alexametrics

Belajar Pukulan Forehand dan Backhand dengan Pembelajaran AIR

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Permainan bulutangkis adalah olahraga menggunakan alat pukul berupa raket yang dimainkan oleh dua orang atau dua pasang yang saling berlawanan. Permainan ini bertujuan untuk memukul Shuttlecock melewati net agar jatuh di bidang lapangan lawan yang sudah ditentukan dan mencegah lawan melakukan hal yang sama.

Beberapa teknik dasar bulutangkis yang dipelajari pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, dua di antaranya adalah Pukulan forehand dan Pukulan backhand. Pukulan forehand dilakukan dengan menggunakan tangan kanan dari arah kanan sehingga bagian depan tangan menghadap ke arah pukulan. Adapun semua pukulan dari arah kanan dapat dimasukkan ke kategori ini. Pukulan backhand merupakan pukulan yang berbanding terbalik dengan forehand di mana pukulan ini dilakukan dengan tangan kanan dengan posisi dari sebelah kiri sehingga tangan membelakangi arah pukulan. Dalam pendahuluan kegiatan belajar mengajar di kelas VII C SMP Negeri 1 Lebakbarang, masih banyak siswa yang belum memahami dan mempraktikkan pukulan forehand dan backhand ini.

Baca juga:  Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini dengan Media Gambar

Model pembelajaran Auditory Intellectually Repetion (AIR) adalah model pembelajaran yang menganggap bahwa suatu pembelajaran akan aktif dan efektif jika memperhatikan tiga hal, yaitu Auditory, Intellectually, Repetition (AIR). Auditory berarti indera telinga digunakan dalam belajar dengan cara menyimak, berbicara, presentasi, argumentasi, mengemukakan pendapat, dan menanggapi. Intellectually berarti kemampuan berpikir perlu dilatih melalui latihan bernalar, mencipta, memecahkan masalah dan menerapkan. Repetition berarti pengulangan diperlukan dalam pembelajaran agar pemahaman lebih mendalam dan meluas.

Auditory berarti belajar dengan melibatkan pendengaran. Mendengar merupakan salah satu aktivitas belajar, karena tidak mungkin informasi yang disampaikan secara lisan oleh guru dapat diterima dengan baik oleh siswa jika tidak melibatkan indera telinganya untuk mendengar.

Baca juga:  Pelayanan Prima dalam Pembelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan

Intellectually berarti menunjukkan apa yang dilakukan siswa dalam pikiran mereka secara internal ketika mereka menggunakan kecerdasan untuk merenungkan suatu pengalaman, menciptakan hubungan, makna, rencana, dan nilai dari pengalaman tersebut (Meier dalam Huda, 2003:290). Intellectually bermakna bahwa belajar harus menggunakan kemampuan berpikir. Pertumbuhan intelektual harus diikuti dengan rasa percaya diri untuk jujur dan benar-benar terlibat dalam berpikir serta memiliki rasa penasaran sehingga memberi inisiasi untuk berinteraktif (M. Noonan dalam Intan, 2012: 107).

Repetition yaitu pengulangan yang bermakna pendalaman, perluasan, pemantapan siswa dengan cara memberinya tugas atau kuis. Bila guru menjelaskan suatu unit pelajaran, itu perlu diulang-ulang. Karena ingatan siswa tidak selalu tetap dan mudah lupa, maka perlu dibantu dengan mengulangi pelajaran yang sedang dijelaskan.

Baca juga:  Dengan Direct Instruction Mudahkan Siswa Memahami Matematika

Penerapan model pembelajaran AIR di kelas VII C SMP Negeri 1 Lebakbarang membuat siswa menjadi lebih aktif dan efektif dalam kegiatan belajar mengajar dan terbukti dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami dan mempraktikkan pukulan forehand dan backhand permainan bulutangkis. Model pembelajaran ini dapat menjadi referensi alternatif bagi bapak dan ibu guru lainnya untuk diterapkan dalam kegiatan mengajar di sekolah. (ips2.1/ton)

Guru SMP Negeri 1 Lebakbarang, Kab.Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya