alexametrics

Teknik Mnemonic Cara Asyik Belajar Sejarah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) menjadikan dunia pendidikan semakin maju. Belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Referensi materi pelajaran lebih mudah diakses. Sayangnya, perkembangan iptek juga berdampak negatif pada siswa. Siswa lebih tertarik untuk bermain game online daripada mengakses materi pelajaran.
Minimnya budaya membaca dan kurangnya minat belajar pada siswa menjadikan materi pelajaran cepat bablas terutama materi IPS tentang sejarah Indonesia. Banyaknya peristiwa yang telah terjadi di masa lampau menjadikan banyak hal yang harus diingat oleh siswa. Kebanyakan siswa mengalami kesulitan dalam mengingat kronologis, mengingat istilah-istilah asing, dan mengingat waktu suatu kejadian.

Karena siswa jarang sekali bahkan tidak pernah mengulang materi setelah pembelajaran selesai. Oleh karena itu, siswa cepat lupa dengan apa yang telah dipelajari sebelumnya seakan pelajaran yang telah diterima seperti angin lalu saja. Sekarang dipelajari, besok sudah lupa lagi. Guru menjadi kewalahan dalam menghadapi.

Baca juga:  Metode Cecek Tingkatkan Semangat Belajar APBN dan APBD

Sebagai guru kelas, saya berusaha untuk mencari solusi yang tepat agar siswa lebih mudah memahami dan tidak mudah lupa materi yang dipelajari. Selain itu, siswa akan lebih senang belajar tanpa sadar.

Teknik mnemonic adalah teknik yang tepat untuk memudahkan mengingat pelajaran dengan asyik dan menyenangkan. Atkinson, dkk (2010: 369) mengemukakan bahwa mnemonic adalah bantuan ingatan. Higbee (2003: 157) mengemukakan bahwa kata mnemonic berasal dari bahasa Yunani Kuno yaitu mnemosyne. Kata mnemonic secara singkat dapat didefinisikan sebagai “membantu memori”.
Risjawan (2010) menyatakan bahwa teknik mnemonic memudahkan dalam mengingat, tentunya juga akan memudahkan dalam belajar, hambatan belajar akan hilang, dan dapat membangkitkan motivasi siswa untuk lebih giat belajar, sehingga akhirnya dapat mencapai hasil belajar yang optimal (Wardani, 2010: 23).

Baca juga:  Pemanfaaatan Bunga Telang sebagai Indikator Alami pada Uji Larutan Asam-Basa

Sementara, Wardani (2012: 25) mengemukakan bahwa langkah-langkah penggunaan teknik mnemonic sebagai berikut: pertama, meyakini apa yang akan dihafal merupakan hal yang penting, kedua menyiapkan fakta atau kata kunci dari materi pelajaran. Ketiga, mengaitkan kata-kata yang satu dengan yang lainnya, keempat membuat visualisasi/khayalan di dalam pikiran, dan kelima memanggil ulang kata-kata tersebut.

Salah satu teknik mnemonic yang penulis terapkan kepada siswa kelas V di SD Negeri 1 Pohkumbang adalah dengan lagu. Sebagian besar siswa suka mendengarkan lagu dan ikut bernyanyi saat mendengarkan lagu. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang saya lakukan yaitu pertama, guru sebagai fasilitator menyiapkan materi yang akan dipelajari. Kedua, siswa mencari kata kunci materi pelajaran. Ketiga, siswa menentukan lagu yang akan diubah liriknya. Keempat, siswa dengan bimbingan guru membuat gubahan lagu dengan materi pelajaran sebagai liriknya. Keempat, siswa menyanyikan gubahan lagu yang telah dibuat secara bergantian.

Baca juga:  Meningkatkan Literasi Digital Siswa di Era Digitalisasi

Saat pembelajaran berlangsung siswa akan berpikir untuk merangkai kata kunci materi menjadi lirik lagu. Secara tidak langsung mereka akan mengulang-ulang materi dan menghafalnya. Tanpa sadar materi pelajaran akan masuk ke dalam memori.
Setelah pembelajaran selesai, biasanya siswa tanpa sadar akan menyanyikan lagu yang telah mereka buat. Mereka akan terngiang-ngiang terus, apalagi kalau mereka mengubah lirik lagu dengan lagu kesukaannya. Selain materi mudah dipahami dan mudah diingat, belajar juga menjadi lebih mudah, asyik, dan menyenangkan. Bakat menyanyi siswa juga tersalurkan. Hasil pembelajaran pun meningkat. (dk1/lis)

Guru Kelas V SD Negeri 1 Pohkumbang, Kabupaten Kebumen

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya