alexametrics

Meningkatkan Motivasi Belajar PPKn melalui Make A Match

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran merupakan proses pendidikan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi mereka menjadi kemampuan yang makin lama makin meningkat dalam sikap, pengetahuan dan ketrampilan. Dalam kegiatan proses pembelajaran, guru berusaha untuk menyampaikan materi sesuai dengan tuntutan ketiga kemampuan (sikap, pengetahuan dan ketrampilan) atau lebih dikenal dengan Kompetensi Dasar sesuai dengan kurikulum. Tetapi kadang hasil yang kita harapkan tidak sesuai dengan harapan. Ada berbagai hal yang mempengaruhinya di antaranya adalah peserta didik merasa kesulitan berkonsentrasi, jenuh dan mengalami kebosanan karena materinya banyak teoritisnya sehingga motivasi belajar yang kurang.

Sutikno (2006) berpendapat, pada intinya motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri peserta didik yang memberikan arah kegiatan belajar sehingga diharapkan tujuan yang dikehendaki subjek belajar itu dapat tercapai.

Baca juga:  Picture and Picture Belajar PKn Menjadi Asyik dan Kreatif pada Masa Pandemi

Motivasi belajar peserta didik sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran. Tanpa motivasi belajar, sangat sulit diharapkan peserta didik berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang penulis pernah terapkan di SMA Negeri 1 Jatibarang, Kabupaten Brebes adalah Make and Match, pada saat itu peserta didik sangat antausias dan merespon dengan baik, dan ada aktivitas interaksi yang menyenangkan antar peserta didik.

Model Make A Match (Mencari Pasangan) diperkenalkan oleh Lena Curran, pada tahun 1994. Pada model pembelajaran ini peserta didik diminta mencari pasangan dari kartu. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: a) Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban. b) Setiap peserta didik mendapat satu buah kartu. c) Tiap peserta didik memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang. d) Setiap peserta didik mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban). e). Setiap peserta didik yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin. f) Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap peserta didik mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya. g) Demikian seterusnya. h) Kesimpulan/penutup.

Baca juga:  Belajar Menulis Cerita Fantasi Membuat Imajinasi Siswa Muncul

Untuk kelancaran pelaksanaan, pada pertemuan kegiatan pembelajaran sebelumnya guru menyampaikan rencana pembelajaran pada kompetensi dasar yang akan dipelajari dengan menggunakan model pembelajaran Make A Match sehingga peserta didik dapat mempersiapkan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.

Demikian kegiatan proses pembelajaran pada mata pelajaran PPKn dengan menerapkan model pembelajaran Make A Match yang pernah dilaksanakan di SMA N 1 Jatibarang, Kabupaten Brebes. Semoga dapat menjadi solusi dan refrensi dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran pada mata pelajaran PPKn. Terutama pada kompetensi dasar yang muatan materinya banyak teoritisnya sehingga peserta didik tidak mengalami kejenuhan dalam proses pembelajaran. Semoga juga dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran PPKn yang akan berdampak pada meningkatnya hasil belajar peserta didik. (ips2/ton)

Baca juga:  Trik Memotivasi Siswa agar Semangat Belajar dan Patuh Orang Tua

Guru SMA Negeri 1 Jatibarang, Kab. Brebes

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya