alexametrics

Belajar Rukun dalam Perbedaan dengan Make A Match

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Rendahnya minat belajar dan peran siswa saat berlangsung proses pembelajaran mengakibatkan hasil belajar siswa rendah. Padahal dalam pembelajaran tematik seharusnya ada keaktifan siswa sehingga mahir dalam pengetahuan dan keterampilan. Sehingga guru harus memiliki kemampuan dalam mendesain pembelajaran dengan model yang dapat meningkatkan minat belajar siswa.

Guna memberikan variasi model pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar, meningkatkan peran siswa dan hasil belajar pada tema Persatuan dalam perbedaan sub tema rukun dalam perbedaan di kelas VI SD Negeri Sidalang 01 Kecamatan Tersono Kabupaten Batang, penulis menerapkan model pembelajaran make a match.

Model pembelajaran yang dikembangkan oleh Lorna Curran diyakini sangat efektif untuk diterapkan dalam penyampaian materi. Membantu guru untuk merangkaikan materi pembelajaran dengan berbagai sumber yang terdapat di lingkungan sekitar. Melibatkan siswa secara langsung sehingga siswa lebih banyak memberikan perhatian dan menikmati proses pembelajaran, menuntut siswa untuk belajar aktif dengan melakukan kegiatan mencari pasangan antara pertanyaan dan jawaban yang disediakan oleh guru. Mengutamakan penanaman kompetensi sosial terutama kemampuan bekerja sama, kemampuan berinterakasi, kemampuan berpikir cepat melalui permainan mencari partner yang dibantu dengan kartu. Serta memberikan suasana baru bagi siswa, sehingga menimbulkan pembelajaran yang meningkatkan minat belajar siswa. Fauzi dkk (Kaharuddin, 2018, hal. 14) mengatakan bahwa model make a match sangat layak diterapkan pada pembelajaran di sekolah dasar, karena memiliki kelebihan yaitu siswa mencari partner sambil belajar tentang konsep atau tema dalam suasana yang mengasyikkan.

Baca juga:  Menyenangkan Belajar Sumpah Pemuda dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika dengan Google Classroom

Langkah-langkah pembelajarannya sebagai berikut: Pertama, membuat potongan-potongan kertas sejumlah banyaknya siswa yang berada di dalam kelas. Kedua, membagi kertas-kertas tersebut menjadi dua bagian yang sama. Ketiga, menulis pertanyaan tentang materi yang telah diberikan sebelumnya pada setengah bagian kertas. Setiap kertas berisi satu pertanyaan. Keempat, pada setengah bagian kertas ditulis jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat. Kelima, mengocok semua kertas sehingga akan tercampur antara pertanyaan dan jawaban. Keenam, memberikan setiap kertas kepada siswa satu potongan kertas. Menjelaskan kepada siswa bahwa kegiatan tersebut merupakan aktivitas yang dilakukan berpasangan. Siswa akan mendapatkan potongan kertas berisi pertanyaan dan sepotongnya lagi berisi jawaban. Ketujuh, meminta kepada siswa untuk menemukan pasangan antara pertanyaan dan jawaban. Kedelapan, setelah menemukan, siswa diberikan waktu untuk berdiskusi. Kesembilan, siswa menyampaikan hasil diskusi di depan kelas.

Baca juga:  Asyiknya Menulis Pantun dengan Teknik Zona Alfa

Model make a match pada pembelajaran tema Persatuan dalam perbedaan sub tema rukun dalam perbedaan dapat meningkatkan minat siswa dalam mengikuti pembelajaran, suasana keceriaan lahir dalam proses pembelajaran. Konsep yang diserap siswa akan tertanam dengan baik di memori sehingga mampu mengingat dan membangun daya nalar, mampu melibatkan siswa ikut aktif dalam kegiatan pembelajaran, kerja sama siswa tercipta dengan energik, timbulnya semangat gotong-royong yang merata oleh seluruh siswa, sehingga mampu meningkatkan hasil belajar siswa. (ips2.1/ton)

Guru kelas VI SD Negeri Sidalang 01, Kec. Tersono, Kab. Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya