alexametrics

Perlukah Guru Mengajarkan Tata Bahasa?

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pada awal tahun 1970-an pembelajaran tata bahasa kurang mendapatkan perhatian. Para guru berpendapat bahwa mempelajari bahasa tidak hanya berpusat pada tata bahasa. Para guru lebih mengedepankan kompetensi komunikatif nyata.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pembelajaran tata bahasa telah kembali mendapatkan tempat yang selayaknya dalam kurikulum, karena perkembangan bahasa para peserta didik sangat terbatas dan kurang komprehensif. Selain itu pengetahuan mengenai rumusan tata bahasa akan menjamin peserta didik menguasai bahasa dan mahir berbahasa.

Pembelajaran tata bahasa tidak diajarkan secara mandiri tetapi diintegrasikan ke dalam empat aspek keterampilan bahasa lainnya, yakni menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.

Dalam membahas pembelajaran tata bahasa, permasalahan yang muncul adalah Bagaimanakah mengajarkan tata bahasa yang efektif kepada peserta didik? Pembelajaran merupakan upaya membelajarkan sesuatu kepada peserta didik. Kegiatan pembelajaran bahasa, termasuk di dalamnya tata bahasa bertujuan agar peserta didik mampu mempelajari sesuatu dengan cara efektif dan efisien. Upaya-upaya yang dilakukan dalam pembelajaran tersebut dapat berupa analisis tujuan dan karakteristik studi dari peserta didik, analisis sumber belajar, menetapkan strategi pengorganisasian, isi pembelajaran, menetapkan strategi penyampaian pembelajaran, menetapkan strategi pengelolaan pembelajaran. Dengan memilih strategi pembelajaran yang tepat dalam setiap jenis kegiatan pembelajaran, diharapkan pencapaian tujuan belajar dapat terpenuhi.

Baca juga:  Asah Keterampilan Berbahasa Indonesia dengan Kolaborasi Mapel

Belajar tata bahasa pada hakikatnya adalah belajar komunikasi. Oleh karena itu, pembelajaran tata bahasa diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi, baik bahasa lisan maupun bahasa tulis. Hal ini relevan dengan kurikulum bahasa Indonesia tahun 2013 bahwa kompetensi peserta didik dalam pembelajaran bahasa diarahkan ke dalam empat keterampilan, yakni menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.

Teori belajar bahasa termasuk di dalamnya tata bahasa mengemukakan proses psikologis dalam belajar bahasa sebagaimana dikemukakan dalam psikolinguistik. Dari pendekatan ini diturunkan metode pembelajaran tata bahasa. Misalnya dari pendekatan berdasarkan teori ilmu bahasa struktural yang mengemukakan masalah linguistik menurut pandangan kaum strukturalis dan pendekatan teori belajar bahasa yang menganut aliran behaviorisme diturunkan metode pembelajaran tata bahasa yang disebut metode tata bahasa (grammar method).

Baca juga:  Pembelajaran Menyajikan Berita Asyik dengan Video

Richards dan Sekhan memberikan pandangan bahwa pembelajaran tata bahasa tidak dapat terlepas dari tugas dan praktik berbahasa. Selain pemberian tugas, pembelajaran tata bahasa dapat dikembangkan melalui praktik, Ellis (1988) berpendapat bahwa tujuan praktik adalah untuk mengembangkan jenis kontrol otomatis struktur tata bahasa yang akan memungkinkan peserta didik untuk menggunakannya secara produktif, spontan. Pembelajaran tata bahasa dengan praktik diharapkan peserta didik mendapatkan memori atau ingatan yang tidak mudah hilang karena mereka benar-benar terlibat di dalamnya secara spontan dan tiba-tiba.

Mereka akan memahami struktur tata bahasa yang digunakan, karena mereka mengalami sendiri. Sifat verbalisme lambat laun akan hilang dengan sendirinya lewat praktik yang dilaksanakannya. Simpulan pembelajaran tata bahasa mengalami masa pasang surut. Terjadinya pasang surut tersebut sangat dipengaruhi oleh anggapan perlu tidaknya tata bahasa diajarkan pada peserta didik. Dalam kurikulum bahasa Indonesia, pembelajaran tata bahasa tidak mandiri, tetapi diintegrasikan ke dalam empat keterampilan bahasa lainnya, yakni menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.

Baca juga:  Authentic Assessment untuk Tingkatkan Aktivitas Belajar Siswa di Masa Pandemi

Jadi pembelajaran tata bahasa dapat dilaksanakan dengan pendekatan pemberian tugas dan praktik. Pendekatan ini dianggap paling cocok dalam mengajarkan tata bahasa kepada para peserta didik. (ips2/1/lis)

Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Godong

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya