alexametrics

Meningkatkan Hasil Belajar Matematika dengan Problem Posing

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Siswa di SMP Negeri 2 Kandangan Kabupaten Temanggung masih banyak yang beranggapan bahwa pelajaran matematika merupakan pelajaran yang sulit untuk dimengerti dan dipahami. Sehingga banyak siswa yang tidak menyukai pelajaran matematika karena dianggap pelajaran yang sulit dan membosankan. Pembelajaran yang biasanya diterapkan di sekolah selama ini umumnya menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan penugasan, di mana pembelajaran berpusat pada guru. Hal ini menyebabkan siswa mengalami kejenuhan yang berakibat kurangnya semangat dalam belajar.

Untuk mengatasi masalah di atas, maka dalam proses pembelajaran dibutuhkan suatu model pembelajaran yang membuat siswa bisa bekerjasama dalam mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu model pembelajaran kelompok yang dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam belajar matematika yaitu dengan menerapkan model pembelajaran problem posing. Model pembelajaran ini dapat mendorong peserta didik untuk aktif belajar dan membaca karena memberikan kesempatan kepada mereka untuk membuat soal dari permasalahan yang mereka temukan dan menyelesaikannya sendiri atau diselesaikan oleh peserta didik yang lain, sehingga peserta didik lebih aktif dibandingkan guru.

Baca juga:  Mudahnya Belajar Perbandingan melalui Metode Make a Macth

Menurut Silver (Irwan, 2011: 3) problem posing merupakan aktivitas yang meliputi merumuskan soal-soal dari hal-hal yang diketahui dan menciptakan soal-soal baru dengan cara memodifikasi kondisi-kondisi dari masalah-masalah yang diketahui tersebut serta menentukan penyelesaiannya. Selanjutnya Amri (2013), menyatakan bahwa pada prinsipnya, model pembelajaran problem posing mewajibkan siswa untuk mengajukan soal sendiri melalui belajar soal dengan mandiri. Sejalan dengan pendapat tersebut, Thobroni dan Mustofa (2012), menyatakan bahwa model pembelajaran problem posing adalah suatu model pembelajaran yang mewajibkan para siswa untuk mengajukan soal sendiri melalui belajar soal (berlatih soal) secara mandiri.

Adapun langkah-langkah pembelajaran menggunakan model pembelajaran problem posing menurut Budiasih dan Kartini (Syarifulfahm, 2009) adalah: membuka kegiatan pembelajaran, menyampaikan tujuan pembelajaran, menjelaskan materi pelajaran, memberikan contoh soal, memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum jelas, memberikan kesempatan kepada siswa untuk membentuk soal dan menyelesaikannya, mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan, membuat rangkuman berdasarkan kesimpulan yang dibuat siswa, dan menutup kegiatan pembelajaran.

Baca juga:  Tingkatkan Akselerasi Pembelajaran Reading melalui Blended Learning

Adapun langkah-langkah tersebut sudah penulis terapkan untuk kegiatan pembelajaran matematika di kelas VIII SMP Negeri 2 Kandangan Kabupaten Temanggung pada materi persamaan linear dua variabel. Model pembelajaran problem posing dapat memberikan pengaruh yang baik dalam belajar, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran matematika pada materi persamaan linear dua variabel dengan model problem posing di SMP Negeri 2 Kandangan Kabupaten Temanggung berjalan dengan lancar. Pembelajaran matematika dengan model problem posing dapat meningkatkan hasil belajar siswa khususnya materi persamaan linear dua variabel. Untuk itu disarankan kepada para guru agar menggunakan model problem posing dalam pembelajaran matematika. (pai1/ton)

Guru Matematika SMP Negeri 2 Kandangan Kab. Temanggung

Baca juga:  Dampak Psikologis Siswa dalam Mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya