alexametrics

Menulis Teks Eksplanasi dengan Metode Kooperatif

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang-orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik itu (Tarigan, 2008: 22). Keterampilan menulis mensyaratkan penguasaan berbagai unsur kebahasaan itu sendiri yang akan menjadi isi tulisan sehingga tulisan itu haruslah terjalin sedemikian rupa menjadi tulisan yang runtut dan padu, kohesif dan koheren. Selain itu, keterampilan menulis yang tidak diimbangi dengan praktik menjadi satu faktor kurang terampilnya siswa dalam menulis.

Siswa SMK seharusnya sudah lebih baik untuk mengekspresikan gagasan, pikiran, dan perasaannya secara tertulis. Berdasarkan pengalaman yang penulis lakukan di kelas XI TBSM 1 SMK N Karangpucung, kegiatan menulis belum sepenuhnya terlaksana. Hal ini terbukti dengan rendahnya nilai siswa dalam KD ketrampilan menulis teks eksplanasi. Persentase nilai rata-rata keterampilan menulis teks eksplanasi siswa yang di bawah KKM (70) terbilang masih tinggi. Siswa yang memperoleh nilai di bawah 70 atau tidak tuntas ada 28 siswa dengan persentase 84,84%. Nilai rata-rata ketrampilan menulis teks eksplanasi siswa secara keseluruhan adalah 51,06 dengan ketuntasan klasikal 15,15%.

Baca juga:  Efektifkah Pembelajaran Daring Sistem Pencernaan di Masa Pandemi?

Suprijono (2009:125-126) mengatakan bahwa pembelajaran picture and picture merupakan pembelajaran yang menggunakan alat bantu media gambar untuk menerangkan sebuah materi dan menanamkan pesan yang ada dalam materi tersebut. Langkah-langkah pembelajaran metode kooperatif tipe picture and picture meliputi guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, kemudian guru menyajikan materi sebagai pengantar. Tahap selanjutnya, yaitu guru menunjukkan atau memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi, kemudian guru menanyakan alasan urutan gambar tersebut, dan dari alasan urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep atau materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Langkah akhir pembelajaran, yaitu guru memberikan simpulan atau rangkuman.

Istarani (2011: 8) yang dikutip pada situs http://fkippgsd265-unpak.blogspot.co.id menjelaskan bahwa kelebihan dan kekurangan model pembelajaran gambar (picture and picture) adalah: Pertama, materi yang diajarkan lebih terarah karena pada awal pembelajaran guru menjelaskan kompetensi yang harus dicapai dan materi secara singkat terlebih dahulu. Kedua, siswa lebih cepat menangkap materi ajar karena guru menunjukkan gambar-gambar mengenai materi yang dipelajari. Ketiga, dapat meningkat daya nalar atau daya pikir siswa karena siswa disuruh guru untuk menganalisa gambar yang ada. Keempat, Dapat meningkatkan tanggung jawab siswa, sebab guru menanyakan alasan siswa mengurutkan gambar. Kelima, pembelajaran lebih berkesan, sebab siswa dapat mengamati langsung gambar yang telah dipersiapkan oleh guru.

Baca juga:  Belajar Membaca Lebih Cepat dengan Media Cetak pada Anak SD Kelas Rendah

Melalui pendekatan Picture and Picture dapat meningkatkan prestasi belajar Bahasa Indonesia materi ketrampilan menulis teks eksplanasi. Hal ini dibuktikan dengan hasil ulangan harian yang semakin meningkat. Tingkat ketuntasan 83% di atas KKM ( Kriteria Ketuntasan Minimum). Pendekatan Picture and Picture dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. (ips2/ton)

Guru Bahasa Indonesia SMK Negeri Karangpucung Kab. Cilacap

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya