alexametrics

Mengubah Puisi ke dalam Bentuk Prosa dengan Teknik Batu Siska

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN Bahasa Indonesia mempunyai ruang lingkup dan tujuan yang menumbuhkan kemampuan mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Pada dasarnya pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di sekolah dasar diarahkan untuk meningkatkan kepekaan perasaan siswa. Salah satu bentuk sastra yang dapat diapresiasi oleh siswa adalah prosa atau cerita. Dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia terdiri atas bahasa dan sastra yang mencakup materi puisi dan sastra.

Puisi merupakan karangan yang ditulis dengan bahasa yang singkat, padat, indah dan bermakna. Bentuknya terikat karena didalam puisi mempunyai aturan-aturan, yaitu : Diikat adanya bait, larik, jumlah suku kata tiap larik, sajak atau rima, dan irama atau pertentangan bunyi. Dalam puisi juga ada diksi yaitu pilihan kata yang digunakan. Karangan sealain puisi adalah prosa. Prosa adalah karangan biasa berbentuk paragraf-paragraf dengan bahasa yang runtut ,jelas dan terurai. Bahasanya terurai artinya kata disesuaikan dengan kalimat yang disisipi kata sehingga mudah dipahami.

Baca juga:  Lebih Asyik Menulis Puisi di Luar Kelas

Sebuah puisi dapat diubah menjadi sebuah prosa agar mudah dipahami. Pengubahan bentuk ini disebut dengan parafrasa. Puisi yang di parafrasakan hanya diubah bentuknya, sementara isi dan maknanya tetap.

Pembelajaran Parafrasa yang selama ini penulis terapkan sebelumnya di SD Negeri 02 Mojo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang di kelas VI adalah dengan menggunakan media contoh karya sastra prosa yang diberikan kepada peserta didik kelas VI namun hasilnya masih banyak peserta didik yang masih kurang memahami dalam memparafrasakan puisi tersebut. Mereka masih kesulitan dalam menuangkan ide dalam menuliskan kembali kata-kata yang sulit, dan belum mampu dalam menerapkan tahapan menulis prosa yang tepat.

Berdasarkan hasil analisis permasalahan yang ada maka saya Isnawati selaku guru kelas VI mencoba memilih alternatif pemecahan masalah dengan menggunakan metode maupun teknik lain dalam pembelajaran menulis prosa dikelas. Pada pembelajaran selanjutnya dikelas guru memberikan contoh puisi beserta prosa nya yang ditanyangkan melalui layar proyektor kemudian masing-masing peserta didik diberikan lembar fotokopiannya. Untuk pembelajaran menulis prosa dikelas guru menerapkan pembelajaran kooperatif yang dipadukan dengan tahapan memparafrasakan puisi menjadi prosa dengan teknik Batu Siska (Baca Tulis Sisip Kata) yaitu membaca puisi terlebih dahulu kemudian menuliskan kata yang sulit dan menyisipkan kata pada kata-kata sulit sehingga lebih mudah dipahami namun tidak mengubah makna kata tersebut. Teknik ini digunakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman peserta didik dalam menulis prosa. Langkah-langkah dalam memparafrasakan puisi ke bentuk prosa adalah sebagai berikut : pertama Membaca puisi tersebut secara cermat, kedua memperhatikan kata-kata yang sulit dalam puisi tersebut, ketiga mengungkapkan isi puisi tersebut berdasarkan kata-kata sulit yang kemudian kita sisipkan kata yang maknanya sama sehingga lebih mudah untuk dipahami.

Baca juga:  Bikin Senang Belajar Matematika dengan Metode PMR, Dunianya Riil

Dari teknik tersebut diperoleh hasil bahwa sebagian besar peserta didik lebih bersemangat dan antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, dan sebagian besar siswa dapat membuat karya sastra prosa dengan mudah dan hasil yang lebih baik lagi, dimana dari nilai sebelumnya dengan rata-rata kelas 74,26 setelah menerapkan teknik batu siska rata-rata nilai naik menjadi 87,68. (dj2/zal)

Guru SDN 02 Mojo, Kabupaten Pemalang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya