alexametrics

Tingkatkan Keterampilan Menulis Puisi dengan Quantum Teaching

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENGGUNAAN media dan model pembelajaran yang menarik, akan menimbulkan minat dan semangat siswa pada proses pembelajaran. Adanya semangat dan minat, serta media pembelajaran yang menarik dapat menumbuhkan kreativitas siswa dalam menulis, khususnya menulis puisi. Media dengan pembelajaran quantum teaching tipe Tandur dapat membantu siswa mencapai apa yang dinginkan yaitu dapat menulis puisi.

Penerapan pembelajaran menulis puisi dengan model pembelajaran quantum teaching tipe Tandur, langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian sebagai berikut, 1) menumbuhkan. Yakni, siswa memperhatikan petunjuk yang diberikan oleh guru mengenai apa yang harus mereka lakukan dan menumbuhkan rasa ingin tahu cara menulis puisi. 2) Mengalami. Yakni, siswa praktik menulis puisi. Sebelum siswa menulis puisi, terlebih dahulu menciptakan atau mendatangkan pengalaman umum yang dapat dimengerti oleh siswa. Yakinkan kepada siswa bahwa menulis itu tidak sulit dan banyak orang yang dapat melakukannya. Guru menyadarkan siswa bahwa banyak hal yang dapat dijadikan bahan untuk menulis puisi, seperti benda nyata yang ada di kelas atau sekelilingnya. Guru juga mengarahkan siswa untuk mengenal secara umum hal yang berkaitan dengan puisi, misalnya pengertian puisi secara sederhana, bangun struktur puisi yang meliputi diksi, rima, bait, baris. 3) Menamai. Yaitu, setelah siswa praktik menulis puisi, kemudian guru mengarahkan siswa untuk mengenal konsep puisi dan menamai bagian-bagian puisi yang telah mereka tulis. Konsep tersebut mengenai unsur yang ada dalam puisi, baik itu unsur bangun struktur maupun lapis makna. Hal ini dilakukan untuk menjadi bekal dalam membenahi puisi yang telah mereka tulis.

Baca juga:  Mudah Pahami Menulis Proposal dengan Jigsaw

4) Mendemonstrasikan. Yakni, menyediakan kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan bahwa mereka tahu. Kemampuan mereka mengenal bagian-bagian puisi dan teknik penulisan yang baik dapat dijadikan bekal bagi siswa untuk membenahi puisinya. Setelah siswa membenahi puisinya, berilah kesempatan siswa untuk menunjukkan hasil karyanya di depan siswa lain. Hal ini merupakan kesempatan siswa untuk menunjukkan bahwa mereka tahu dan telah berhasil menulis puisi. 5) Mengulangi. Yakni, guru menegaskan kembali secara singkat apa yang telah disampaikan kepada siswa. Guru mengulang materi yang telah disampaikan pada siswa, di antaranya tentang konsep puisi, bangun struktur puisi yang meliputi diksi, baris, bait, maupun rima. Pengulangan materi ini, dilakukan agar materi yang telah disampaikan dapat melekat di benak siswa dan tidak mudah hilang dari ingatan siswa.

Baca juga:  Rekreasi Merangsang Siswa untuk Produksi Cerita Sejarah Berdasarkan Pengalaman Pribadi

6) Merayakan. Yakni, penghargaan atas karya siswa yang dapat dilakukan oleh guru. Misalnya dengan memilih puisi terbaik, memilih puisi terfavorit, memberi pujian pada seluruh siswa di kelas itu yang telah menulis puisi. Pujian itu dapat berupa tepuk tangan, ancungan jempol, dan mengucap kata “Sip!, Hebat!, Bagus!, Cerdas!, Pintar!, dan Luar biasa!.” (ips2/ida)

Kepala SMPN 2 Lebaksiu Kabupaten Tegal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya