alexametrics

Lancar Berbicara Bahasa Inggris dengan Teknik Role Play

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SPEAKING atau berbicara merupakan salah satu keterampilan dalam bahasa Inggris yang harus dikuasai oleh siswa selain reading (membaca), writing (menulis), dan listening (mendengar). Sebagian besar siswa merasa kesulitan dalam menguasai keterampilan ini dikarenakan mereka takut membuat kesalahan, rasa malu berbicara di depan orang banyak, dan tidak percaya diri. Oleh karena itu guru harus menemukan metode atau teknik yang tepat untuk mengatasi permasalahan ini. Teknik Role Play dipilih dengan tujuan meningkatkan kemampuan berbicara siswa MAN 5 Sleman dengan cara yang menyenangkan.

Role play (bermain peran) adalah teknik pembelajaran yang meminta siswa untuk memainkan peran tertentu dengan menggunakan bahasa target dalam hal ini adalah bahasa Inggris. Harmer (2007- 352) menyatakan bahwa role playing dapat bermanfaat untuk memacu kelancaran lisan dan melatih kemampuan siswa dalam kecakapan-kecakapan khusus terutama dalam pembelajaran bahasa inggris untuk tujuan khusus.

Baca juga:  Penerapan Silent Demonstration dalam Pembelajaran Procedure Text

Pembelajaran dimulai dengan membentuk kelompok yang terdiri atas 4 atau 5 siswa. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Bersama dengan guru, siswa mengidentifikasi ungkapan-ungkapan yang sedang dipelajari sesuai dengan KD yang telah dipelajari pada pertemuan yang lalu. Kemudian siswa menggunakan ungkapan-ungkapan itu dalam sebuah dialog yang disusun bersama kelompoknya. Siswa menentukan tema apakah skenario percakapan itu antara dokter dengan pasien, guru dengan murid, tamu hotel dengan resepsionis, atau antara teman sekolah. Lalu, siswa bisa memilih setting kejadian apakah di taman, di sekolah, di rumah sakit, atau di pasar.

Sebelum menampilkan role play, siswa berlatih terlebih dahulu untuk memahami dialog dan melatih pronunciation mereka. Dengan menampilkan dialog di depan kelas, siswa melatih keberanian mereka untuk tampil percaya diri. Tak jarang ekspresi, adegan-adegan lucu dari siswa, juga improvisasi mereka mengundang kegembiraan dan mencairkan suasana sehingga siswa mengalami pembelajaran yang menyenangkan. Setelah semua kelompok tampil, guru mengajak siswa untuk mengevaluasi performance teman-teman mereka, mendiskusikan tentang pronunciation yang tepat, penggunaan ungkapan-ungkapan, gaya dan gesture. Bila memungkinkan, penampilan role play siswa bisa di rekam agar pada saat evaluasi dapat diputar lagi, sehingga siswa dapat mengidentifikasi bagian-bagian mana yang perlu perbaikan.

Baca juga:  Perlunya Program Pendidikan Parenting di Sekolah

Melalui teknik role play yang menyenangkan ini, siswa tidak merasa terbebani dalam belajar. Rasa malu dalam berbicarapun berkurang karena mereka bekerja dengan team. Selain itu meningkatkan kerjasama antar anggota kelompok. Role playing tidak hanya memberikan kesempatan berbicara kepada siswa dalam suasana yang santai, namun juga berlatih mendengarkan (listening) dari lawan bicara. Dengan bermain peran ini pula siswa dapat memperkaya kosa kata (vocabulary) dalam bahasa Inggris.

Penerapan penggunaan teknik role play di MAN 5 Sleman dalam pembelajaran bahasa Inggris ini terbukti meningkatkan kemampuan berbicara siswa sekaligus hasil belajar nya. Siswa lebih mudah memahami materi pembelajaran dengan cara mempraktekan langsung melalui teknik role play. Selain itu siswa mendapat pengalaman belajar yang menyenangkan, tanpa paksaan dan tekanan, merasa nyaman dan antusias dalam kegiatan bermain peran ini. (on1/ida)

Baca juga:  Efektivitaskan Pembelajaran Home Visit di Masa Pandemi

Guru Bahasa Inggris MAN 5 Sleman

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya