alexametrics

Tingkatkan Hasil Belajar Geografi dengan Model Discovery learning

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pada Kegiatan Belajar Mengajar di sekolah kebanyakan guru menerapkan model pembelajaran yang sama, yakni ceramah. Penerapan metode ceramah hanya berpusat pada penyampaian materi yang berlangsung satu arah, menjadikan siswa pasif karena hanya mendengarkan ceramah guru.

Selama proses pembelajaran siswa diperlakukan sebagai obyek sehingga kurang dapat mengembangkan potensinya. Pasifnya siswa menyebabkan kejenuhan dalam proses pembelajaran yang dapat berakibat pada kurangnya minat belajar siswa di kelas, hal ini juga berlaku dalam pembelajaran geografi di kelas X IPS MAN Kendal. Kurangnya minat belajar dapat berdampak pada turunnya prestasi hasil belajar.

Untuk meningkatkan hasil belajar geografi pendidik harus mencari solusi yang tepat dan menarik, salah satunya adalah model pembelajaran discovery learning pada materi dinamika litosfer. Metode pembelajaran discovery learning menjelaskan kegiatan-kegiatan yang dilakukan guru selama pembelajaran berlangsung. Dalam menggunakan metode discovery learning guru berperan sebagai pembimbing dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif, guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan. Bruner mengatakan bahwa proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan, atau pemahaman melalui contoh-contoh yang ia jumpai dalam kehidupannya.

Baca juga:  Deotif Mudahkan Pesdik Nembang Macapat

Discovery learning adalah salah satu metode dalam pengajaran teori kognitif dengan mengutamakan peran guru dalam menciptakan situasi belajar yang melibatkan siswa belajar secara aktif dan mandiri. Metode pembelajaran discovery (penemuan) adalah metode mengajar yang mengatur pengajaran sedemikian rupa sehingga anak memperoleh pengetahuan yang sebelumnya belum diketahuinya itu tidak melalui pemberitahuan, sebagian atau seluruhnya ditemukan sendiri. Ciri utama model pembelajaran discovery learning atau belajar menemukan yaitu: (1) mengeksplorasi dan memecahkan masalah untuk menciptakan, menggabungkan dan menggeneralisasi pengetahuan; (2) berpusat pada siswa; (3) kegiatan untuk menggabungkan pengetahuan baru dan pengetahuan yang sudah ada.

Penggunaan model pembelajaran discovery learning memiliki langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran, sehingga dapat menuntun siswa memahami materi pelajaran yang diberikan gruru dan teman sebayanya ketika pembelajaran berlansung. Adapun langkah-langkah dalam model pembelajaran ini yakni 1) stimulation (pemberian rangsangan), 2) problem statement (identifikasi masalah), 3) data collection (pengumpulan data), 4) data processing (pengolahan data), 5) verification (pembuktian), 6) generalization (penarikan simpulan).

Baca juga:  Penguatan Nilai-Nilai Pancasila melalui Partisipasi Warga

Penggunaan model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas X IPS di MAN Kendal dalam mempelajari geografi contohnya materi dinamika litosfer, karena ada kecenderungan siswa lebih menyukai dan minat yang tinggi dalam belajar dibandingkan jika guru menggunakan metode ceramah.

Jadi, model pembelajaran discovery learning merupakan salah satu metode pembelajaran yang menarik dan menyenangkan dalam pembelajaran geografi karena dengan model pembelajaran discovery learning siswa lebih aktif, kreatif, dan mendorong siswa lebih kompetitif serta mampu membangun makna atau kesan dalam memori atau ingatannya pada saat berdiskusi. (fbs1/ton)

Guru Geografi MAN Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya