alexametrics

Membuka Pola Pikir dengan Pendekatan Murojah Juz 30

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, ISLAM mengajarkan tuntunan kepada manusia untuk menuju kebahagiaan dan kesejahteraan. Adapun segala tuntunan tersebut terdapat dalam Alquran dan Hadits. Alquran telah melahirkan disiplin ilmu Nahwu, Usul, Hukum, Falsafah, Pendidikan, Politik, Ekonomi, Sosial, Sains, Seni dan lain-lain. Ini berarti, Alquran selain syarat dengan substansi dan informasi, juga memiliki kandungan metodologis dan pedagogis bagi umat Islam.

Namun perkembangan zaman sekarang sudah mengubah sisi kehidupan setiap manusia baik orang tua, dewasa dan anak-anak, khususnya anak-anak. Terutama anak sekarang telah difasilitasi yang luar biasa canggihnya dan bisa dikatakan komplet, akhirnya menjadikan sebagian mereka memiliki sikap manja dan berakibat malas.

Lewat gerakan murojaah setiap hari di madrasah, diharapkan siswa selalu dikenalkan dengan bacaan Alquran, secara tidak langsung hafal surat yang selalu dibaca setiap hari melalui pembelajaran menjadi lebih kolaboratif, inklusif, dan terorganisir guna mendorong kemampuan diri siswa hafal surat di dalam Alquran. Hal inilah yang penulis terapkan di kelas V MI Walisongo Pajomblangan Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan untuk menyiapkan siswa menghadapi pembelajaran Abad 21. Salah satu yang diterapkan adalah murojaah setiap hari sebelum pembelajaran dimulai.

Baca juga:  Belajar Asmaul Husna Mudah dan Menyenangkan dengan Tepuk Tangan

Penerapan metode murojaah setiap hari, siswa dituntut siap mengikuti, membaca, melafalkan, dan menghafalkan. Penunjukan siswa dilakukan secara acak untuk melanjutkan hafalan temannya. Ini menjadikan siswa serius dalam mendengarkan. Hal ini melatih siswa siap dalam kondisi apapun, berdasarkan arahan guru yang bergulir pada setiap siswa. Hal ini meminimalkan terjadinya monopoli kelas oleh siswa-siswa yang pintar, sehingga siswa yang kurang dapat melanjutkan hafalan.

Langkah-langkah dalam penerapan metode murojaah ini, guru membagi siswa dalam kelas menjadi beberapa kelompok dengan anggota 5 atau 6 orang secara heterogen. Kelompok dibentuk tanpa mempertimbangkan keakraban, persahabatan atau minat. Siswa membaca dan menghafalkan surat-surat yang sudah ditentukan oleh guru yang terdapat di dalam bacaan. Setelah kelompok membaca dan melanjutkan murojaah materi pelajaran dan mempelajari isinya, guru mempersilahkan anggota kelompok untuk menutup buku bacaan. Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada salah satu anggota kelompok. Setelah itu, guru menunjuk untuk melanjutkan hafalan kelompok yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru. Siswa lain boleh membantu menjawab atau mengingatkan hafalan jika anggota kelompoknya tidak bisa menlanjutkan hafalannya. Setelah itu guru memberikan kesimpulan. Guru melakukan evaluasi/penilaian, baik secara kelompok maupun individu.

Baca juga:  Mudahnya Belajar Materi Perubahan Sosial Budaya dengan ATK

Metode murojaah ini sedikit banyak membantu siswa dalam tugas hafalan khususnya mata pelajaran Alquran Hadits pada pembelajaran. Sebab semuanya berkesempatan untuk ditunjuk dan melanjutkan hafalan dari guru. Selain itu, kegiatan estafet bacaan surat–surat juz 30 membuat siswa merasa gembira dan tidak tegang selama belajar bersama.

Kelebihan dari metode murojaah, dapat menciptakan suasana yang menyenangkan, tidak tertekan, sehingga siswa tidak tegang dan bisa belajar dengan baik. Akhirnya termotivasi dan senang untuk dapat mengikuti pelajaran Alquran Hadits serta dapat menguasai materi pelajarannya. Siswa menjadi termotivasi untuk menghafalkan dalam berbagai macam surat. (on1/ida)

Guru Alquran Hadits MI Walisongo Pajomblangan 01 Kedungwuni Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya