alexametrics

Pembelajaran Song dengan BDR Tetap Asyik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Song (lagu) dapat digunakan sebagai sarana atau media pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Kita tentunya sudah tidak asing lagi dengan lagu-lagu berbahasa Inggris (westeren song) terutama remaja SMA. Untuk itu pada awal proses pembelajaran guru memilih beberapa lagu dengan lirik yang mudah dan dinyanyikan dengan tempo yang lebih lambat sehingga siswa dapat mengikutinya.

Namun karena adanya pandemi Covid 19, pembelajaran yang biasanya secara tatap muka dan praktik menyanyi secara langsung harus tiba-tiba diubah menjadi pembelajaran daring. Begitu pula materi song harus diajarkan secara daring pada siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Subah tahun pelajaran 2019/2020.

Pada awal tahap pembelajaran, guru memberikan ringkasan materi berupa PPT tentang unsur-unsur lagu dan gaya bahasa yang digunakan dalam lagu. Lirik lagu berbahasa Inggris sangat berbeda dengan lirik lagu berbahasa Indonesia. Bukan hanya dari segi bahasanya saja yang berbeda melainkan juga dilihat dari susunan kata pada setiap lirik setiap baris dan bait. Lagu berbahasa Inggris lebih banyak menggunakan gaya bahasa/majas (figurative language), kata-kata yang mempunyai makna konotatif dan abstract words.

Baca juga:  Belajar Lingkaran dengan Berpikir Kritis dan Bernalar

Guru memberikan contoh lirik sebuah lagu barat dan mengadakan tanya jawab kepada siswa tentang unsur-unsur lagu, makna lagu, concrete dan abstract words, dan gaya bahasa yang digunakan dalam lagu tersebut. Sehingga siswa dapat memahami penjelasan guru meskipun pembelajaran dilakukan secara jarak jauh. Guru bekerja dari rumah (WFH) dan siswa juga belajar dari rumah (BDR).

Pada pertemuan berikutnya guru memberikan contoh cara menyusun paraphrasing sebuah lagu. Guru membagi siswa per kelompok 4 orang. Tiap kelompok menyusun paraphrasing sesuai dengan lagu yang sudah mereka pilih. Jumlah siswa 36 dibagi 4 siswa sehingga satu kelas terdapat 9 kelompok. Guru menawarkan 9 judul lagu yang berbeda yang sedang populer di kalangan remaja. guru memberi waktu satu minggu untuk tiap kelompok membuat paraphrasing sebuah lagu. Guru melakukan tanya jawab untuk mengecek pemahaman siswa lewat WA grup. Untuk memperoleh nilai pengetahuan dari materi song, tiap kelompok harus menyerahkan hasil analisa dari lagu yang sudah dipilih yang meliputi unsur-unsur lagu, judul, makna, kata-kata yang digunakan oleh penulis lagu, menyebutkan gaya bahasa yang terdapat dalam baris dan bait dan contohnya, serta pesan (moral message) yang ingin disampaikan oleh penulis lagu tersebut.

Baca juga:  Gak Boring Belajar Adjective Pakai Role Playing

Pada tahapan akhir dari pembelajaran materi song. dan untuk memperoleh nilai keterampilan, guru meminta tiap kelompok membuat video lypsing sesuai judul yang sudah mereka analisa. Karena masih adanya masa pandemi Covid 19, guru meminta siswa untuk membuat video dengan tetap stay at home dan menggabungkan menjadi sebuah lagu yang utuh. Hasil video lipsing siswa unggah ke media yang sudah disediakan guru.

Dari pembelajaran materi song tersebut, siswa akhirnya mampu memahami, menafsirkan dan menangkap makna, fungsi sosial dan unsur kebahasaan lirik lagu terkait kehidupan remaja SMA/MA. Dengan membuat paraphrasing lagu siswa akan lebih mudah memahami kata-kata sulit (unfamiliar words) yang terdapat dalam lagu tersebut sehingga penguasaan kosakata (vocabulary) semakin bertambah dan diharapkan siswa mengetahui struktur bahasa yang baik (grammar) dan cara menyusun dan merangkai kata menjadi kalimat dan paragraf. (ips2/ton)

Baca juga:  Tingkatkan Minat Belajar Sejarah dengan Kunjungan ke Perpustakaan

Guru Bahasa Inggris SMA Negeri 1 Subah-Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya