alexametrics

Belajar Tempo dan Tinggi Rendah Nada lewat Lagu Yamko Rambe Yamko

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mengajarkan musik di sekolah dasar merupakan salah satu komponen pengajaran yang terintegrasi mendukung tercapainya pengembangan pribadi siswa. Juga membantu menemukan bakat dalam dirinya terutama di bidang musik. Meskipun tak semua siswa tertarik dan menguasai materinya, setidaknya ilmu atau konsep dasar bermusik akan menjadi bekal untuk mengembangkan bakat dan minat di kemudian hari.

Siswa kelas 4 SD Negeri Rejosari 03 mengalami kesulitan dalam membedakan tinggi rendah nada dan cepat lambatnya tempo sebuah lagu dalam muatan pelajaran SBdP. Meskipun lagu sudah diajarkan oleh guru sesuai nada asli, siswa masih belum bisa melagukan dengan tempo dan tinggi rendah nada dengan tepat.

Brocklehurst (1974) mengemukakan bahwa ingatan bayangan nada adalah salah satu dari hal-hal yang sangat penting dalam kemampuan bermusik. Mendengarkan lagu-lagu yang sudah dikenal adalah metode yang dapat mengembangkan kemampuan bayangan nada. Tak terkecuali dalam mempelajari tempo dan tinggi rendahnya nada dalam lagu tersebut.

Baca juga:  Berkreasi Tari secara Virtual, Bikin Film Pendek

Penulis memilih lagu Yamko Rambe Yamko dari Papua untuk membantu siswa mempelajari tempo dan tinggi rendah nada. Lagu tersebut dipilih karena siswa sudah terbiasa mendengar lagu tersebut sehingga tidak menyita banyak waktu untuk mempelajarinya. Sehingga siswa diharapkan bisa lebih memahami tentang tempo dan tinggi rendah nada.

Langkah pembelajarannya adalah pertama, guru menggambarkan notasi angka lagu tersebut di papan tulis. Guru menjelaskan bahwa tempo merupakan cepat lambatnya sebuah lagu yang dinyanyikan. Tempo dibedakan menjadi 3 yaitu tempo lambat, sedang dan cepat. Sedangkan tinggi rendah nada adalah cara menyanyikan lagu sehingga menghasilkan nada tinggi maupun rendah sesuai notasi lagu. Urutan tinggi rendahnya nada digambarkan dalam sebuah tangga nada yang ditulis dengan notasi angka.

Baca juga:  Jovial, Andovi Lopez, hingga Sutradara Film, Mengapresiasi Karya Alodia Yap

Kedua, guru memutarkan lagu Yamko Rambe Yamko untuk didengarkan kepada siswa sambil memukulkan tongkat ke meja sebagai tanda tempo lagu yang harus dinyanyikan. Setelah lagu selesai diputar sambil diberi tempo menggunakan tongkat yang dipukul, guru memutarkan lagu tersebut kedua kalinya sambil menunjuk not angka pada tangga nada di papan tulis.
Not yang bertitik di bawah berarti bernada rendah, tidak bertitik berarti bernada sedang dan bertitik di atas berarti bernada tinggi. Ketiga, guru meminta siswa menyanyikan lagu Yamko Rambe Yamko bersama-sama sambil memukulkan pensil ke meja masing-masing sebagai penanda temponya. Siswa juga memperhatikan gambar tangga nada di papan tulis sehingga tahu kapan lagu dinyanyikan dengan nada tinggi, sedang, ataupun rendah. Luar biasa. Tempo yang mereka nyanyikan hampir mirip dengan aslinya. Tinggi rendahnya nada juga semakin tepat menghasilkan harmoni yang indah. Guru memberikan konfirmasi dan apresiasi pada hasil belajar siswa mengenai tempo dan tinggi rendahnya nada.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Integritas Sosial dengan Problem Based Learning

Setelah mendapat pujian karena bisa bernyanyi sesuai dengan nada, siswa justru meminta guru untuk menyanyikan lagu Yamko Rambe Yamko bersama disertai dengan tarian. Menyenangkan sekali bisa menyanyi dan menari bersama sambil belajar. (gm2/lis)

Guru kelas IV SD Negeri Rejosari 03,Kecamatan Tersono

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya