alexametrics

Tingkatkan Belajar Bilangan Berpangkat dengan STA

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MATEMATIKA merupakan ilmu yang harus dikuasai oleh siswa karena memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, baik sebagai alat bantu dalam penerapan bidang ilmu lain maupun dalam perkembangan matematika itu sendiri. Pembelajaran matematika umumnya didominasi oleh pengenalan rumus-rumus serta konsep-konsep secara verbal tanpa memperhatikan pemahaman siswa. Di samping itu, proses belajar mengajar berlangsung dengan guru sebagai pusat dari seluruh kegiatan di kelas. Selain itu, pemanfaatan media pembelajaran juga kurang optimal. Akibatnya, ditemukan sebagian siswa yang belum memahami materi yang telah disampaikan oleh guru. Hal ini diperkuat dengan hasil belajar siswa yang belum memuaskan.

Untuk meningkatkan hasil belajar matematika diperlukan metode yang sesuai. Oleh karena itu, guru harus pandai dalam memilih serta menerapkan strategi dan model pembelajaran yang tepat. Salah satunya adalah pembelajaran kooperatif dengan menggunakan metode STA (shake then answer). Tujuan metode tersebut agar menarik minat siswa dalam belajar dan memicu sikap kompetitif untuk mendapatkan nilai tertinggi. Selain itu dapat meningkatkan kreativitas dalam membuat soal, melatih kecepatan dan ketepatan siswa dalam menjawab soal, dan melatih kerja sama (teamwork) antarsiswa. Saling membantu antara satu dengan yang lain dalam belajar dan memastikan bahwa setiap orang dalam kelompok mencapai tujuan atau tugas yang telah ditentukan sebelumnya.

Baca juga:  Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match Meningkatkan Hasil Belajar Matematika

Keberhasilan belajar dari kelompok tergantung pada kemampuan dan aktivitas anggota kelompok, baik secara individual maupun secara kelompok. Pembelajaran kooperatif merupakan serangkaian strategi yang khusus dirancang untuk memberi dorongan kepada peserta didik agar bekerja sama selama berlangsungnya proses pembelajaran.

Metode STA diterapkan agar mempermudah siswa dalam memahami materi. Hal itu mengakibatkan adanya peningkatkan kualitas hasil belajar dan profesionalisme guru yang berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan sekolah. Langkah-langkah penerapan metode Shake Then Answer adalah sebagai betikut. Pertama, guru menyampaikan materi dan tata cara pembelajaran dengan menggunakan metode STA. Kedua, guru membantu siswa untuk membentuk kelompok sebanyak 8 kelompok dengan masing-masing kelompok beranggotakan 4 orang. Ketiga, guru mengocok undian (shake) untuk menentukan kelompok mana yang harus memulai (misalkan terpilih kelompok 4) dan undian harus dikembalikan ke kotak. Keempat, kelompok yang terpilih (kelompok 4) mengocok undian tanpa dikembalikan ke kotak. Kelima, kelompok yang terpilih (misalkan kelompok 1) menjawab pertanyaan dari kelompok pengundi (kelompok 4) sebanyak 4 soal. Waktu yang diberikan perkelompok untuk menjawab soal adalah 5 menit. Jika kelompok tersebut dapat menjawab dengan benar untuk keseluruhan soal, seluruh anggota mendapatkan nilai yang maksimal. Langkah-langkah untuk pelaksanaan pengocokan berlangsung secara maraton, sehingga semua kelompok mendapat giliran.

Baca juga:  Pembelajaran HOTS dalam Mengoptimalkan Keterampilan Abad 21

Sebelum mengakhiri pembelajaran, guru memberikan ulasan tentang materi dan pembelajaran dengan menggunakan metode STA serta mengonfirmasi pemahaman siswa berkaitan dengan hal tersebut. Kemudian siswa diberikan selembar kertas untuk memberikan kesimpulan dan komentar mengenai pembelajaran dengan metode STA. Hasilnya banyak siswa yang menyukai metode tersebut. Hal itu diperkuat dengan hasil belajar siswa yang mayoritas mendapatkan nilai yang tinggi. (ips2.1/ida)

Guru Matematika SMP Negeri 1 Pageruyung

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya