alexametrics

Lebih Asyik Berhitung dengan Drinking Straws

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Matematika adalah salah satu ilmu yang sangat penting dalam kehidupan. Kegunaan matematika memang sangat penting dan dekat dalam aspek kehidupan. Hampir setiap bagian dari hidup kita mengandung matematika sehingga anak-anak membutuhkan pengalaman yang tepat untuk bisa menghargai kenyataan bahwa matematika adalah penting untuk masa depan mereka.

Sehingga jika ada siswa ingin menghindari matematika, sebenarnya tidak dapat dilakukan. Tanpa disadari matematika digunakan dalam aktivitas sehari-hari mereka, meskipun dalam bilangan dan operasi hitung yang sangat sederhana. Misalnya menghitung uang saku, menghitung uang untuk membeli sesuatu, dan sebagainya. Sebagian peserta didik menganggap matematika sebagai ilmu yang sulit dikarenakan peserta didik belum menerima matematika secara sukarela atau senang hati. Di sinilah menjadi tantangan seorang guru untuk menjadikan pembelajaran matematika tersebut dapat diterima dan disenangi peserta didik.

Matematika sendiri pada dasarnya mengajarkan logika berfikir berdasarkan akal dan nalar. Namun, sifat umum matematika itu abstrak dan tidak nyata karena terdiri atas simbol-simbol. Sehingga secara natural model pembelajaran matematika yang baik adalah secara nyata dengan melihat, merasakan, dan melakukan dengan tangan siswa. Atau secara konsep bisa diajarkan dengan cara dilihat, dipegang dan dimainkan, digambar, diucapkan, lalu ditulis. Hal ini sesuai dengan pendapat Freudenthal dalam Nur’ela (2013) menyatakan matematika sebaiknya tidak dipandang sebagai suatu bahan ajar yang harus ditransfer secara langsung sebagai matematika siap pakai, melainkan harus dipandang suatu aktivitas manusia.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Menulis Aksara Jawa Menggunakan Kartu Huruf

Dalam mengajarkan matematika materi operasi hitung pada kelas 2 SD Negeri 1 Sukomulyo, Kaliwungu Selatan, Kendal, penulis menggunakan sedotan dan kantong bilangan yang berbentuk seperti gelas yang dikenal dengan “drinking straws”. Media pembelajaran menurut Gagne dan Briggs (Azhar Arsyad 2002:4) adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang peserta didik untuk belajar dan tentunya akan lebih menarik perhatian peserta didik. Media ini berbentuk segi empat dengan empat kotak yang menempel atau disebut dengan kantong bilangan. Kantong bilangan yang berbentuk gelas tersebut berfungsi sebagai penentu nilai suatu bilangan, yaitu satuan, puluhan, dan ratusan. Dengan adanya pengelompokan nilai suatu bilangan, maka akan mempermudah peserta didik untuk melakukan operasi hitung baik penjumlahan maupun pengurangan. Sedotan pada media ini digunakan sebagai penentu jumlah suatu bilangan. Apabila satu sedotan diletakkan pada kantong yang bernilai tempat ratusan, maka nilai sedotan tersebut adalah seratus. Begitu juga bila sedotan tersebut diletakkan pada kantong nilai tempat puluhan, maka satu sedotan tersebut bernilai sepuluh dan seterusnya. Bahan dan alat yang digunakan dalam mendesain media drinking straws adalah benda-benda yang ada di sekitar kita, misalnya kardus, botol air mineral, kertas warna-warni, sedotan, lem, gunting, dll.

Baca juga:  Menulis Teks Pidato melalui Model Pembelajaran Experiential

Dengan adanya pembelajaran online yang dilakukan di rumah, maka tentunya para orang tua dapat membuat media yang sederhana ini di rumah agar tidak terpaku pada media IT untuk menanamkan konsep pembelajaran yang abstrak menjadi sebuah situasi yang nyata. Sehingga peserta didik dapat memahami nilai tampat suatu bilangan dan dapat menyelesaikan operasi hitung (penjumlahan mapun pengurangan) dengan mudah. Bagi orang tua tentu saat ini juga berperan menjadi guru di rumah. Karena harus menyampaikan materi kepada anaknya. Dukungan orang tua atau wali murid sangat penting bagi keberlanjutan pendidikan peserta didik. Guru tentunya memberikan model strategi pembelajaran yang kreatif serta inovatif agar kegiatan pembelajaran daring (dalam jaringan) selama pandemi Covid-19 dapat menyenangkan membuat semangat belajar bagi peserta didik. (ips2.1/lis)

Baca juga:  Berhitung mnjadi Mudah dengan Bermain Dakon

Guru SDN 1 Sukomulyo, Kec. Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya