alexametrics

Mengajar Vocabulary Menggunakan Lagu Berbahasa Inggris

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Alat komunikasi yang sangat penting bagi kehidupan manusia adalah bahasa. Dengan berbahasa dapat disampaikan ide, pikiran, perasaan atau informasi seseorang kepada orang lain, baik secara lisan maupun tulisan. Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa asing yang digunakan sebagai bahasa pengantar komunikasi internasional di seluruh dunia. Sehingga pendidikan di Indonesia memasukkannya dalam kurikulum sebagai salah satu mata pelajaran yang harus dipelajari di tingkat sekolah menengah pertama.

Ada empat aspek kemampuan berbahasa yang diajarkan pada mata pelajaran bahasa Inggris yaitu reading (membaca), writing (menulis), listening (mendengarkan) dan speaking (berbicara).
Sebagai seorang guru bukan hanya memberi pengetahuan tentang bahasa Inggris namun berkomunikasi praktis dengan peserta didik menggunakan bahasa Inggris harus dilakukan sehingga peserta didikpun mampu mengembangkan kemampuan berbicara mereka.

Sari (2009:180) menulis “Having entertainment in class. for a grammar class”. Pemanfaatan lagu merupakan hiburan di kelas yang menciptakan suasana belajar mengajar yang menyenangkan. Kelebihan-kelebihan lagu sebagaimana disebutkan diharapkan bisa meningkatkan partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran.

Baca juga:  Mari Biasakan Gosok Gigi Sejak Dini

Ada beberapa alasan mengapa pembelajaran bahasa Inggris tidak berhasil di sekolah yaitu: pertama, bahasa Inggris diajarkan dengan cara konvensional. Beberapa tahun sebelumnya, bahasa Inggris diajarkan menggunakan cara konvensional di mana ia didasarkan pada pembelajaran tata bahasa dan struktur dan kurangnya praktik dalam menggunakannya. Kedua, banyak guru masih menggunakan L1 (bahasa pertama) di kelas bahasa Inggris. Ada banyak faktor yang mempengaruhi guru menggunakan L1 di kelas bahasa Inggris mereka. Seperti kurang percaya diri, kurangnya metode yang digunakan dalam menyajikan bahasa baru dan kurangnya ide dalam menggunakan media pengajaran. Ini juga merupakan hambatan besar karena peserta didik tidak terbiasa mendengar orang lain, terutama guru mereka sebagai panutan, berbicara dalam bahasa Inggris.

Ketiga, keaslian bahan. Materi yang diajarkan tidak berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. sehingga peserta didik masih menghadapi kesulitan dalam memahami majalah bahasa asing, lagu berbahasa asing, internet, dan film, misalnya.
Keempat penyampaian guru. Faktor teknik pengantar guru juga mempengaruhi motivasi belajar peserta didik dalam belajar bahasa Inggris.

Baca juga:  Tingkatkan Literasi Digital dengan Pembelajaran Multiliterasi

Song adalah musik pendek dengan kata yang Anda nyanyikan. Song pada umumnya adalah musik untuk menyanyikan lagu dengan harga yang sangat rendah dan tarian yang tidak perlu diributkan. Karya instrumental dalam gaya vokal: sebuah karya instrumental yang ditulis dalam gaya komposisi untuk suara, atau dalam musik populer, karya musik apa pun. Song bisa digunakan untuk mengajar tata bahasa karena dalam lirik lagu ada beberapa macam bentuk kata, guru bisa memilih lagu yang pasti sesuai dengan bentuk kata yang akan diajarkan.

Song bisa digunakan untuk mengajarkan tata bahasa karena dalam lirik lagu ada beberapa jenis tenses, guru bisa memilih lagu yang pasti sesuai dengan tenses yang akan diajarkan. Media dalam proses belajar mengajar sering digunakan oleh para guru untuk meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi dan membuat proses belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan.

Baca juga:  Menumbuhkan Minat dan Semangat Belajar Bahasa Inggris

Suwartono (2012: 149-151) berpendapat bahwa ritme dan otentisitas lagu dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran bahasa. Ritme dan nada menghadirkan rasa senang. Sebagai bahan otentik lagu memotivasi bagi yang mendengarkannya untuk menirukan teks liriknya baik secara lengkap atau sebagian. Teks lagu berisikan contoh nyata pemakaian bahasa (language in use), tidak terkecuali pola-pola kalimat. Ambil saja ungkapan “I don’t wanna see you crying”, atau “I’ll never let you go” sebagai contoh. Dalam konteksnya ungkapan-ungkapan tersebut bisa dibawa ke ruang kelas ketika guru bermaksud memperkenalkan pola-pola kalimat yang menggunakan verbal indra (verbs of senses) dan verb khusus seperti kata let, make dan seterusnya. Dengan demikian, kelebihan ini bisa dimanfaatkan oleh guru dalam memfasilitasi pembelajaran. Penguasaan kosakata/vocabularies berpengaruh terhadap kemampuan dan keterampilan mengungkapkan ide dan bahasa secara tepat. (gm2/lis)

Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 1 Wonopringgo

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya