada siswa B dengan pertanyaan yang sama sampai ungkapan itu lancar diucapkan siswa, setelah itu lanjut ke bagian dialog berikutnya. Selanjutnya peserta didik mempraktikkan dialog tersebut secara berpasangan dengan menggunakan voice note.

Baca juga:  Media Termudah bagi Siswa SD pada PJJ adalah WhatsApp

Jadi kunci utama terampil berbicara berbahasa Arab (kalam) adalah banyak berlatih dan mempraktikkan secara langsung. Terampil berbicara bahasa Arab (kalam) melalui media WhatsApp dengan voice note siswa berperan aktif dalam proses belajar mengajar secara daring. Kegiatan belajar mengajar tersebut menjadi komunikatif dan menyenangkan. (dj1/ton)

Guru Bahasa Arab MAN 4 Bantul DIY

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya