alexametrics

Asyiknya Menghafal Huruf Hijaiyah sambil Bernyanyi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Belajar membaca Alquran diperintahkan Allah sejak diturunkannya wahyu yang pertama kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu surat Al Alaq ayat 1 yang artinya “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan”. Mempelajari Alquran hukumnya wajib bagi umat Islam, karena banyak keutamaan bagi orang yang mempelajari Alquran. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW. “Bacalah Alquran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat kepada orang yang membacanya” (HR.Muslim).

Untuk dapat membaca Alquran terlebih dahulu harus memahami huruf dan tanda baca Alquran. Proses pengenalan huruf hijaiyah dilakukan melalui pendidikan formal maupun nonformal. Dalam pendidikan formal, pengenalan huruf hijaiyah dimulai pada jenjang Sekolah Dasar (SD) melalui mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI dan BP).

Dalam mata pelajaran PAI dan BP materi pengenalan huruf hijaiyah dan tanda baca Alquran diajarkan di kelas I semester 1. Dalam mengajarkan materi ini kepada siswa kelas I harus diciptakan suasana yang menyenangkan sesuai dengan dunia anak-anak, agar ketika anak belajar merasa senang dan tidak terbebani oleh materi pelajaran. Salah satu kegiatan yang disukai anak-anak adalah bernyanyi. Penulis sebagai guru PAI dan BP mencoba menerapkan cara ini pada siswa kelas I SDN 2 Patukangan Kendal, untuk mengajarkan materi mengenal huruf hijaiyah dan tanda baca Alquran.

Baca juga:  Pembelajaran PAI BP melalui Google Meet

Dalam pembelajaran ini guru mengajak siswa untuk menyanyikan lagu yang sudah dikenal dan dihafal oleh siswa. Kemudian guru mengubah syair lagu dengan nama-nama huruf hijaiyah mulai dari huruf alif sampai ya’.

Sebagai contoh untuk mengenalkan nama-nama huruf hijaiyah guru mengubah syair lagu “Naik-naik ke Puncak Gunung” menjadi “Ayo kawan kita belajar, membaca huruf hijaiyah 2x, alif ba ta ṣa jim ḥa kho, dal zal ra za sin syin ṡad ḍad, ṭa ẓa ain gain, fa qaf kaf lam mim, nun wau ha lam alif hamzah ya“. Guru memberi contoh cara menyanyikan bait demi bait, siswa menirukan cara pengucapan huruf hijaiyah.

Baca juga:  Penggunaan Metode Card Sort Efetif untuk Meningkatkan Partisipasi Siswa

Kemudian untuk mengenalkan tanda baca Alquran (harakat) guru mengubah syair lagu “Balonku Ada Lima” menjadi “Tanda baca Alquran ada 5 macamnya, fathah kasrah dan dumah, sukun tasydid namanya, alif fathah dibaca a, alif kasrah dibaca i, alif dumah dibaca u, semua jadi a i u”. Lagu bisa dilanjutkan dengan mengganti huruf yang dibaca dengan huruf yang selanjutnya. Kegiatan ini akan semakin asyik bila siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, dan tiap kelompok menyanyikan lagu secara bergantian dan bersambung dengan huruf yang berbeda sesuai yang disebutkan oleh guru. Setelah siswa hafal nama-nama huruf hijaiyah, guru memperjelas pemahaman siswa dengan menunjukkan bentuk huruf hijayah menggunakan kartu huruf. Sehingga siswa tidak hanya bisa menyebutkan namanya, tapi juga bisa menunjukkan bentuknya.

Baca juga:  Praktik Mandiri Tingkatkan Keterampilan Belajar IPA

Dari pembelajaran yang diterapkan di SDN 2 Patukangan ini, siswa mengikutinya dengan semangat dan ceria. Siswa menerima materi pelajaran tanpa merasa terbebani oleh materi. Pembelajaran dengan bernyanyi ini dapat juga diterapkan pada materi yang lain. Jadi untuk mencapai tujuan pembelajaran guru harus menciptakan suasana yang menyenangkan, sehingga siswa dapat menerima materi yang diajarkan dengan hati yang senang. (dar2/ton)

Guru PAI dan BP SDN 2 Patukangan Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya