alexametrics

Trik dan Mantra Cerdas Belajar Matematika

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIK atau guru adalah aset terpenting di kelas. Guru akan menjadi pemimpin jalannya kegiatan pembelajaran berdasarkan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang telah disiapkannnya sedemikian rupa. Maka dari itu, pendidik wajib memiliki trik dan mantra cerdas belajar matematika agar siap melawan virus ketakutan siswa dalam jenis apapun.

Mantra pertama yang harus diucapkan adalah “Matematika itu mudah”. Ini adalah prinsip awal yang harus ditanamkan kepada peserta didik dan pendidik. Karena hanya dengan niat sungguh-sungguh, maka mencintai matematika akan bisa penuh dan menyeluruh. Dengan begitu, saat menjumpai soal matematika, mereka memiliki rasa dan mindset yang tertantang seperti menaiki level game yang selalu ditunggu-tunggu. Mantra kedua yaitu mengucapkan bahwa “Matematika itu menyenangkan”. Seperti layaknya game yang ditunggu-tunggu, maka belajar matematika juga bisa asyik.

Baca juga:  Optimalisasi Penggunaan Office 365 pada Matematika di Era Pandemi

Berdasarkan observasi dan pengalaman penulis, selama menjadi guru kelas 3 SDN 1 Wonosari Pegandon Kendal, peserta didik kebanyakan memandang pelajaran matematika itu abstrak dan menakutkan. Mereka terjerat dalam konsep matematika yang penuh simbol, operasi bilangan, rumus, dan sejenisnya. Oleh karena itu, sebisa mungkin pendidik mengenalkan mata pelajaran matematika adalah nyata adanya.

Hal tersebut memang tidak mudah, tidak terbatas dengan mantra-mantra tersebut. Permasalahan peserta didik dalam pelajaran matematika tentunya bermacam-macam. Maka, dibutuhkan trik-trik jitu di antaranya adalah menggambarkan mata pelajaran matematika secara nyata. Trik ini bisa diaplikasikan secara terus menerus, misalnya saat mengenalkan bilangan bulat atau bilangan asli. Pendidik bisa memulainya dengan mengenalkan bilang bulat melalui cara menunjukkan satu jari telunjuk, dua buah pensil, atau tiga buah jeruk dan seterusnya. Dengan begitu, peserta didik akan memahami makna bilangan bulat satu, dua, tiga dan seterusnya itu secara nyata. Kemudian tunjukkanlah simbol bilangan bulat satu (1), dua (2), tiga (3), dan seterusnya.

Baca juga:  Metode PBM Tumbuhkan Semangat Belajar Bilangan Bulat Positif Negatif

Trik selanjutnya yaitu pergunakanlah berbagai metode maupun media yang sesuai dan menarik. Misalnya, dengan memaksimalkan teknologi yang semakin pesat dan sangat cocok untuk pembelajaran yang mengharuskan pertemuan antara pendidik dan peserta didik berjumpa dari jarak jauh seperti saat ini. Bisa jadi mengenalkan mata pelajaran matematika melalui permainan digital empat aplikasi sebagaimana saran dari www.parentstory.com. Di antaranya ada aplikasi ST Math, Moster Math, Khan Academy Kids, dan Splash Math. Empat aplikasi tersebut rata-rata tanpa biaya dan telah dirancang untuk mengenalkan ilmu berhitung dasar bagi anak sesuai dengan usia perkembangan kemampuannya dimulai dari penjumlahan dan pengurangan serta perkalian dan pembagian.

Media dan metode pembelajaran juga berperan penting dalam meraih hasil dan prestasi belajar yang optimal. Namun, hal yang harus diperhatikan dalam pemilihannya ialah bagaimana situasi dan kondisi sekolah serta keadaan peserta didik itu sendiri. Segala faktor tersebut harus diperhatikan secara komprehensif agar bersinergi dalam mencapai keberhasilan pembelajaran. Minimal dengan analisis 5W+1H atau pertanyaan dasar terkait metode dan atau media pembelajaran yang digunakan tersebut. 5W+1H yaitu terdiri atas What (Apa media pembelajaran yang akan digunakan?), Who (Untuk Siapa?), Where (Di mana digunakan?), When (Kapan digunakan?), Why (Mengapa menggunakan media itu?), dan How (Bagaimana cara penerapan media itu?). (ips2/ida)

Baca juga:  Google Classroom Mempermudah Pembelajaran Matematika di Era Pandemi

Guru SDN 1 Wonosari Pegandon Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya