alexametrics

Bubur Ketan Solusi Pembentukan Karakter saat Pandemi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pandemi covid-19 yang telah mendunia memang telah mengubah segalanya. Berbagai aspek kehidupan mulai dari ekonomi, kesehatan, bahkan pendidikan sangat terasa dampaknya. Sebagai upaya pencegahan pandemi covid-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan agar sekolah-sekolah melaksanakan kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh Belajar Dari Rumah (PJJBDR).

Pembelajaran daring ini merupakan pembelajaran tatap muka secara langsung antara guru dan siswa melalui online yang menggunakan jaringan internet. Sehingga guru harus memastikan kegiatan pembelajaran tetap berjalan meskipun siswa berada di rumah. Guru harus mampu menyusun skenario pembelajaran baru sebagai inovasi yang memanfaatkan media daring (online). Hal ini sesuai dengan edaran Mendikbud No 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam masa darurat Masa Darurat Penyebaran Covid -19.

Pada kenyataannya banyak sekali kendala-kendala yang harus dihadapi. Masih banyak siswa yang belum mempunyai fasilitas HP Android maupun jaringan internet yang memadai. Kalaupun para siswa mampu membeli paketan itupun kadang-kadang sinyal tidak bersahabat karena letak geografis yang memang berada di pedesaan yang jauh dari tower internet. Bahkan tidak jarang HP yang digunakan untuk pembelajaran adalah HP milik orang tuanya yang juga harus dibawa saat bekerja. Sehingga kegiatan pembelajaran daring ini tidak bisa maksimal.

Baca juga:  Menanamkan Karakter Unggah Ungguh melalui Pembelajaran Bahasa Jawa Berbasis Inquiry

Berdasarkan pengalaman penulis sebagai guru SDN 3 Dudakawu, untuk mengatasi keterbatasan pembelajaran daring ini, maka penulis melaksanakan pembelajaran secara luring (luar jaringan). Salah satunya yaitu dengan mengajak para siswa untuk membuat sebuah Buku Berisi Uraian Kegiatan Harian atau disingkat ”Bubur Ketan”. Bubur ketan inilah yang nantinya akan mewakili siswa dalam penilaian karakter kesehariaannya saat di rumah.

Dalam Bubur Ketan ini, siswa harus menuliskan seluruh kegiatannya mulai bangun tidur pagi hingga menjelang tidur malam. Mulai dari kegiatan ibadah (salat, mengaji), kegiatan membantu orang tua, belajar, maupun kegiatan lain yang positif (selalu menggunakan masker, mencuci tangan sesering mungkin dengan sabun, olahraga teratur dan makan makanan bergizi sebagai gerkan moral menghadapi Covid-19). Bahkan jika siswa mampu menciptakan sebuah prakarya/karya yang bermakna, mereka juga wajib menyertakannya. Sehinggga tanpa bertatap muka dengan para siswa guru sudah mempunyai gambaran penilaian bahkan data dalam penilaian karakter siswa.

Baca juga:  Metode Outdoor Mengoptimalkan Karakter Ingin Tahu bagi Peserta Didik

Dengan pembuatan Bubur Ketan ini, para siswa yang tentu saja dengan bimbingan dan arahan orang tua sebagai guru di rumah yang mendampingi, maka karakter jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli dan percaya diri akan terbentuk dengan sendirinya. Awalnya mungkin para siswa akan merasa berat dan seolah ada tuntutan, namun dengan penjelasan dari orang tua dan juga guru dalam setiap kunjungan ke rumah (home visit) maka para siswa pun akan semangat. Hal ini akan menjadi sebuah kebiasaan yang akan membentuk sebuah karakter baik dalam kehidupannya.

Guru sebagai motivator juga jangan lupa untuk memberikan reward kepada para siswa yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Dalam setiap satu minggu sekali guru dapat melaksanakan kunjungan untuk mengevaluasi kegiatan para siswa dan membantu kesulitannya dalam mengerjakan tugas yang diberikan. (dar2/ton)

Baca juga:  Motivasi Kepala Sekolah Bentuk Karakter di Sekolah Dasar

Guru SD Negeri 3 Dudakawu, Kab. Jepara

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya