alexametrics

Mempelajari Rangkaian Listrik dengan Alat Peraga Sendiri

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, RANGKAIAN listrik terdiri dari dua rangkaian, yaitu rangkaian seri dan rangkaian paralel. Membayangkan istilah rangkaian seri maupun rangkaian paralel akan terbayang betapa sulitnya materi pembelajaran tersebut bagi peserta didik. Berdasarkan pengalaman penulis setiap penulis memberikan teori materi tersebut peserta didik terlihat pasif dan kurang tertarik. Sehingga materi pembelajaran tidak dikuasai oleh peserta didik.

Maka dari itu untuk menunjang proses pembelajaran berjalan dengan baik dan hasil belajar yang optimal diperlukan adanya suatu media pembelajaran seperti alat peraga yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Seperti yang diungkapkan dalam hasil penelitian yang dilakukan oleh Rusilowati dkk (2016: 4) dikutip Annisah Nur Aini. Membuat alat peraga sendiri bagi peserta didik dengan alat dan bahan yang sederhana adalah upaya yang penulis lakukan untuk menarik peserta didik pada materi pembelajaran rangkaian listrik kelas VI SDN Kalisalak 01 Kecamatan Limpung Batang. Menggunakan papan bekas maupun limbah kerajinan mebel, kabel-kabel kecil, bolam kecil, saklar, viting mini dan dua atau tiga baterai, peserta didik sangat antusias mengikuti pembelajaran.

Baca juga:  Belajar Siklus Air Mengasyikkan dengan Media Diorama

Rangkaian listrik adalah suatu hubungan sumber listrik dengan alat-alat listrik lainnya yang mempunyai fungsi-fungsi tertentu. Alat-alat listrik yang sering digunakan dalam rangkaian listrik sederhana adalah sakelar dan lampu. Sakelar adalah alat listrik yang berfungsi menghubungkan dan memutuskan arus listrik. Berdasarkan susunan hubungan alat-alat listrik, maka rangkaian listrik tersusun dengan tiga cara, yaitu rangkaian seri, rangkaian paralel, dan rangkaian campuran.

Rangkaian seri adalah rangkaian alat-alat listrik yang disusun berurutan tanpa cabang. Rangkaian paralel adalah rangkaian alat-alat listrik yang dihubungkan secara berjajar dengan satu atau beberapa cabang. Alat listrik yang dapat dirangkai secara paralel adalah lampu dan baterainya.

Setiap peserta didik menyediakan bahan dan alat sendiri-sendiri, sementara sebelumnya penulis memberikan langkah-langkah kerja dalam pembuatan alat peraga. Pembelajaran menjadi lebih hidup, karena antusiasme peserta didik sangat tinggi. Keaktifan peserta didik sangat terlihat, terbukti pada kelas yang penulis ajar. Meskipun dikerjakan secara individu, mereka saling berdiskusi bila ada hal-hal yang kurang dimengerti.

Baca juga:  Asyiknya Pembelajaran Siamedi Tingkatkan Ilham

Adapun bagian-bagian dari alat peraga rangkaian listrik adalah sebagai berikut:

Papan. Papan ini berfungsi sebagai wadah untuk merangkai rangkaian listrik seri dan paralel. Terbuat dari kayu berbentuk persegi yang dilubangi sesuai jumlah yang dikehendaki kemudian lubang dipasangi socket jack banana. Pemasangan socket jack banana ini untuk mempermudah siswa dalam merangkai rangkaian listrik.

Lampu. Lampu disusun agar mempermudah dalam merangkai rangkaian listrik, baik seri maupun paralel. Lampu mini 6 volt dibuatkan dudukan dengan menggunakan fitting yang dipasangkan ke bagian yang telah dipasangi 4 skun kabel sebagai male di setiap sisi bagian atas, kemudian dibuatkan 2 kaki dari jack banana di bagian bawah.

Sakelar. Sakelar dirancang agar mempermudah dalam merangkai rangkaian listrik, baik seri maupun paralel. Sakelar dibuatkan dudukan dengan menggunakan PCB yang telah dipasangi 4 skun kabel sebagai male di setiap sisi bagian atas kemudian dipasangi 2 kaki dari jack banana di kedua sisi bagian bawah.

Baca juga:  Penerapan Konsep Edupreneurship Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa

Kabel. Kabel dimodifikasi ujung-ujung kabel disambung dengan skun kabel. Skun kabel adalah komponen penyambung kabel.

Dudukan baterai beserta baterai. Baterai dengan kapasitas 1,5 volt dua atau tiga buah dimasukkan dalam dudukan.

Penggunaan alat peraga rangkaian listrik sendiri memiliki keuntungan antara lain : a. Menumbuhkan minat belajar peserta didik karena pembelajaran rangkaian listrik menjadi lebih menarik b. Memperjelas makna bahan pembelajaran rangkaian listrik, sehingga peserta didik lebih mudah memahami materi pembelajaran c. Metode mengajar akan lebih bervariasi sehingga peserta didik tidak akan mudah bosan. d. Membuat lebih aktif melakukan kegiatan belajar seperti :mengamati, melakukan dan mendemonstrasikan rangkaian listrik.

Pembuatan alat peraga secara mandiri oleh setiap peserta didik di kelas VI SDN Kalisalak 01 kecamatan Limpung ini, penulis dapat menyimpulkan pembelajaran akan menjadi lebih menarik, menyenangkan dan dapat meningkatkan prestasi materi pembelajaran dengan baik. Jadi sangat tepat untuk diterapkan dalam materi pembelajaran rangkaian listrik. (pai1/zal)

Guru SDN Kalisalak 01, Kabupaten Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya