alexametrics

Kartu Berkait untuk Literasi dan Partisipasi Siswa dalam Penjasorkes

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjasorkes) adalah mata pelajaran favorit bagi sebagian besar siswa-siswi. Tanpa bisa dipungkiri, Penjasorkes adalah mata pelajaran yang sangat menyenangkan dan menggembirakan. Banyaknya aktivitas fisik dan permainan membuat siswa dapat menyegarkan otak, setelah merasakan penatnya pembelajaran di dalam kelas.

Namun dalam kegiatan belajar mengajar, Penjasorkes banyak disalahartikan oleh para siswa sebagai waktu untuk bermain di lapangan atau taman sekolah. Banyak siswa tidak mengikuti tahap-tahap pembelajaran dengan serius. Hal itu dapat dilihat dari hasil evaluasi aspek pengetahuan yang kadang berbanding terbalik dengan aspek keterampilan. Banyak siswa dapat melaksanakan suatu aktivitas dengan baik, akan tetapi tidak dapat menjelaskan apa yang sedang atau telah dilaksanakan. Hal ini dipengaruhi oleh rendahnya tingkat literasi siswa.

Baca juga:  Kembangkan Kemampuan Siswa dalam Membuat Paragraf dengan Kalimat Berantai

Belajar adalah suatu proses usaha dilakukan individu untuk memperoleh perubahan tingkah laku baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto, 2010:3). Keberhasilan belajar ditentukan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah minat belajar. Untuk meningkatkan minat belajar siswa, perlu diselipkan permainan yang mereka gemari, tidak hanya pada aspek keterampilan, namun pada aspek pengetahuan.
Dalam proses pembelajaran, pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa (Hamalik, 1986). Untuk menyampaikan pesan pembelajaran kepada siswa, biasanya guru menggunakan alat bantu mengajar, salah satunya adalah media kartu berkait. Hal ini bertujuan memberikan pengalaman konkret, motivasi belajar, serta mempertinggi daya serap dan retensi belajar.

Baca juga:  Efektivitas Pembelajaran Matematika di Masa Pandemi melalui Quantum E-Learning

Permainan kartu berkait ini merupakan media yang sangat mengasyikkan bagi siswa. Dalam sebuah kartu berkait ini, terdapat penjelasan satu sub materi dan satu pertanyaan tentang sub materi yang lain. Jika masing-masing siswa memegang satu buah kartu, maka dia dapat menjelaskan dan memperagakan di depan teman-temannya satu sub materi yang telah dipelajari dan akan bertanya tentang sub materi lainnya yang akan dijawab oleh teman lain yang memegang dan mempelajari sub materi yang dia pertanyakan.

Dengan penerapan permainan ini, maka semua siswa akan berusaha mempelajarai kartu yang mereka dapatkan dari guru dan akan secara aktif memperhatikan penjelasan dan pertanyaan yang disampaikan oleh teman mereka. Pada kegiatan belajar mengajar, materi permainan sepakbola yang merupakan aktivitas dalam KD 3.1 dan 4.1 di kelas VIID SMP Negeri 1 Lebakbarang, terjadi peningkatan hasil evaluasi aspek pengetahuan yang cukup menggembirakan. Penerapan permainan kartu berkait ini, terbukti dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran, siswa yang jarang bertanya menjadi berani untuk bertanya melalui bantuan pertanyaan yang ada dalam kartu berkait ini.

Baca juga:  Siberkreasi Cetak 400 Penggerak Literasi Digital

Fakta bahwa siswa cenderung lebih menyukai media permainan kartu berkait dalam proses pembelajaran ini, dapat dijadikan referensi dan alternatif oleh guru pengampu mata pelajaran Penjasorkes di sekolah lain. Hal ini dapat berlaku untuk mata pelajaran lain yang mengalami kesulitan yang sama dalam hal literasi dan partisipasi siswa dalam pembelajarannya. (ips2/ida)

SMP Negeri 1 Lebakbarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya