alexametrics

Hadapi Pembelajaran saat Pandemi dengan Optimalisasi Office 365

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Berbagai upaya dilakukan oleh sekolah ketika mengadapi pandemi covid 19 saat ini dalam melayani dan mengawal proses pembelajaran di sekolah. Demikian juga yang dilakukan di SMP Negeri 21 Semarang. Sebagai salah satu sekolah yang pernah merasakan atmosfer RSBI, tetap berupaya menjaga kualitas pembèlajaran yang tèlah dilakukan. Persoalan mengawal proses pembelajaran selama PJJ (pembelajaran jarak jauh) maupun BDR (belajar dari rumah) menjadi sebuah tantangan agar terselenggaranya proses layanan secara optimal tanpa meninggalkan mutu yang diharapkan. Langkah dan strategi dijalankan agar optimalisasi pembelajaran dapat dilakukan dengan mengurangi risiko dan dampak yang terjadi.

Berbagai strategi sudah dicoba dalam melakukan pembelajaran daring, dimulai dari yang sederhaana melalui WA, sampai penggunaan google classroom, zoom, webex dan pemanfataan Microsoft Office 365. Penggunaan berbagai media tersebut masing-masing memiliki ciri dan karakteristik sendiri-sendiri.

Baca juga:  Dengan Mapel IPA, Kembangkan Hots Peserta Didik

Setelah melalui proses pembelajaran yang telah dilakukan lewat berbagai media, optimalisasi Microsoft office 365 dipandang sangat membantu melayani pembelajaran jarak jauh yang telah dilakukan. Berbagai fitur yang ada sangat membantu saat proses pembelajaran dilakukan tanpa melakukan pemrograman aplikasi lain. Pada office 365 terdapat fitur-fitur yang sangat membantu guru saat pembelajaran seperti one drive, one note, sway, teams dan masih banyak fitur lainya. Salah satu kemudahan yang dipunyai office 365 adalah kapasitas penyimpanan yang cukup banyak sehingga pengguna tidak perlu lagi menggunakan flasdisk.

Penggunaan microsoft teams sangat membantu guru dalam pengelolaan kelas. Peranan teams dalam manajemen kelas menjadi sebuah keuntungan bagi guru dan peserta didik saat melakukan interaksi pembelajaran. Guru dan peserta didik dapat merancang pola pembelajaran milenial tanpa menguras banyak kuota. Kehadiran peserta didik saat interaksi pembelajaran dapat terpantau secara jelas, karena saat interkasi pembelajaran teams menunjukkan data secara akurat dari mulai kapan ikut bergabung sampai mereka meninggalkan sesi tersebut. Pembelajaran menggunakan teams seperti proses pembelajaran di kelas walau melalui dunia maya. Guru dapat menerangkan secara optimal melalui power point, berbagi papan tulis maupun tayangan lain yang di sharekan. Kreatifitas guru sangat teruji ketika melakukan proses pembelajara. Penggunan sway sangat membantu guru maupun peserta didik untuk membuat artikel ataupun pengalaman belajarnya secara runtut dan dengan desain yang mengagumkan. Pengumpulan tugas-tugas dapat dilakukan secara mudah dan guru dapat segera memberikan balikan secara langsung berupa komentar dan nilai yang dapat diakses secara langsung oleh siswa. Kepala sekolah dapat mengontrol dan melihat pekerjaan peserta didik maupun guru secara berkala lewat tempat assignment yang sudah disediakan.

Baca juga:  Peningkatan Listening Skill via English Game Song

Namun demikian dibutuhkan kerja keras oleh seluruh pengguna media ini karena merupakan sebuah kebiasaan baru yang harus dilalui dengan bijak. Awal akan muncul kesulitan yang harus dilalui dengan penuh kesabaran karena sebelumnya tidak pernah digunakan, namun dengan kerjasama yang cerdas dari semua guru dan peserta didik, pembelajaran dapat dilakukan dengan bijak tanpa menghilangkan karakter dengan hasil optimal. (gm1/ton)

Kepala SMP 21 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya