alexametrics

Strategi Think Talk Write Mudahkan Belajar Menulis Teks Berita

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, RUANG lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup dua komponen, yaitu kemampuan berbahasa dan kemampuan mengapresiasi sastra. Kemampuan kebahasaan berorientasi pada aspek keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis sehingga kegiatan pembelajaran menekankan pada cara menggunakan Bahasa Indonesia secara tepat sesuai konteks dan situasi. Selain itu, keempat aspek tersebut harus terintegrasi secara seimbang dalam proses pembelajaran agar peserta didik memiliki daya kompetensi berbahasa yang utuh, maksimal, dan terampil.

Dari keempat kemampuan kebahasaan tersebut, keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang masih sulit dan membutuhkan perhatian lebih. Guru Bahasa Indonesia yang mengajarkan keterampilan menulis kepada peserta didik memang membutuhkan ketekunan dan semangat. Penguatan mental kepada peserta didik untuk tidak takut menulis harus sering dilakukan guru serta mendorong mereka untuk terus berlatih menulis sehingga daya cipta peserta didik dapat berkembang. Ketakutan peserta didik tersebut dikarenakan kurangnya kosakata yang mereka miliki dan menulis dianggap sebagai beban yang berat karena menulis membutuhkan banyak tenaga dan waktu serta perhatian yang sungguh-sungguh.

Baca juga:  Serunya Belajar Organ Pernafasan dengan Metode Snowball Throwing

Hal ini dialami juga oleh siswa kelas VIII SMPN 1 Andong dalam mempelajari materi menulis teks berita. Oleh karena itu, diperlukan teknik pembelajaran yang sekiranya dapat menarik minat siswa sehingga terbebas dari rasa takut dan memudahkan dalam menulis teks berita. Strategi Think Talk Write (TTW), kiranya tepat untuk diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi menulis teks berita, tentunya bisa memudahkan siswa untuk meningkatkan keterampilan menulis.

Menurut Porter (1992: 179) bahwa Think Talk Write (TTW) adalah pembelajaran dimana siswa diberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memulai belajar dengan memahami permasalahan terlebih dahulu kemudian terlibat secara aktif dalam diskusi kelompok, dan akhirnya menuliskan dengan bahasa sendiri hasil belajar yang diperolehnya.

Baca juga:  Meningkatkan Kualitas Belajar dalam Situasi Pandemi Covid-19

Pembelajaran dengan strategi TTW ini, guru mengarahkan peserta didik untuk mencari atau menyelidiki dan membuktikan sendiri kebenaran suatu konsep yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu masalah. Dalam pelaksanaannya, siswa dilatih untuk bernalar, bekerjasama, mengkomunikasikan, dan merumuskan kesimpulan sendiri dari hasil diskusi atau penyelidikannya.

Adapun langkah-langkah menulis teks berita dengan menggunakan Strategi pembelajaran TTW yaitu pertama, guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai melalui strategi TTW serta tugas-tugas dan aktivitas siswa. Kedua, membagi peserta didik dalam kelompok kecil (2 – 3 siswa). Ketiga, guru membagikan teks berita pada masing-masing kelompok. Keempat, secara individu peserta didik menyusun daftar pertanyaan dengan menggunakan unsur-unsur berita (5W+1H) berkaitan dengan teks berita tersebut. Di sini terjadi proses berpikir (think). Kelima, peserta didik berdiskusi dengan teman satu kelompok membahas dan menyampaikan ide tentang isi dan daftar pertanyaan mengenai unsur-unsur berita dari masing-masing individu (talk). Keenam, dari diskusi tersebut peserta didik sudah bisa menulis teks berita dengan menggabungkan ide-ide dari masing-masing individu. Ketujuh, perwakilan kelompok menyajikan hasil diskusi kelompok, sedangkan kelompok lain diminta memberikan tanggapan.

Baca juga:  Wisata Virtual, Alternatif Media Pembelajaran Kepariwisataan di Masa Pandemi

Dari pengalaman penerapan strategi TTW dalam pembelajaran materi menulis teks berita di kelas VIII SMPN 1 Andong, peserta didik merasa senang dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran sehingga keterampilan menulis siswa meningkat. (ips2/zal)

Guru SMPN 1 Andong, Kabupaten Boyolali.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya