alexametrics

Pembiasaan Literasi Pagi dapat Menumbuhkan Semangat Baca

Artikel Lain

RADARSEMARNG.ID, TIDAK bisa dipungkiri bahwa aktivitas membaca memegang peran yang sangat penting dalam membentuk insan yang cerdas, berkarakter, dan berbudaya. Melalui aktivitas membaca, banyak wawasan dan pengetahuan yang dapat diperoleh. Namun sayangnya minat baca masyarakat kita masih terbilang cukup rendah, berdasarkan survei yang dilakukan United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) menunjukkan minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001% (www.solopos.com). Artinya dari seribu orang Indonesia hanya satu orang yang rajin membaca. Ini tentunya merupakan masalah serius bagi bangsa Indonesia yang harus segera dicari solusinya.

Melihat kenyataan tersebut, penulis mempunyai ide untuk memberikan pembiasaan literasi kepada peserta didik di tempat penulis mengajar yaitu di SDN 1 Damarsari. Pembiasaan literasi ini dilaksanakan setiap pagi hari, pemilihan waktu di pagi hari didasarkan karena pikiran di pagi hari masih sangat segar dan jernih untuk digunakan belajar. Sehingga peserta didik akan lebih mudah memahami dan mengingat apa yang telah dibaca atau dipelajarinya saat itu.

Baca juga:  Pentingnya Literasi untuk Siswa Sekolah Dasar di Masa Pandemi

Pembiasaan literasi pagi ini dilakukan setiap 15 menit sebelum pelajaran pertama dimulai, bagi kelas I hingga kelas III guru diharapkan berperan aktif untuk mengajari peserta didik membaca, menulis, bercerita, merangkai kata, dan lain-lain yang dipandang mengasyikan. Sedangkan untuk kelas IV hingga kelas VI diharapkan guru tetap mengawasi jalannya pembiasaan literasi pagi agar peserta didik tidak menyalahgunakan waktu yang diberikan untuk pembiasaan literasi ini.

Sesuai dengan tugas pokoknya penulis sebagai guru kelas VI SDN 1 Damarsari Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal, maka menjadi sasaran utama kegiatan literasi pagi untuk mendukung pemahaman membaca. Guru menyediakan buku bacaan, majalah ataupun bacaan lainnya yang disiapkan di pojok kelas. Siswa masuk ke kelas langsung menuju ke pojok kelas baca dan mengambil bacaan yang sudah disiapkan.

Baca juga:  Dengan Bola, Mudah Pahami Cara Perpindahan Kalor

Sebagai bahan evaluasi dari apa yang telah peserta didik baca atau pelajari, maka peserta didik kelas VI diwajibkan membuat laporan dalam bentuk tulisan singkat. Laporan ini dikumpulkan kepada guru kelas VI setiap seminggu sekali, dan setiap hari senin setelah pembiasaan literasi pagi, guru kelas VI memilih secara acak dua hingga tiga peserta didik untuk memaparkan laporannya. Dari sini maka akan timbul rasa tanggung jawab dari peserta didik.

Jika pembiasaan literasi pagi ini berjalan sesuai dengan rencana maka akan timbul semangat membaca yang tinggi dalam diri peserta didik. Jika semangat membaca ini berlanjut hingga mereka besar maka akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan ini jika dilakukan oleh banyak orang maka akan menjadi suatu budaya, yakni budaya rajin membaca. Jika Indonesia menjadi negara dengan rakyat yang mempunyai budaya membaca yang tinggi, maka Indonesia akan lebih mudah dalam membangun negaranya dan tentunya Indoesia akan lebih maju dibandingkan sekarang ini.

Baca juga:  TPS Gairahkan Pembelajaran Luas dan Volume Bangun Ruang Kelas 6

Dengan demikian sangatlah penting dalam mengajak anak untuk mencintai buku. Mari kita ciptakan lingkungan sekolah yang ramah buku. Kita buat suasana yang menyenangkan anak dalam membaca agar anak-anak kita menjadi generasi yang berwawasan luas dan menjadikan buku sebagai teman sejatinya. (dar2/ton)

SDN 1 Damarsari Kec. Cepiring Kab. Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya