alexametrics

Snowball Throwing, Tingkatkan Kemampuan Menanya

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Di mana di dalam proses belajar dituntut adanya keterlibatan peserta didik agar mendapatkan hasil belajar yang maksimal. Dalam kurikulum yang kita pakai saat ini, proses pembelajaran diwajibkan adanya kegiatan 5 M (mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan).

Secara umum peserta didik sudah melaksanakan kegiatan 5 M tersebut. Namun ada satu kegiatan yang dianggap sulit untuk dilakukan oleh peserta didik, yaitu kegiatan menanya. Pendidik kadang mengalami kesulitan untuk membangkitkan kegiatan menanya anak. Apabila pendidik memberikan kesempatan peserta didik untuk bertanya, mayoritas dari mereka hanya diam.

Ada beberapa alasan peserta didik kurang aktif dalam bertanya. Di antaranya karena malu terhadap pendidik maupun teman, takut kepada pendidik, minder, atau justru malah bingung apa yang akan ditanyakan. Padahal kita tahu bahwa kegiatan 5M tersebut harus saling berkaitan dan harus ada dalam suatu poses pembelajaran.

Baca juga:  Media Audio Visual Memudahkan dalam Praktik Bacaan dan Gerakan Salat

Kita sebagai pendidik kadang menjadi bingung, apakah peserta didik yang tidak mau bertanya tersebut sudah jelas atau bahkan tidak jelas sama sekali. Bahkan hanya untuk sekedar bertanya pada pendidik tentang gambar yang disajikan pendidikpun tidak dilakukan. Nah, di sinilah pendidik harus memiliki strategi yang tepat untuk membangkitkan minat menanya peserta didik tersebut.

Seperti yang sudah saya lakukan di SDN Kutowinangun 04 sebelum adanya pembelajaran daring ini. Saya menggunakan metode Snowball Throwing untuk mengatasi permasalahan tersebut, dan terbukti memang efektif dibanding menggunakan metode-metode lainnya yang pernah saya coba.

Snowball Throwing merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif learning. Di mana peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok secara heterogen dan ditentukan ketua kelompoknya. Materi bisa diberikan oleh pendidik maupun oleh ketua kelompok (tugas dibagi oleh pendidik). Peserta lain mendengarkan penjelasan materi dari ketua salah satu kelompok. Setelah penjelasan selesai, peserta yang lain mendapat potongan kertas dari pendidik. Peserta didik wajib menuliskan satu pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang sudah disampaikan oleh kelompok lain. Kertas yang bertuliskan pertanyaan tersebut digulung membentuk seperti bola. Kemudian kertas tersebut dilemparkan ke arah salah satu peserta didik yang melakukan presentasi. Pertanyan-pertanyaan yang sudah diterima dijawab secara berdiskusi dalam kelompok tersebut.

Baca juga:  Meningkatkan Kemampuan Bertanya dengan Snowball Throwing

Kegiatan tersebut bisa dilakukan secara merata, artinya semua kelompok mendapat kesempatan untuk presentasi dan juga setiap peserta didik mendapat kesempatan untuk mengajukan beberapa pertanyaan kepada temannya. Dan jangan lupa kita sebagai pendidik harus tetap memberikan umpan balik terhadap pertanyaan yang sudah dibuat perserta didik tersebut. Jika pertanyaan sudah baik diberikan penguatan, jika pertanyaannya kurang tepat bisa diberikan masukan. Misalnya kurang tepat dalam menyusun pertanyaannya.

Oleh sebab itu, marilah kita sebagai pendidik yang notabene berkontribusi besar dalam dunia pendidikan dan kemajuan hasil belajar peserta didik, maka kita harus lebih kreatif dan inovatif. Jangan pernah lelah untuk mencoba beberapa metode pembelajaran demi kemajuan bersama. (fbs1/ton)

Baca juga:  Menggunakan Bahasa Slang di Kalangan Remaja

Guru SDN Kutowinangun 04 Salatiga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya