alexametrics

Melalui MTG dapat Memunculkan Antusias Siswa

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Media pembelajaran saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hal ini dapat dikatakan bahwa media pembelajaran adalah alat yang dapat membantu dalam proses pembelajaran.

Guru dalam menyajikan materi tidak hanya fokus pada materi pelajaran saja melainkan membantu siswa untuk berinteraksi dengan berbagai sumber belajar dalam mendapatkan pengetahuan, keahlian dan keterampilan serta sikap yang menuju kepada perubahan tingkah laku baik secara kognitif, afektif dan psikomotorik. Selain model, metode, dan alat pembelajaran yang menarik, media pembelajaran merupakan faktor penentu dalam penyajian pembelajaran. Media merupakan sarana fisik yang dapat membantu terjadinya proses belajar.

Di SMPN 31 Semarang khususnya kelas 9B Siswa kurang mampu dalam memahami materi pelajaran yang diberikan guru. Beberapa model pembelajaran sudah dicoba namun guru merasa hasil yang didapatkan belum maksimal atau belum sesuai harapan. Dari beberapa macam model pembelajaran pernah dilakukan kami mencoba model pembelajarn lain yang sesuai dengan materi dan mencoba mengajak Siswa dengan aktif bergerak sehingga pembelajaran tidak membosankan.

Baca juga:  Belajar Lembaga Sosial Melalui Metode Mind Mapping

Model pembelajaran take and give adalah materi yang mengandung informasi yang singkat, jelas dan padat. Hal ini dikarenakan model pembelajaran ini lebih menekankan pada unsur ingatan dengan materi yang ringan dan mudah serta membutuhkan pemahaman yang cepat. Pembelajaran model ini pun tidak memerlukan pemahaman materi dengan teknik pelajaran praktek maupun diskusi. Kelebihan model pembelajaran take and give yaitu siswa akan lebih cepat memahami penguasaan materi dan informasi karena mendapatkan informasi dari guru dan siswa yang lain. Serta dapat menghemat waktu dalam pemahaman dan penguasaan siswa akan informasi.

Langkah yang dilakukan sebelum pembelajaran model take and give yaitu menyiapkan kartu dengan ukuran 10 x 15 cm untuk sejumlah siswa. Kemudian setiap kartu berisi nama siswa, bahan belajar (submateri) dan nama yang diberi informasi, kompetensi dan sajian materi. Sedangkan langkah yang dilakukan guru sebelum pembelajaran yaitu 1) Guru menyiapkan kelas sebagaimana mestinya, 2) Guru menjelaskan materi sesuai kompetensi yang sudah direncanakan selama 45 menit, 3) Untuk memantapkan penguasaan siswa akan materi yang sudah dijelaskan, setiap siswa diberikan satu kartu untuk dipelajari (dihapal) selama 5 menit, 4) Kemudian guru meminta semua siswa berdiri dan mencari teman pasangan untuk saling menginformasikan materi yang telah diterimanya. Tiap siswa harus mencatat nama teman pasangannya pada kartu yang sudah diberikan, 5) Demikian seterusnya sampai semua siswa dapat saling memberi dan menerima materi masing-masing (take and give), 6) Guru mengevaluasi keberhasilan model pembelajaran take and give dengan memberikan siswa pertanyaan yang tidak sesuai dengan kartunya (kartu orang lain), 7) Guru dan siswa membuat kesimpulan bersama mengenai materi pelajaran, 8) Guru menutup pelajaran.

Baca juga:  Pembelajaran IPS Masa Kondisi Darurat Covid-19 dengan GCR

Suasana pembelajaran saat menerapkan model pembelajaran take and give ini memang ramai karena Siswa akan tertawa saat para siswa mencari teman pasangannya untuk saling mengnformasikan materi yang telah diterimanya. Keuntungan menggunakan model pembelajaran take and give ini siswa merasa nyaman dan senang dalam memahami materi pembelajaran dengan suasana yang berbeda. (fbs1/ton)

Guru IPS SMPN 31 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya