alexametrics

Kepoin Negara-Negara di Dunia melalui Model Mind Mapping

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Penguasaan siswa pada materi IPS seringkali kurang memuaskan sehingga nilai bidang studi tersebut banyak tidak mencapai KKM. Hasil belajar IPS terutama indikator mengenal negara-negara di dunia, di SD Negeri Srondol Wetan 02 kelas 6 kurang menggembirakan. Nilai rata-rata hanya 63,80, dengan Kriteria Ketuntasan Minimal 70. Dari 42 siswa, terdapat 11 (26%) siswa tuntas belajar, sedangkan 31 (74%) siswa belum tuntas.

Kesulitan tersebut disebabkan karena memang materinya sangat luas, jumlah negara di dunia banyak, dan ejaan nama negara yang sulit diingat. Parahnya lagi metode yang digunakana guru hanya ceramah, lalu siswa disuruh membaca dan menghafalkan. Agar siswa tertarik untuk mengikuti pelajaran IPS, serta hasil tercapai sesuai KKM maka guru dituntut untuk mampu menggunakan metode yang tepat, menyediakan model yang sesuai dengan kebutuhan belajar, sehingga dapat membantu siswa dalam memahami materi yang bersifat hafalan.

Baca juga:  Mudahnya Belajar Matematika dengan Metode Reciprocal Theaching

Penggunaan metode Mind Mapping, siswa dapat meningkatkan keaktifan seluruh otak, memfokuskan pikiran pada pokok bahasan, memberi gambaran yang jelas pada perincian materi, memungkinkan kita mengelompokkan konsep serta dapat membandingkannya. Menurut Tony Buzan (2004:4) Mind Mapping adalah cara mencatat yang kreatif, efektif, dan secara harfiah akan “memetakan” pikiran-pikiran kita. Dikuatkan oleh pendapatnya Iwan Sugiarto dalam Daniel Hendra Purwoko (2012:18), langkah pembelajaran menggunakan model Mind Mapping, sebagai berikut 1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. 2) menyajikan materi sebagaimana biasa. 3) mengelompokkan siswa, setiap kelompok terdiri dari 3 sampai 4 siswa. 4) Mempersiapkan alat-alat yang diperlukan antara lain kertas gambar, spidol warna, pensil, dan penghapus. 5) Siswa memperhatikan penjelasan mengenai materi yang disampaikan dengan menggunakan model Mind Mapping. 6) Guru membagi materi yang akan dibuat. 7) Siswa berdiskusi dengan kelompoknya kemudian membuat materi dengan menerapkan model Mind Mapping. 8) Setelah selesai, perwakilan kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil Mind Mapping di depan kelas.

Baca juga:  Lengkung Tanda Panah: Langkah Cepat Menulis Aksara Jawa

Awalnya membentuk 5 kelompok sesuai jumlah benua yang ada di dunia, lalu siswa diberikan materi negara-negara di benua tersebut. Setiap kelompok diberi tugas membuat Mind Mapping untuk satu benua yang sudah ditentukan guru dengan kertas karton. Posisi tengah karton di gambar benua tersebut dan diwarna.

Selanjutnya dari gambar benuanya tersebut ditulis atau digambar lagi cabang-cabang yang berisi nama-nama negara, setiap negara di beri warna yang berbeda, sehingga terlihat warna warni. Cabang-cabang yang semakin banyak tadi di tulis ciri yang menggambarkan negara tersebut.

Terakhir, Mind Mapping tentang negara-negara di dunia dari masing-masing kelompok dipresentasikan di hadapan kelompok yang lain. Kelompok yang belum presentasi memperhatikan jika ada yang kurang tepat boleh mengkritik dan membenarkan.

Baca juga:  Belajar Cepat Materi APBN dan APBD dengan Mind Mapping

Setelah menggunakan model Mind Mapping pada indikator mengenal negara-negara di dunia, didapatkan hasil belajar yang meningkat. Nilai rata-rata menjadi 78,8, tingkat ketuntasan mencapai 34 siswa (81%), sedangkan 8 siswa (19%) belum tuntas. Dapat disimpulkan penggunaan model yang tepat dapat mempengaruhi minat belajar siswa terhadap pelajaran IPS sehingga prestasi belajar meningkat. (ips2.1/ton)

Guru kelas SD Negeri Srondol Wetan 02 Semarang.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya