alexametrics

Metode SOLE Lebih Seru dalam Penyelesaian Tugas IPS

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Tujuan mata pelajaran IPS adalah mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya .Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah dan ketrampilan dalam kehidupan sosial. Pendekatan pembelajaran terpadu dalam IPS sering disebut dengan pendekatan interdisipliner, program pembelajaran disusun dari berbagai cabang ilmu dalam rumpun social pada pendekatan pembelajaran terpadu itu merupakan tantangan tersendiri dalam pembelajaran IPS karena adanya perubahan lingkungan social budaya dan materi pembelajaran yang sangat banyak.

Salah satu kompetesi yang harus dikuasai peserta didik kelas VIII SMP Negeri 17 Semarang adalah Interaksi Keruangan dalam kehidupan di Negara-negara ASEAN namun demikian berbagai kendala dihadapi oleh peserta didik kelas VIII untuk menguasai materi tersebut. Kendala yang dihadapi oleh peserta didik antara lain: (1) tingkat minat baca yang rendah, (2) ketergantungan peserta didik dalam belajar terhadap guru, (3) kurangnya rasa ingin tahu dan penguasaan materi.

Baca juga:  Meningkatkan Hasil Belajar Materi Kekongruenan dan Kesebangunan dengan Problem Posing

Untuk mengatasi permasalahan tersebut pembelajaran IPS kelas VIII di SMP Negeri 17 Semarang menggunakan metode pembelajaran Self Organize Learning Environment (SOLE). Metode pembelajaran SOLE menempatkan pentingnya seseorang untuk belajar disiplin mengatur dan mengendalikan diri sendiri terutama bila menghadapi tugas-tugas yang sulit (Darmiany,2010:88) .

Model pembelajaran SOLE merangsang peserta didik untuk berpikir kreatif (Creative Thingking). Untuk melatih rasa ingin tahu yang dimiliki dan kemampuan memecahkan masalah (Problem Sooving Capability) setiap pertanyaan membutuhkan jawaban. Bagaimana cara mencari jawaban dengan menggunakan dan memanfaatkan tehnologi informasi dan kumonikasi membuat peserta didik dirangsang untuk memecahkan masalah dan kemampuan berkomunikasi (Communicate capability). Setiap peserta didik diberi kesempatan menyampaikan jawaban yang didapat berdasarkan pemahamannya sendiri , dengan melatih tata cara penyampaian jawaban diharapkan akan memunculkan kemampuan berkomunikasi pada diri peserta didik

Baca juga:  Meningkatkan Jiwa Nasionalisme dengan Metode Belajar Role Playing

Model pembelajaran SOLE terdiri dari tiga tahap aktivitas yang harus dilakukan oleh peserta didik guru hanya bertugas memberi pemicu dalam bentuk pertanyaan terkait materi yang akan dibahas aktifitas selanjutnya tergantung kreatifitas peserta didik dalam menjawab pertanyaan tersebut.

Tahapan pada model pembelajaran SOLE melalui langkah sebagai berikut. Langkah pertama, tahap pertanyaan (Question) guru memberi pertanyaan yang menimbulkan rasa ingin tahu dan menggugah ketertarikan peserta didik terhadap materi yang akan diajarkan. Langkah kedua Ivestigasi (Investigate) peserta didik membentuk kelompok-kelompok kecil. Peserta didik dalam kelompok berkolaborasi satu dengan yang lainnya dan menggunakan satu perangkat internet untuk mencari jawaban tentang pertanyaan yang diberikan sebelumnya dalam tahapan ini guru dan peserta didik dapat berkomunikasi lebih intens. Langkah ketiga Mengulas (Review) masing-masing kelompok mempresentasikan hasil penemuannya secara mandiri. Guru dan peserta didik lain menyimak presentasi dan berkesempatan memberi masukan dan pujian untuk hasil temuan mereka.

Baca juga:  Mudahnya Belajar Keragaman Etnik dan Budaya dengan Media Autoplay

Model pembelajaran SOLE membawa manfaat besar untuk pengembangan kompetensi peserta didik dalam memahami materi Interaksi Keruangan dalam Kehidupan di Negara-negara ASEAN. Penerapan model pembelajaran tersebut memotivasi peserta didik secara mandiri menggali informasi tentang materi pembelajaran dengan memanfaatkan android yang dimiliki serta mendorong peserta didik lebih berpikir kritis dan kreatif untuk mengembangkan aspek pengetahuan, ketrampilan dan sikap sosial secara terinterasi.

Melalui model tersebut, kompetensi peserta didik kelas VIII SMP Negeri 17 Semarang pada materi Interaksi Keruangan dalam kehidupan di Negara-negara ASEAN diharapkan dapat mengalami peningkatan secara sinifikan sesuai dengan tujuan pembelajarannya. (fbs1/aro)

Guru IPS SMP Negeri 17 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya