alexametrics

Media Video Dokumenter Tingkatkan Pemahaman Konsep Kewargaan Digital

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN simulasi digital adalah salah satu mata pelajaran yang didapatkan oleh peserta didik kelas X pada semua kompetensi keahlian di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Mata pelajaran tersebut merupakan salah satu mata pelajaran yang berkaitan langsung dengan penggunaan alat digital maupun teknologi.

Berbicara tentang teknologi saat ini sangatlah berkembang pesat sehingga tidak dipungkiri lagi semua aktivitas maupun kegiatan yang dilakukan oleh seseorang menggunakan teknologi. Baik itu aktivitas dalam bidang ekonomi, sosial, pendidikan, maupun kebudayaan. Penggunaan teknologi oleh seorang warga digital haruslah diikuti dengan pengetahuan yang baik tentang tata cara, etika maupun norma dalam berkomunikasi dengan alat digital. Adapun yang dimaksud teknologi menurut kamus besar bahasa Indonesia yaitu metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis, ilmu pengetahuan terapan, keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.

Baca juga:  Mudahnya Belajar Berbagi Ilmu dengan Metode IOC

Sedangkan yang dimaksud dengan warga digital dalam buku Simulasi dan Komunikasi Digital karangan Patwiyanto adalah individu yang memanfaatkan teknologi informasi untuk membangun komunitas, bekerja, dan juga berekreasi. Sebagai contoh banyak orang menggunakan facebook, instagram, menulis blog, membuat video dan mengupload di media sosial, maupun mencari informasi di forum. Bahkan saat ini yang paling popular adalah penjualan dan pembelian barang secara online. Semua itu bisa dilakukan oleh semua orang baik dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa maupun orang tua.

Akan tetapi semakin berkembangnya zaman, maka semakin banyak orang yang tidak mengindahkan etika maupun norma dalam penggunaan alat digital. Hal ini terbukti dengan adanya beberapa kasus maupun cerita tentang bullying dan tindak kekerasan yang terjadi di lingkungan masyarakat maupun sekolah, serta semakin banyaknya penyebaran video/konten informasi yang tidak patut dikonsumsi oleh publik. Oleh sebab itu, setiap warga digital harus mengerti dan memahami tentang konsep kewargaan digital dengan baik. Di dalam mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital terdapat materi yang berkaitan erat dengan apa yang telah diuraikan diatas yaitu tentang kewargaan digital dimana tujuan pembelajarannya adalah siswa dapat memahami konsep kewargaan digital dan merumuskan etika kewargaan digital.

Baca juga:  Belajar Administasi Umum dengan Model Pembelajararan Artikulasi

Akan tetapi tingkat pemahaman konsep kewargaan digital oleh siswa kelas X SMK Negeri 1 Sayung masih sangat rendah. Hal ini dikarenakan dalam pembelajaran guru masih menggunakan cara yang konvensional yaitu ceramah sehingga masih sulit dipahami oleh siswa. Oleh sebab itu, diperlukan adanya suatu media yang menarik sehingga konsep pemahaman kewargaan digital dapat tersampaikan dengan baik. Adapun media yang dapat digunakan yaitu media video documenter, dimana video tersebut menceritakan adanya contoh suatu kasus tentang bullying, kekerasan, dan pelanggaran dalam menggunakan alat digital/teknologi.

Dari contoh video documenter yang ditayangkan tersebut diharapkan siswa mampu untuk mengamati, menuliskan permasalahan yang terjadi, menganalisa kemudian mengambil kesimpulannya dan mempresentasikan hasil pengamatan tersebut didepan kelas. Sehingga dari pembelajaran tersebut siswa dapat memahami konsep kewargaan digital dengan cara mengidentifikasi dan merumuskan masalah dan jenis pelanggaran tentang penggunaan perangkat komunikasi yang ditayangkan dalam video tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan video documenter ini mampu meningkatkan pemahaman konsep kewargaan digital. (fbs1/ida)

Baca juga:  Canva, Aplikasi Desain Grafis Millenial

Guru Siskomdig SMK Negeri 1 Sayung Kabupaten Demak

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya