alexametrics

Maksimalkan Layanan Informasi BK dengan Google Classroom

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KEPUTUSAN Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Kesehatan (Menkes), Menteri Agama (Menag) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) 15 Juni 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di masa pandemi Covid-19 bahwa daerah yang berada pada zona kuning dan hijau tidak diperkenankan melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. Satuan pendidikan zona-zona tersebut tetap melanjutkan belajar dari rumah (BDR). Mengharuskan guru, baik guru mata pelajaran maupun guru bimbingan konseling (BK) untuk menggunakan berbagai media daring untuk mengajar.

Karena itulah, penulis sebagai guru bimbingan konseling (BK) menggunakan angket agar siswa turut memilih media apa yang ingin digunakan. Pilihannya antara lain, teleconference, layanan one by one, Ms. Sway ataukah google classroom. Ternyata hasilnya, siswa memilih penyampaian pembelajaran menggunakan google classroom yang menurut mereka mudah dan terjangkau akses internetnya. Maka dari itu penulis menggunakan google classroom selama kegiatan pembelajaran daring di era Covid-19.
Menurut Nurihsan (2004:19) berpendapat bahwa layanan informasi merupakan layanan memberi informasi yang dibutuhkan oleh individu. Dengan layanan informasi siswa mendapatkan bekal dengan berbagai pengetahuan dan pemahaman tentang berbagai hal yang berguna untuk mengenal diri, merencanakan dan mengembangkan pola kehidupan sebagai pelajar, anggota keluarga dan masyarakat.

Baca juga:  Menumbuhkan Literasi Matematika melalui Pembelajaran Problem Based Learning

Berdasarkan pemaparan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa layanan informasi adalah layanan yang memberikan segala data dan informasi yang diberikan kepada peserta didik untuk memberikan pemahaman baru tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi peserta didik, dalam menjalani kehidupan dan perkembangan dirinya, baik untuk keperluan sehari-hari, sekarang maupun untuk perencanaan kehidupannya ke depan.

Langkah-langkah yang digunakan dalam pembelajaran layanan informasi dengan Google Classroom, pertama, pemecahan masalah (apabila ada peserta didik yang mengalaminya). Kedua, mengembangkan potensi yang ada melalui pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Ketiga, mengaktualisasikan hak-haknya. Teknik yang digunakan adalah asas kegiatan mutlak yang harus diikuti didasarkan pada kesukarelaan dan keterbukaan baik peserta maupun konselor. Semua layanan ini biasa dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang mengacu pada potensi diri, studi kasus yaitu menjawab pertanyaan dari sebuah contoh kasus yang diberikan terdapat dalam aplikasi belajar Google Classroom.

Baca juga:  Bimbingan Konseling Siapkan Mental Peserta Didik Menuju Kurikulum Merdeka

Manajemen pengolahan data yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pertama, menentukan informasi yang menjadi isi layanan informasi. Kedua, menetapkan calon peserta layanan. Ketiga, menetapkan calon penyaji termasuk nara sumber yang diundang. Jika hal tadi masih terkendala oleh akses jaringan internet maka teknik yang digunakan adalah kunjungan rumah, dalam hal ini peserta didik yang akan dikunjungi diminta untuk membuat surat keterangan orang tua agar yang bersangkutan bersedia diberi layanan informasi kunjungan langsung.

Dengan langkah-langkah diatas, dalam era pandemi Covid-19 guru BK SMAN 1 Kesesi berhasil dengan lancar memberikan bimbingan dengan layanan informasi, siswa menjadi lebih aktif baik dalam kegiatan daring maupun non daring. Hal tersebut hendaknya diterapkan oleh guru BK yang lain dalam menerapkan pola pembelajaran yang sama agar kebutuhan siswa dalam hal layanan informasi terpenuhi hak-haknya. (ips2.1/ida)

Baca juga:  Tingkatkan Minat Siswa dalam Layanan Konsultasi Terjadwal

Guru Bimbingan Konseling SMAN 1 Kesesi Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya