alexametrics

Layanan Bimbingan Konseling dalam Masa Pysical Distancing

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, UNTUK memutus mata rantai penyebaran Covid-19, diimbau seluruh warga negara Indonesia melaksanakan kegiatannya mulai dari bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah. Diharapkan agar semuanya tidak panik, tetap waspada dan produktif dalam menjalankannya. Cara penekanan laju penyebaran Covid-19 dengan social distancing yang kemudian diganti dengan physical distancing.

Maka kegiatan pembelajaran siswa diarahkan dalam bentuk pembelajaran daring atau online di rumah. Pembelajaran secara daring ini sangat beragam, dapat dilaksanakan melalui google clash room, zoom, televisi edukasi, belajar interaktif di portal rumah belajar, ruang guru dan aplikasi belajar online lainnya yang telah direkomendasi oleh Kemendikbud maupun melalui media sosial seperti whatsapp.

Fenomena ini menjadi benar-benar tantangan baru, baik bagi guru, siswa maupun orangtua. Dari segi guru dituntut menerapkan strategi pembelajaran dengan mengoptimalkan aplikasi belajar online. Sedangkan siswa dituntut beradaptasi dengan pembelajaran online. Sedangkan orangtua, bagaimana bisa memfasilitasi sarana prasarana pembelajaran daring di rumah dan menciptakan iklim yang mendukung belajar anak.

Baca juga:  Tingkatkan Kemampuan Kognitif Siswa dengan Puzzle pada Layanan Bimbingan Konseling

Dalam pembelajaran daring, siswa harus memiliki tanggung jawab personal dalam belajar, dapat mengontrol sikapnya dalam belajar, menyesuaikan tugas-tugas melalui daring dan mengoptimalkan gadget yang dimiliki sebagai sumber belajar. Bagaimana ia dapat memenajemen waktu di rumah, mengatasi hambatan belajar daringnya dan menyelesaikan tugasnya tepat waktu. Namun tidak semua siswa bisa mengatur waktu dengan baik. Beberapa di antaranya mengalami hambatan dalam pembelajaran daring. Termasuk rasa bosan tinggal di rumah. Disinilah peran Bimbingan Konseling (BK) dalam membantu mengatasi permasalahan siswa selama pembelajaran daring.

Layanan BK dalam masa physical distancing antara lain membantu siswa mengatasi hambatan belajar dengan memberikan pendampingan dan memotivasi siswa melalui konseling di media sosial. Tindakan konseling yang seharusnya dilaksanakan secara face to face (tatap muka), diganti melalui media sosial seperti zoom ataupun whatsapp tanpa mengurang esensi dari layanan konseling yaitu kerahasiaan.

Baca juga:  Bimbingan Konseling di Masa Pandemi Covid-19

Kerahasiaan merupakan salah satu kode etik yang wajib dipegang teguh guru BK dalam memberikan layanan konseling. Karena itulah, kerahasiaan dan kenyamanan siswa dalam konseling online wajib dijaga dan siswa tidak perlu takut atau ragu untuk dibantu masalahnya melalui layanan online. Sesuai kebijakan sekolah dalam pembelajaran daring, guru BK mendapat porsi dalam pelaksanaan layanan BK secara daring yaitu setara 2 jam pelajaran di jadwalnya.

Hal ini tentu dimanfaatkan dengan baik oleh guru BK diisi dengan pengembangan karakter baik di rumah. Guru BK sebagai garda terdepan dalam pembentukan karakter di sekolah penting peranannya dalam membentuk karakter siswa. Dalam hal ini, tentu saja bekerja sama dengan orangtua dalam menumbuhkan karakter baik anak di rumah. Antara lain karakter religius misalnya anak beribadah atau mengaji bagi yang muslim.

Baca juga:  Motivasi Belajar Tingkatkan Semangat Meraih Cita-Cita di Masa Pandemi Covid-19

Karakter mandiri misalnya anak mengerjakan tugasnya sendiri secara mandiri, mencuci bajunya sendiri. Karakter gotong royong misalnya anak membantu orangtuanya memasak atau membersihkan rumah bersama dengan anggota keluarga lain. Dan banyak contoh lainnya. Guru BK memberikan semacam angket melalui google form dan anak-anak meng-upload kegiatannya tersebut dalam bentuk narasi dan foto sebagai laporan. Sederhana, simple, tapi mengena sasaran, pembentukan karakter. (ips2/ida)

Guru BK SMPN 36 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya