alexametrics

Belajar dari Rumah Menjadikan Siswa Lebih CAKAP

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEJAK pandemi Covid-19, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan surat edaran bertanggal 24 Maret 2020 yang mengatur pelaksanaan pendidikan pada masa darurat penyebaran Covid-19. Akhirnya diterapkan kebijakan Belajar dari Rumah (BDR)/pendidikan jarak jauh (PJJ) sejak Maret 2020.

Kendati begitu, masa pandemi Covid-19 ini, selain membawa dampak negatif, tapi juga membawa dampak positif bagi dunia pendidikan. Dampak positifnya semua masyarakat menjadi lebih CAKAP. Maksudnya, 1) Cepat Tanggap Teknologi. Pandemi Covid-19 yang datang tak diundang, menyebabkan penutupan sekolah-sekolah. Sebagai gantinya, pemerintah telah memberlakukan sistem PJJ yang berbasis teknologi. Hal ini mengharuskan lembaga pendidikan, guru, siswa bahkan orang tua agar cepat tanggap teknologi. Orang tua, siswa bahkan guru harus bisa mengaplikasikan berbagai sistem dalam jaringan internet. Orang tua dan siswa harus menggunakan HP Android. Awalnya tidak tahu dan tidak mengenal WA, Google Classroom, Zoom dan sebagainya, sekarang mau tidak mau harus mengikuti agar tidak ketinggalan zaman. 2) Aplikasi Belajar Online Banyak Bermunculan. Untuk mendukung PJJ percepatan perkembangan teknologi pendidikan karena pandemi Covid-19, membuat berbagai platform meluncurkan aplikasi belajar online untuk mendukung program Belajar Dari Rumah (BDR) dapat dilakukan efektif. Hal ini mengakibatkan adanya kursus online baik yang bayar maupun gratis. 3) Kreativitas Tanpa Batas. Pandemi Covid-19 membuat ide-ide baru bermunculan. Para ilmuwan, peneliti, dosen bahkan mahasiswa berupaya melakukan eksperimen untuk menemukan vaksin Covid-19. Dalam mencegah penularan virus, salah satu upayanya menggunakan masker. Karena penggunaan masker yang terus menerus dikhawatirkan kekurangan masker. Maka peneliti membuat masker yang bisa dicuci ulang dengan beragam model sehingga penggunaan masker sangat efektif. Selain masker, merancang penggunaan baju tenaga medis.

Baca juga:  Maksimalkan Konseling dengan Google Classroom di Era Pandemi

4) Antara Guru dan Orang Tua Berkolaborasi. Selama masa pandemi Covid-19 ini, peserta didik akan menghabiskan waktu belajar di rumah. Hal ini menuntut adanya kolaborasi yang inovatif antara orang tua dan guru sehingga peserta didik tetap bisa menjalani belajar dari rumah secara online dengan efektif. Selain itu, kolaborasi yang inovatif dapat mengatasi berbagai keluhan/kendala selama menjalani belajar online. Siswa akan bertanya pada orangtuanya jika mengalami kesulitan. Jika orangtua juga masih mengalami kendala, maka orangtua akan bertanya dan berhubungan langsung dengan guru. Hal ini akan ada hubungan yang baik antara orang tua dan guru, yang tentunya memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan baik di masa kini maupun masa mendatang. 5) Positive Thinking (Berpikir Positif). Untuk mengatasi suatu masalah terutama pandemi Covid-19 ini hendaklah positive thinking atau berpikir positif dengan cara tawakal kepada Allah SWT. Sebab, semua kehendak Allah SWT. Dengan begitu, semua masyarakat akan lebih tenang dan tentram tidak ada rasa kekhawatiran yang berlebihan, namun tidak melupakan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. (ips1.1/ida)

Baca juga:  Pembelajaran Passing Bawah Bola Voli dengan Metode Tutor Sebaya

Guru BK SMA Negeri 1 Mijen Demak

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya