alexametrics

Asyik Belajar Tumbuhan Hijau dengan Pemanfaatan Alam Sekitar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN Ilmu Pengetahuan Alam selama ini selalu mengacu pada buku paket dan alat peraga sederhana lainnya. Dengan demikian munculah keterpaksaan para siswa, karena merasa bosan belajar di dalam kelas. Oleh karena itu, perlu mencari solusi bagaimana agar belajar siswa menjadi hal yang menyenangkan atau walaupun terpaksa tetapi dapat menjadi lebih mudah dan efektif ketika guru menyampaikan materi yang ingin disampaikan.

Guru dianggap sebagai sumber yang benar dan memposisikan siswa sebagai pendengar dari ceramah guru sehingga proses belajar mengajar cenderung membosankan dan menjadikan siswa malas belajar (Oemar Hamalik, 1999). Faktor inilah yang menyebabkan guru mengalami kesulitan dalam menerapkan materi dengan lingkungan alam sekitar sekolah dalam proses pembelajaran. Perlu diketahui bahwa setiap anak memiliki cara tersendiri dalam menginterpretasikan dan beradaptasi dengan lingkungannya. Setiap anak memiliki struktur kognitif yang disebut Scemata yaitu sistem konsep yang ada dalam pikiran sebagai hasil pemahaman terhadap objek yang ada dalam lingkungannya.

Baca juga:  Terkoyaknya Sopan Santun di Lingkungan Pendidikan

Perilaku belajar anak sangat dipengaruhi oleh aspek-aspek dalam diri dan lingkungannya. Kedua hal tersebut tidak mungkin dipisahkan karena memang proses belajar terjadi dalam konteks interaksi diri anak dengan alam sekitar apalagi anak usia kelas 5 sekolah dasar berada pada tahapan operasi konkret. Anak mulai menunjukkan perilaku belajar dengan memandang dunia secara objektif, berfikir secara operasional, dan mempergunakan sebab akibat serta prinsip alamiah sederhana dalam proses pembelajaran.

Dalam pembelajaran mupel IPA, materi Tumbuhan Hijau, siswa kelas 5 SDN Pleburan 03 Semarang menggunakan pembelajaran dengan model pemanfaatan lingkungan alam sekitar. Dari lingkungan sekitar sekolah, siswa mendapatkan pengetahuan, penanaman konsep, keterampilan dan pembentukan sikap, yang tentunya juga tergantung dari motivasi, perhatian, dan pengamatan mereka. Pada pembelajaran ini siswa dilatih untuk mengenali tumbuhan hijau melalui pemanfaatan lingkungan sekolah dengan didampingi guru sehingga siswa tidak hanya mengetahui teori yang disampaikan guru tetapi juga melihat secara jelas. Siswa juga lebih aktif dalam proses pembelajaran, sebab guru melatih untuk menyebutkan dan menemukan sendiri bagian-bagian tumbuhan hijau sesuai penjelasan guru.

Baca juga:  Optimalkan Pembelajaran Pranatacara dengan Modelling The Way

Guru menggunakan alam sebagai media pembelajaran dan membimbing siswa mengenal bagian-bagian tumbuhan. Guru sebagai fasilitator dan motivator, melakukan kegiatan memotivasi siswa selama pembelajaran dengan cara memberikan latihan mengamati tumbuhan dan memfasilitasi siswa yang masih mengalami kesulitan dalam pembelajaran. Materi ajar disajikan dengan bantuan alam dimaksudkan juga untuk menghilangkan kejenuhan siswa, menarik perhatian siswa dalam belajar dan memberikan kesenangan pada siswa. Dan ternyata, siswa mendapatkan peluang besar untuk mengasah pengetahuan yang dimilikinya, baik dari segi akademik maupun dari segi keterampilan. Melalui penggunaan model pemanfaatan lingkungan alam sekitar, masalah/kesulitan belajar dapat diatasi dan meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan belajar di luar kelas dapat menimbulkan daya tarik bagi siswa, sehingga dapat membuat siswa lebih termotivasi belajar, dan pada akhirnya dapat memberikan hasil belajar yang baik sesuai tujuan yang diharapkan.

Baca juga:  Tingkatkan Skill Bolabasket lewat Pendekatan Inklusi

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran pemanfaatan lingkungan alam sekitar dapat menambah pengalaman siswa belajar, memotivasi siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran, serta meningkatkan hasil belajar dan pemahaman siswa. (ips2/zal)

Guru SDN Pleburan 03 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya