alexametrics

Bridging Course Bekal Awal Penguasan Bahasa Inggris Peserta Didik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SERING kali mendengar peserta didik mengeluhkan betapa sulitnya pelajaran bahasa inggris dan beranggapan bahasa inggris tidak bisa mereka mengerti dan kuasai baik di sekolah maupun di luar sekolah, menjadi pelajaran yang sangat membosankan, sulit, dan tidak menyenangkan bagi mereka. Sebagai pendidik seringkali kita menemui masalah dan kesulitan bagaimana formula yang baik untuk memecahkan masalah pengajaran Bahasa inggris tersebut untuk membuang mindset peserta didik bahwa sebenarnya bahasa inggris itu mudah dan menyenangkan.

Melihat kenyataan itu, jawaban yang mugkin menjadi akar permasalahan di atas adalah bahwa materi yang di ajarkan di sekolah belum memberikan materi yang sangat dasar yang diperlukan peserta didik sehingga dalam menguasai bahasa inggris menjadi hal yang sulit. Apalagi peserta didik yang baru memasuki jenjang SMP ada yang mungkin baru mengenal bahasa inggris dan mereka tidak membayangkan bagaimana bahasa inggris itu, namun ada juga yang mungkin pernah mengenal bahasa inggris tapi mereka mungkin tidak pernah membayangkan sesulit itu bahasa inggris. Ini yang mendasari hadirnya pemikiran tentang bridging course.

Baca juga:  Duh, Susahnya Pelajaran Bahasa Inggris

Bridging course adalah matrikulasi bagi peserta didik baru di SMP pada mata pelajaran yang belum diajarkan pada jenjang sebelumnya.Bridging Course bagi peserta didik diharapkan dapat menjadi obat alternatif untuk mengatasi masalah- masalah tersebut serta dapat berfungsi sebagai jembatan yang dapat mengatasi kesenjangan pengetahuan dan keterampilan dasar yang dimiliki para lulusan SD (Sekolah Dasar) yang notabene berasal dari berbagai sekolah dengan kemampuan yang beragam alias heterogen untuk dapat mengikuti terutama pelajaran bahasa inggris di SMP.

Pola pembelajaran pada program Bridging Course yang diterapkan di SMP Satu Atap Kutorojo Kajen, Kabupaten Pekalongan ini terkait erat dengan upaya agar para peserta didik baru dapat mengenal lebih dekat tentang pelajaran bahasa inggris dengan segala komponen yang ada di dalamnya. Selain itu diharapkan mereka akan lebih mudah dan penuh keyakinan dapat menguasai apa yang akan mereka pelajari kelak pada proses belajar mengajar yang sesungguhnya pada hari- hari efektif belajar.

Baca juga:  Modul Sebuah Alternatif dalam PJJ Bahasa Inggris

Bridging Course ini menggunakan prinsip pembelajaran : Kontekstual, Menyenangkan, Kooperatif , Based on Problem Solving (berdasarkan penyelesaian masalah). Tujuan Bridging Course : Meningkatkan bekal awal peserta didik baru dengan cara memberikan materi esensial pelajaran bahasa inggris yang sangat penting untuk persiapan mereka mengikuti proses belajar mengajar selanjutnya. Membantu peserta didik agar dapat mempelajari bahasa inggris lebih mudah Memberikan pengalaman awal kepada peserta didik bahwa bahasa inggris itu menyenangkan dan mudah.

Bridging course dapat dilaksanakan pada awal masuk peserta didik kelas 7 selama sekitar 3 bulan atau bahkan bisa kurang atau lebih. Ini tergantung peserta didik di lingkungan sekolah masing- masing. Dalam pembelajaran bahasa inggris, materi yang disampaikan adalah materi yang sangat mendasar sehingga berguna bagi peserta didik dalam memahami materi bahasa inggris selanjutnya yang tertera pada standar kompetensi dan kompetensi dasar. Dalam penyampaiannya, guru menggunakan metode yang bisa menarik minat, kreativitas, serta membuat mereka senang dengan bahasa inggris. Dengan adanya minat, kreativitas dan rasa senang tersebut diharapkan menjadi motivator dalam belajar bahasa inggris sehingga dapat menghasilkan hasil akhir yaitu peningkatan penguasaan bahasa inggris dengan baik dan benar. Bridging course merupakan alternatif yang bisa kita coba dalam pembelajaran bahasa inggris di kelas. (fbs1/zal)

Baca juga:  Mudahnya Ulangan Harian Administrasi Umum dengan Whatsapp Auto Respon

Guru SMP Satu Atap Kutorojo Kajen, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya