alexametrics

Class League Meningkatkan Hasil Belajar Ilmu Pelayaran Datar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Belajar adalah proses alamiah yang dilakukan semua manusia seperti halnya ketika lapar maka akan makan, ketika haus akan minum dan pada saat capai akan beristirahat. Sebagaimana dikatakan Dahar, 1996 bahawa belajar adalah sebagai suatu proses dimana suatu organisme berubah akibat pengalaman. Namun yang terjadi sekarang ini proses pembelajaran seperti membengkokan besi dengan tangan, terasa sulit untuk mencapai tujuan.

Magner (1962) mendefinisikan tujuan pembelajaran sebagai tujuan perilaku yang hendak dicapai atau yang dapat dikerjakan oleh peserta didik sesuai kompetensi. Rendahnya hasil belajar dalam pembelajaran menurut Muhibbin Syah (2006: 144) disebabkan oleh beberapa faktor : 1) Faktor internal (faktor dari dalam siswa), 2) Faktor eksternal (faktor dari luar siswa), 3) Faktor pendekatan belajar (approach to learning).

Baca juga:  Pembelajaran Praktik Produktif Sistem Rem dengan Metode TSS

Dalam hal ini faktor ketiga merupakan faktor yang bisa direkayasa di dalam kelas. Suasana kelas yang pasif dan cenderung berjalan satu arah tentu akan membuat siswa merasa bosan dan berharap pelajaran cepat selesai, sehingga hal ini berpengaruh pula pada hasil pembelajaran yang tidak sesuai dengan harapan atau sebagian siswa tidak memmenuhi nilai ketuntasan minimum.

Bertolak dari permasalahan tersebut, maka upaya dalam mengatasi rendahnya hasil belajar terutama dalam materi mendeskripsikan gambar peta mata pelajaran Ilmu Pelayaran Datar pada kelas XI NKPI 2 SMK Negeri 3 Tegal tahun pelajaran 2019/2020 dilakukan dengan class league. Pembelajaran dengan class league ini sesuai dengan amanat Permendikbud no. 103 tahun 2014 tentang pendekatan pembelajaran saitifik (scientific approach) dengan model pembelajaran kooperatif (cooperative learning). Menurut Sufairoh, 2016 tahapan pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi dan mengkomunikasikan.

Baca juga:  Melatih Siswa Berpikir Komputasional melalui Teknik STD dalam Pembelajaran Teks Prosedur

Dalam pembelajaran dengan class league ini menekankan pada kompetisi dan kerjasama. Dalam model pembelajaran kompetisi, siswa belajar dalam suasana persaingan. Biasanya guru menggunakan imbalan dan ganjaran untuk memotivasi siswa dalam memenangkan class league.

Tindakan awal yang dilakukan guru adalah menjelaskan konsep bumi dan peta. Setelah dilakukan penilaian siswa yang bisa menjawab petanyaan hanya sekitar 30%. Kemudian guru melakukan tindakan dengan membagi siswa menjadi 8 kelompok dengan komposisi bervariasi. Masing-masing kelompok diberikan tugas mendiskusikan materi yang telah diajarkan. Dalam diskusi terjadi transfer pengetahuan antar siswa dalam kelompok.

Selanjutnya seorang siswa yang memiliki kemampuan terendah dari masing-masing kelompok diberi tugas menjelaskan sub kompetensi dengan gambar dan class league terjadi pada saat diskusi kelompok. Perwakilan siswa mengerjakan tugasnya dengan sungguh-sungguh untuk mewakili kelompoknya dan siswa yang lain bertanggungjawab dalam diskusi maupun saat memberi jawaban atas pertanyaan. Untuk memberi motivasi sebagaimana teori behaviorisme guru memberikan imbalan bagi kelompok yang paling baik performannya dan ganjaran bagi kelompok yang paling tidak baik performannya.

Baca juga:  Teknik Scanning Tingkatkan Keterampilan Membaca Kelas Tinggi

Setelah diterapkan motode pembelajaran dengan class league dalam ulangan harian nilai siswa meningkat secara drastis dibandingkan dengan penilaian awal, hal ini dibuktikan dengan nilai seluruh siswa berada di atas KKM. (ips2/ton)

Guru NKPI SMK N 3 Tegal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya